Ganjar Jationo Birokrat Mumpuni yang Sempat “Disingkirkan”, Tapi Kita Tetap Kritis Awas Beliau!

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Jationo Birokrat Mumpuni yang Sempat “Disingkirkan” , Tapi Kita Tetap Kritis Awas Beliau!

Ditulis oleh Sandi Fernanda
Generasi Milenial Peduli Akses Lampung (GEMPAL)

 

Kompastuntas.com—Kotabumi, ada yang menarik dari pelantikan pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung beberapa waktu lalu. Bukan soal seremonialnya, tapi soal kembalinya nama Ganjar Jationo ke pos strategis Kepala Dinas Kominfo Lampung.

Langkah ini sontak disambut lega oleh banyak kalangan. Wartawan, aktivis, hingga birokrat internal tak bisa menutupi kekaguman. Bukan karena pelantikannya yang heboh, melainkan karena selama ini publik bertanya-tanya kenapa sosok sekompeten Ganjar justru sempat diasingkan dari jabatan strategis?

Ganjar bukan birokrat sembarangan. Kariernya panjang dan teruji mulai dari Pemkab Lampung Barat hingga dipercaya menangani berbagai posisi penting di Pemprov Lampung. Ia dikenal sebagai pejabat yang paham substansi, lugas, dan punya kemampuan komunikasi publik yang solid. Tapi ironisnya, justru ia sempat ‘diparkir’ di posisi yang nyaris tak terdengar.

Baca Juga :  Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026

“Ganjar itu tipikal “pekerja. “Cekatan”, “bersih”, komunikatif. Tapi dia malah disingkirkan, entah oleh siapa,” ujar seorang pejabat senior yang enggan disebutkan namanya.

Di balik pujian untuk Gubernur Rahmat Mirzani Djausal karena berani mengembalikan Ganjar ke posisi strategis, terselip catatan kenapa butuh waktu lama untuk mengoreksi kesalahan ini? Tapi media dan masyarakat tetap harus keritis dan mengawasi langkah beliau jika itu tidak baik tolong koreksi, disampaikan salah seorang Tokoh Pers Setempat

Bukan rahasia lagi, ada dinamika politik dan permainan kelompok kepentingan di balik rotasi pejabat di Pemprov Lampung. Mereka yang tidak sejalan atau dianggap tidak cukup “patuh” bisa dengan mudah digeser, tak peduli seberapa besar kapasitas dan kontribusinya.

Baca Juga :  Kekosongan Wakil Bupati Way Kanan Lumpuhkan Pemerintahan Daerah, HMI Desak Gubernur Lampung Bertindak Tegas

Kini Ganjar kembali, tapi publik masih menyisakan pertanyaan apakah ini murni penilaian profesional, atau sekadar bagian dari kompromi politik menjelang kontestasi 2029?

Apa pun itu, kembalinya Ganjar Jationo ke Diskominfo diharapkan bukan hanya formalitas. Lampung butuh pejabat yang kerja nyata, bukan sekadar loyal tanpa kompetensi.

Dan bagi publik, pelajaran penting dari episode ini kadang yang terbaik justru disingkirkan. Tapi mereka yang benar, pada waktunya akan kembali jika publik cukup bersuara dan tanggapan. Ingat kita tetap awasi jangan karena kedekatan membuat terlena dengan “toleransi” semu.

Editor : Cholik Coy

Berita Terkait

Wirahadikusumah: Digitalisasi manjamah, Wartawan tak Lagi Pegang Audien
Feri Kurniawan, S.H.
Wakil Bendahara Umum PB HMI dan Praktisi Hukum
Tarif Tol Naik, Akademisi Unila Soroti Ancaman bagi Mobilitas dan Daya Beli Masyarakat
Dilema Amplop Suhardiman dan “Kesadaran” yang Terlambat
Belajar dari Tanjung Verde
Utang Jalan dan Kejujuran Fiskal Lampung
Menatap Lampung dari Menara KAHMI
“Panem et circenses” dan Kesadaran Bangsa
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:50 WIB

Wirahadikusumah: Digitalisasi manjamah, Wartawan tak Lagi Pegang Audien

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:00 WIB

Feri Kurniawan, S.H.
Wakil Bendahara Umum PB HMI dan Praktisi Hukum

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:46 WIB

Tarif Tol Naik, Akademisi Unila Soroti Ancaman bagi Mobilitas dan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:38 WIB

Dilema Amplop Suhardiman dan “Kesadaran” yang Terlambat

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:37 WIB

Belajar dari Tanjung Verde

Berita Terbaru

Politik

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:28 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com