“Panem et circenses” dan Kesadaran Bangsa

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Panem et circenses” dan Kesadaran Bangsa

Kompaatuntas.com, Lampung—Ungkapan “Beri mereka roti dan sirkus, maka mereka tidak akan berontak” berasal dari penyair Romawi Juvenal. Dalam bahasa Latin, ungkapan ini adalah “Panem et circenses”, yang berarti “roti dan pertunjukan/sirkus.”
Kalimat itu tidak lahir dari kebencian kepada rakyat, melainkan dari kegelisahan melihat manusia yang perlahan kehilangan keberanian untuk berpikir karena terlalu sibuk menikmati apa yang tersaji di depan mata.

Ungkapan ini merupakan kritik terhadap kondisi masyarakat Kekaisaran Romawi. Juvenal mengamati bahwa banyak rakyat lebih peduli pada:
kebutuhan dasar yang terpenuhi (roti atau makanan), dan
hiburan yang menghibur (pertandingan gladiator, balapan kereta, pertunjukan),
daripada memperhatikan kebebasan politik, pemerintahan yang baik, atau hak-hak mereka sebagai warga.

Baca Juga :  Ganjar Jationo Birokrat Mumpuni yang Sempat “Disingkirkan”, Tapi Kita Tetap Kritis Awas Beliau!

Kadang-kadang, saya bertanya, apakah gema kalimat itu masih memantul hingga ke negeri yang kita cintai ini?

Indonesia adalah negeri yang kaya. Kaya akan hutan, laut, bahasa, budaya, dan yang paling berharga, manusia-manusia yang dianugerahi akal. Namun, akal adalah anugerah yang harus terus diasah. Sebab, ketika masyarakat terlalu larut dalam hiruk-pikuk hiburan, tenggelam dalam gelombang sensasi yang datang silih berganti, ada bahaya yang mengintai: kita lupa bertanya ke mana arah kapal besar bernama republik ini sedang berlayar.

Rakyat memang membutuhkan kesejahteraan. Bantuan sosial, pembangunan, dan hiburan bukanlah musuh demokrasi. Semuanya adalah bagian dari kehidupan yang layak. Akan tetapi, kesejahteraan tidak boleh membuat kita kehilangan kepekaan, sebagaimana hiburan tidak boleh mencuri kesadaran. Sebab, bangsa tidak dibangun hanya dengan perut yang kenyang, tetapi juga dengan pikiran yang terus menyala.

Baca Juga :  Peringatan Untuk Nanik S. Deyang : Jangan Di Ulangi

Negeri ini membutuhkan warga yang tidak hanya pandai bertepuk tangan, tetapi juga berani bertanya. Tidak hanya cepat mengagumi, tetapi juga tekun mengkaji. Tidak hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga mengawasi agar pembangunan itu berjalan di jalan yang benar.

Republik Indonesia akan menjadi besar bukan karena rakyatnya tak pernah mengeluh, melainkan karena rakyatnya tak pernah berhenti berpikir. Sebab, kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari ketidakpedulian.

Pada akhirnya, roti akan habis dimakan. Sirkus akan selesai dipentaskan. Namun, kesadaran adalah bekal yang akan menjaga sebuah bangsa tetap berdiri, bahkan ketika tepuk tangan telah berhenti bergema.

Berita Terkait

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  
Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama
Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung
Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru
Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara
Abdul Wachid: Aturan Batas Usia Promosi Jabatan ASN Perlu Fleksibel dan Selaras dengan Sistem Merit
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati

Berita Terbaru

Nasional

HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kolaboratif

Rabu, 2 Sep 2026 - 20:45 WIB

Kesehatan

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:20 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com