Rosim Nyerupa Tanggapi Sindiran Bupati, Pemimpin Harus Dewasa Dalam Demokrasi

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rosim Nyerupa Tanggapi Sindiran Bupati, Pemimpin Harus Dewasa Dalam Demokrasi

 

Kompastuntas.com— Lampung Tengah, ketika pemimpin menyindir rakyatnya yang kritis. Sebenarnya dia sedang menunjukkan situasi yang sedang rapuh. Ia bukan sedang menunjukkan kekuatan, Melainkan ketidakmampuan untuk bersikap dewasa dalam demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan oleh Aktivis Pemuda Lampung Tengah, Rosim Nyerupa merespon unggahan video TikTok Bupati Ardito yang tengah meninjau pembangunan jalan. Dalam video itu, sang Bupati menyisipkan kutipan dari Mahatma Gandhi: “Orang yang paling sibuk mengkritisi, Biasanya yang paling sedikit kontribusi”

Kutipan tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah daerah. Rosim, yang dikenal vokal, menyatakan bahwa sikap alergi terhadap kritik bukanlah ciri kepemimpinan demokratis, bahkan bukan pula ciri kepemimpinan dalam tradisi Islam.

“Kritik adalah bagian dari kontribusi. Hanya pemimpin yang tidak siap diawasi yang merasa terganggu oleh suara kritis masyarakatnya. Tidak habis fikir aja, seorang Bupati kok responnya begitu. Katanya Lampung Tengah Berbenah, tapi ketika rakyat ikut membenahi lewat kritik, malah disindir seolah tak tahu diri. Kalau benar Lampung Tengah ingin berbenah, kritik adalah cermin, bukan musuh. Jangan pecahkan cermin hanya karena tak suka pantulan wajahnya” tegas Rosim dalam pernyataan persnya, Sabru (31/5).

Baca Juga :  Kembangkan Kompetensi Warga, Desa Kurnia Agung Jadi Inspirasi Peningkatan SDM Mesuji

Rosim menambahkan, Dalam teori kepemimpinan partisipatif, seorang pemimpin yang efektif adalah mereka yang mendorong keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Dalam pendekatan ini, kritik dipandang sebagai bagian dari umpan balik (feedback) yang esensial demi perbaikan kinerja.

Lebih jauh, Rosim mengaitkan hal ini dengan konsep musyawarah dalam Islam. Ia menekankan bahwa kepemimpinan dalam Islam bukanlah absolut, melainkan harus terbuka terhadap masukan dan koreksi.

Mantan Ketua SAPMA PP Bandar Lampung itu juga mencontohkan teladan pemimpin Islam seperti Umar bin Khattab.

Khalifah Umar bin Khattab sebagai teladan pemimpin yang tidak anti kritik. Dalam sejarah, Umar pernah ditegur oleh seorang perempuan saat menyampaikan pidato, karena pendapatnya tentang mahar. Umar tidak marah, justru ia mengakui kesalahannya dan mengakomodir kritik yang disampaikan rakyatnya.

“Itu contoh pemimpin sejati. Berani dikoreksi, tidak defensif, dan justru merasa terhormat ketika rakyat berani menyampaikan pendapat. Terlihat kelasnya beda sebagai pemimpin yang teladan, tanpa sungkan mengakui kekurangannya.” ujar Rosim.

Dalam tanggapannya, Rosim juga menyampaikan pesan reflektif yang kini mulai banyak dikutip warganet:

“Kemenangan tanpa kelapangan hati adalah awal kejatuhan yang lambat tapi pasti. Seorang pemimpin sejati tak sibuk menghabisi lawan, tapi menghidupkan ruang bagi semua.” Ujarnya.

Baca Juga :  Akademisi Unila Angkat Bicara Soal Polemik Seleksi Sekda Lampung Tengah

Ia menilai bahwa menyindir pihak yang kritis melalui video publik justru menunjukkan sikap kepemimpinan yang rapuh dan tidak siap menghadapi dinamika demokrasi.

“Pemimpin yang alergi kritik itu masuk kategori otoriter. Dalam Islam maupun demokrasi modern, kekuasaan harus dikontrol. Jika kritik dianggap serangan, maka pemimpin itu sedang berjalan menuju isolasi politik,” tegasnya.

Rosim menegaskan bahwa kritik yang membangun tidak bertujuan menjatuhkan, tetapi menjaga agar pemimpin tetap berpijak pada kepentingan rakyat. Kritik bisa jadi vitamin bagi pemerintah untuk lebih semangat melakukan evaluasi dan proyeksi. Apalagi Bupati Ardito mengusung tagline Lampung Tengah Berbenah.

“Ktirik terhadap Seleksi Sekda Lampung Tengah misalkan, Inikan jelas indikasi Nepotisme dan Skenario yang dibangun. Kemudian kalau membangun jalan itu bagus, tentu diapresiasi. Tapi rakyat juga berhak bertanya: siapa yang kerjakan, berapa anggarannya, apakah mutunya benar? Kritik itu bagian dari kontrol sosial, bukan kejahatan. Apa maunya rakyat diam dan menyanjung pemimpinnya aja?” imbuh Rosim.

Rosim pun mengajak seluruh pejabat publik, khususnya kepala daerah, untuk kembali pada semangat kepemimpinan yang terbuka dan bertanggung jawab, sebagaimana diajarkan dalam ajaran agama maupun prinsip dasar pemerintahan yang baik.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot
Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan
Pangeran Edward Syah Pernong dan Gubernur Lampung Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya
Merawat Fondasi Keberagaman Lampung: Gubernur Mirza Kukuhkan Tiga Forum Strategis
RDP DPRD – JTTS Digelar Tertutup
Mirza Tinjau PHC di Lampung Timur, Dorong Petani Tingkatkan Hasil Panen dan Kesejahteraan
Utang Pemda Demi Rakyat dan Wujud Komitmen Pelayanan Bupati Lampung Utara
Berita ini 219 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:34 WIB

Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:18 WIB

Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:34 WIB

Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:02 WIB

Pangeran Edward Syah Pernong dan Gubernur Lampung Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:27 WIB

Merawat Fondasi Keberagaman Lampung: Gubernur Mirza Kukuhkan Tiga Forum Strategis

Berita Terbaru

Politik

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:28 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com