Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif

Avatar photo

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif

Kompastuntas.com— Tanjung Karang, selama ini, momok terbesar saat berobat ke rumah sakit daerah adalah waktu tunggu yang menjemukan dan antrean yang mengular. Menyadari celah tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung mencoba berbenah.

Rumah sakit pelat merah ini kini menjagokan Poli Gigi Eksekutif sebagai jawaban atas tuntutan layanan kesehatan yang cepat, nyaman, namun tetap komprehensif.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Banyak warga Lampung yang selama ini memilih terbang ke Jakarta demi mendapatkan perawatan gigi spesifik, seperti bedah mulut atau penanganan pasien dengan penyakit sistemik. Padahal, seluruh fasilitas dan ahli tersebut sebenarnya sudah tersedia di tanah sendiri.

Manager Ruang Eksekutif RSUDAM, Viva Magdalena, menjelaskan bahwa poli ini dirancang khusus untuk memotong birokrasi waktu tunggu yang kerap dikeluhkan pasien.

“Di Poli Gigi Eksekutif, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis sesuai kebutuhan. Layanan yang tersedia berkisar dari pencabutan gigi, penambalan, scaling, hingga tindakan bedah mulut seperti odontektomi untuk gigi impaksi,” ujar Viva, Senin, 29 Juni 2026.

Baca Juga :  Tiga Tahun Penat Lara Nafas Tua yang Terus Menjaga Langkah

Menghadirkan Spesialisasi di Bawah Satu Atap
Salah satu keunggulan yang coba ditonjolkan RSUDAM adalah integrasi dokter spesialis. Di ruang eksekutif ini, pasien tidak hanya ditangani oleh dokter gigi umum, melainkan para ahli yang memegang sub-spesialisasi spesifik:
1. Spesialis Bedah Mulut: Menangani tindakan bedah estetika wajah dan mulut, termasuk operasi gigi terpendam (odontektomi).
2. Spesialis Konservasi Gigi: Fokus pada perawatan saluran akar dan penambalan estetis demi mempertahankan gigi asli pasien sejauh mungkin.
3. Spesialis Kedokteran Gigi Anak: Memberikan pendekatan psikologis khusus untuk perawatan gigi anak tanpa trauma.
4. Spesialis Penyakit Mulut: Menangani manifestasi penyakit sistemik (seperti diabetes atau jantung) yang berdampak pada kesehatan mulut.

“Kami ingin mengikis stigma bahwa pelayanan gigi berkualitas hanya ada di kota-kota besar. Di RSUDAM, fasilitasnya sudah sangat memadai dan seluruh tindakan dilakukan sesuai standar keselamatan medis yang ketat,” kata Viva menambahkan.

Untuk menjaga ritme pelayanan tetap cepat dan terjadwal, manajemen memberlakukan sistem reservasi satu hari sebelum kedatangan (H-1). Sistem ini diklaim efektif memangkas waktu tunggu di ruang penyerahan berkas.

Baca Juga :  Ikhtiar KAI-RSUD Abdul Moeloek Menyehatkan Warga

Tantangan Edukasi dan Literasi Kesehatan
Meski fasilitas telah dimutakhirkan, RSUDAM masih membentur tembok klasik: minimnya informasi di tingkat akar rumput. Banyak warga yang belum mengetahui bahwa rumah sakit daerah ini memiliki tim dokter gigi spesialis terlengkap di Provinsi Lampung.

Kepala Humas RSUDAM, Desy Yuanita, mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun kepercayaan publik.

“Kami ingin masyarakat tidak ragu lagi. Seluruh pelayanan didukung dokter spesialis profesional, fasilitas modern, dan yang terpenting mengedepankan mutu serta keselamatan pasien,” kata Desy.

Melalui Poli Gigi Eksekutif ini, RSUDAM berharap dapat menekan angka rujukan pasien ke luar daerah. Di sisi lain, kehadiran layanan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat Lampung akan pentingnya melakukan pemeriksaan gigi rutin sebelum keluhan medis berkembang menjadi lebih fatal.(***)

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Mahasiswa Ikut Tinjau Pelayanan, RSUDAM Buka Ruang Kontrol Sosial
RSUDAM Gelar Webinar P2KB
Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara
Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental
Puskesmas Rajabasa Indah Luncurkan Inovasi IVA JELITA, Permudah Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Layanan Jemput Bola
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD dan RSJ
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:51 WIB

Mahasiswa Ikut Tinjau Pelayanan, RSUDAM Buka Ruang Kontrol Sosial

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com