Kantor Desa Banjar Agung Sepi Bak Kuburan Pelayanan Publik yang Absen, Warga Terabaikan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 15 Juli 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Desa Banjar Agung Sepi Bak Kuburan Pelayanan Publik yang Absen, Warga Terabaikan

 

Kompastuntas.com— Lampung Timur, matahari belum mencapai titik puncaknya ketika Lucky Nurhidayah tiba di Kantor Desa Banjar Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur. Jam menunjukkan pukul 11.00 WIB, namun suasana kantor yang seharusnya menjadi jantung pelayanan masyarakat itu justru sunyi senyap. Tak ada perangkat desa. Tak ada pelayanan. Hanya pintu-pintu tertutup dan halaman yang lengang, seperti tempat yang telah lama ditinggalkan penghuninya.

“Seperti kuburan massal,” ucap Lucky lirih, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Korupsi Indonesia (LSM KAKI) Lampung, ketika menggambarkan suasana kantor desa itu. Ia tak menyembunyikan kemarahannya.

Sebagai aktivis antikorupsi, Lucky mengaku geram. Menurutnya, ketidakhadiran perangkat desa pada jam kerja bukan hanya bentuk kelalaian, tetapi pengkhianatan terhadap amanat publik. Kantor desa, yang seharusnya menjadi tempat masyarakat mencari solusi dan pelayanan, justru kosong melompong di tengah hari.

“Saya sangat menyesalkan kondisi ini. Bagaimana masyarakat mau percaya pada pemerintah desa jika kantornya saja seperti rumah tak berpenghuni?” tegasnya.

Lebih dari itu, LSM KAKI meminta Bupati Lampung Timur segera mencopot Kepala Desa Banjar Agung, Hadi Suhendro. Lucky menilai kepala desa telah gagal menunjukkan kepemimpinan dan tanggung jawab publik.

Baca Juga :  16 KM Jalan Di Lampung Sudah Mulai di Beton

“Saya minta Bupati jangan tutup mata. Ini bukan keluhan biasa. Ini soal pelayanan dasar yang tidak dijalankan,” ujarnya.

Kritik Warga Kantor Desa Hanya Buka Hari Senin

Kritik tak hanya datang dari aktivis. Warga Banjar Agung, yang meminta identitasnya dirahasiakan, membenarkan temuan tersebut. Ia mengaku kesulitan mengurus surat-surat karena kantor desa hanya aktif setiap hari Senin pagi.

“Kadang Senin aja cuma buka sampai jam 9. Sisanya tutup terus. Kami masyarakat jadi bingung harus kemana,” keluh warga tersebut.

Tinjauan Hukum, Bisa Masuk Pelanggaran Disiplin dan Administrasi Negara

Pakar hukum administrasi publik, Dr. Yudi Kurniawan, S.H., M.H., dari Universitas Lampung, menilai kasus ini tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, jika benar kantor desa tidak menjalankan fungsi pelayanan publik secara konsisten, maka ada indikasi pelanggaran hukum administrasi negara.

“Setiap aparatur desa memiliki kewajiban melayani masyarakat sesuai waktu kerja yang diatur. Jika tidak hadir tanpa alasan yang sah, maka itu dapat dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin, sebagaimana tertuang dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, dan prinsipnya berlaku pula bagi perangkat desa berdasarkan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017,” jelas Yudi.

Ia menambahkan, apabila masyarakat dirugikan akibat absennya pelayanan, maka bisa saja diajukan gugatan hukum administrasi atau melaporkannya ke Inspektorat Daerah.

Baca Juga :  Peringatan HUT ke-76 Satpol PP, Gubernur Tekankan Peran Strategis Satpol PP Jaga Ketertiban dan Stabilitas Daerah

“Negara tidak boleh absen melayani warganya. Jika kepala desa terbukti lalai, maka bupati memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi hingga pemberhentian,” tambahnya.

Desakan Evaluasi Menyeluruh

LSM KAKI mendesak agar pengawasan terhadap seluruh kepala desa di Lampung Timur diperketat. Jangan sampai fenomena seperti di Banjar Agung menjadi hal lumrah. Lucky mengingatkan bahwa desa adalah ujung tombak pelayanan pemerintahan. Jika desa lumpuh, maka negara ikut pincang.

“Ini bukan sekadar soal kantor tutup. Ini soal etika publik, soal kepercayaan rakyat. Jika dibiarkan, maka rakyat bisa kehilangan harapan terhadap sistem pemerintahan,” pungkas Lucky Nurhidayah.

Penulis : Hengki utama

Berita Terkait

Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot
Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan
Pangeran Edward Syah Pernong dan Gubernur Lampung Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya
Merawat Fondasi Keberagaman Lampung: Gubernur Mirza Kukuhkan Tiga Forum Strategis
RDP DPRD – JTTS Digelar Tertutup
Mirza Tinjau PHC di Lampung Timur, Dorong Petani Tingkatkan Hasil Panen dan Kesejahteraan
Utang Pemda Demi Rakyat dan Wujud Komitmen Pelayanan Bupati Lampung Utara
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:34 WIB

Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:18 WIB

Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:34 WIB

Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:02 WIB

Pangeran Edward Syah Pernong dan Gubernur Lampung Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:27 WIB

Merawat Fondasi Keberagaman Lampung: Gubernur Mirza Kukuhkan Tiga Forum Strategis

Berita Terbaru

Politik

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:28 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com