Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026
Oleh: Dr. Budiyono, S.H., M.H.

Kompastuntas.com, Lampung—Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah lahirnya kesadaran bangsa. Lbih dari itu, hari ini adalah panggilan moral bagi seluruh anak bangsa untuk kembali menyalakan semangat persatuan, pengabdian, dan keberanian membangun Indonesia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dulu, para pendiri bangsa bangkit melawan penjajahan dengan keterbatasan ilmu, sarana, dan kekuatan. Namun mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih besar: cinta kepada tanah air dan keyakinan bahwa bangsa ini harus berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar dunia. Dari ruang-ruang kecil pendidikan, organisasi, dan diskusi intelektual, lahirlah kesadaran kebangsaan yang kemudian mengubah sejarah Indonesia.

Hari ini, tantangan kita memang berbeda. Kita tidak lagi menghadapi penjajahan fisik, tetapi menghadapi ancaman yang tidak kalah besar: krisis integritas, melemahnya semangat persatuan, ketimpangan pendidikan, disrupsi teknologi, hingga lunturnya kepedulian sosial di tengah derasnya arus individualisme.

Karena itu, kebangkitan nasional di era modern harus dimulai dari kebangkitan moral, kebangkitan intelektual, dan kebangkitan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga :  Kala Kelas Belajar Menjadi Medan Perang

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam proses tersebut. Kampus tidak boleh hanya menjadi tempat mengejar gelar dan prestasi akademik semata. Kampus harus menjadi ruang lahirnya karakter, integritas, keberanian berpikir, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan. Dosen bukan sekadar pengajar, tetapi penjaga nilai dan pembentuk peradaban. Sementara pemimpin perguruan tinggi harus mampu menghadirkan keteladanan, membangun budaya akademik yang sehat, dan memastikan kampus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Lampung, saya percaya bahwa kebangkitan sebuah bangsa selalu dimulai dari kebangkitan dunia pendidikan. Ketika pendidikan dibangun dengan integritas, ketika ilmu pengetahuan diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat, dan ketika seluruh elemen kampus mampu berjalan bersama dalam semangat kolaborasi, maka dari situlah lahir harapan besar bagi masa depan Indonesia.

Universitas Lampung harus terus tumbuh menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. Kampus harus hadir memberi solusi, memperkuat persatuan, serta menjadi cahaya bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Baca Juga :  Sorban, Kuasa, dan Sunyinya Nalar di Balik Tembok Pesantren

Hari Kebangkitan Nasional juga mengajarkan kepada kita bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari rasa pesimis. Perubahan lahir dari keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bekerja, dan keberanian untuk tetap menjaga harapan di tengah segala keterbatasan.

Karena itu, mari kita bangkit bersama. Bangkit dalam ilmu pengetahuan. Bangkit dalam integritas. Bangkit dalam kolaborasi. Dan bangkit dalam semangat pengabdian untuk Indonesia yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

Sebab sesungguhnya, masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling tulus mengabdi untuk negeri.

“Kebangkitan Nasional adalah tentang keberanian menyalakan harapan, menjaga persatuan, dan mengabdikan ilmu demi kemajuan bangsa.”

*Bandar Lampung, 20 Mei 2026*
Dr. Budiyono, S.H., M.H.

Penulis : Dr. Budiyono, S.H., M.H.

Berita Terkait

Hari Kebangkitan Nasional :Rupiah Jatuh, Nurani Bangsa Goyah
Pergub Literasi: Hadiah Terindah Gubernur Lampung di Hari Buku Nasional 2026
Arogansi Oknum Kadis Lampung di Pusaran Hukum: Menguji ‘Equality Before The Law’ Dalam Kasus Pengancaman Wartawan
Soal Film Pesta Babi, Yusril Minta Publik Tak Terpancing Judul Provokatif
Sorban, Kuasa, dan Sunyinya Nalar di Balik Tembok Pesantren
Thio Sulistio: Kriminalisasi Ini Menghancurkan Mental Saya
Dari Aula Disdikbud untuk Lampung Cerdas Selamat Bekerja Dewan Pendidikan Lampung
Kala Kelas Belajar Menjadi Medan Perang
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:20 WIB

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:49 WIB

Hari Kebangkitan Nasional :Rupiah Jatuh, Nurani Bangsa Goyah

Senin, 18 Mei 2026 - 22:07 WIB

Pergub Literasi: Hadiah Terindah Gubernur Lampung di Hari Buku Nasional 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 07:29 WIB

Arogansi Oknum Kadis Lampung di Pusaran Hukum: Menguji ‘Equality Before The Law’ Dalam Kasus Pengancaman Wartawan

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:40 WIB

Soal Film Pesta Babi, Yusril Minta Publik Tak Terpancing Judul Provokatif

Berita Terbaru

Opini

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:20 WIB

Kriminal

Dua Jurnalis Dihadang Dua Pria saat Liput Toko Emas JSR

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:17 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com