Membongkar Tabu: Menengok Kembali Riwayat Masjid Inklusif Pertama di Paris

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Membongkar Tabu: Menengok Kembali Riwayat Masjid Inklusif Pertama di Paris

Kompastuntas.com— Paris, jauh di sudut ibu kota Prancis, sebuah ruang ibadah berdiri dengan riak kontroversi yang tak pernah benar-benar surut sejak akhir 2012. Dikenal sebagai Mosquée de l’Unicité (Masjid Keesaan), tempat ini menasbihkan diri sebagai masjid ramah kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) pertama di Prancis—bahkan salah satu yang pionir di dataran Eropa.
Namun, mencari alamat presisi masjid ini di mesin pencari adalah kesia-siaan. Pengelolanya sengaja menggembok rapat-rapat informasi lokasi demi alasan keselamatan. Di tengah bayang-bayang ancaman dan resistensi keras kelompok konservatif, kerahasiaan adalah satu-satunya benteng bagi para jemaah.

Baca Juga :  Aqsa Working Group (AWG) Kirim 3 Relawan ke Thailand untuk Aksi Global Sumud Flotilla

Menggugat Pakem Tradisional
Inisiator di balik gerakan berani ini adalah Ludovic-Mohamed Zahed, seorang aktivis Muslim gay yang juga membidani organisasi Homosexual Muslims of France (HM2F). Zahed melangkah maju dengan keresahan yang akut: banyak Muslim homoseksual yang mengalami krisis identitas, tertekan, hingga akhirnya memilih angkat kaki dari agama karena penolakan lingkungan.

Berita Terkait

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  
Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama
Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung
Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru
Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara
Abdul Wachid: Aturan Batas Usia Promosi Jabatan ASN Perlu Fleksibel dan Selaras dengan Sistem Merit
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati

Berita Terbaru

Nasional

HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kolaboratif

Rabu, 2 Sep 2026 - 20:45 WIB

Kesehatan

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:20 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com