Bonatua Silalahi Klaim Tak Temukan Verifikasi Ijazah Jokowi, Dibukukan dalam Karya Terbaru

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bonatua Silalahi Klaim Tak Temukan Verifikasi Ijazah
Jokowi, Dibukukan dalam Karya Terbaru

Kompastuntas.com— Jakarta, Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menerbitkan buku berjudul Ijazah Jokowi Tidak Ada. Buku itu memuat hasil penelitiannya mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang kembali mencuat dalam beberapa tahun terakhir.

Bonatua mengaku mulai menaruh perhatian pada isu tersebut setelah gugatan yang diajukan Bambang Tri Mulyono pada 2022 terkait keabsahan ijazah Jokowi. Dari sana, ia kemudian melakukan penelusuran yang disebutnya berlangsung bertahap dan berbasis dokumen.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Official iNews pada pertengahan Mei 2026, Bonatua mengatakan penelitiannya dimulai dari Pasar Pramuka, Jakarta Pusat, yang selama ini kerap dikaitkan dengan praktik pembuatan dokumen palsu, termasuk ijazah. Ia mengaku tertarik menelusuri pola dan modus pemalsuan dokumen setelah menyaksikan tayangan televisi mengenai praktik tersebut.

Baca Juga :  Kekosongan Wakil Bupati Way Kanan Lumpuhkan Pemerintahan Daerah, HMI Desak Gubernur Lampung Bertindak Tegas

“Hipotesis saya sederhana, apakah ijazah itu benar-benar ada atau tidak. Saya mencoba menelusurinya dengan mengikuti alur administrasi yang digunakan penyelenggara pemilu,” kata Bonatua.

Untuk mendukung penelitiannya, Bonatua menyebut mendatangi sejumlah lembaga, antara lain KPUD Kota Surakarta, lembaga kearsipan daerah, KPU RI, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), hingga Sekretariat Negara. Ia mengklaim tidak menemukan dokumen atau berita acara yang secara eksplisit menunjukkan proses verifikasi antara fotokopi ijazah yang beredar dengan dokumen asli.

Menurut Bonatua, salah satu temuan yang dianggapnya janggal adalah keberadaan fotokopi ijazah legalisir berstempel basah yang, menurut dia, tidak ditemukan kembali dalam arsip sejumlah lembaga yang pernah menyimpan dokumen pencalonan Jokowi.

Baca Juga :  Bukan Daya Beli, tetapi Daya Tahan

Ia juga menyoroti legalisasi dokumen yang disebut tidak mencantumkan tanggal pada cap pengesahan. Berdasarkan rangkaian penelusuran itu, Bonatua menyimpulkan bahwa tidak ada lembaga publik yang mampu memastikan keaslian ijazah Jokowi melalui mekanisme verifikasi formal yang ia anggap memadai.

Kesimpulan tersebut kemudian dituangkannya dalam buku Ijazah Jokowi Tidak Ada.

Meski demikian, polemik mengenai ijazah Jokowi selama ini telah berulang kali dibantah oleh pihak terkait, termasuk Universitas Gadjah Mada yang sebelumnya menyatakan Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan kampus tersebut.

Berita Terkait

Wirahadikusumah: Digitalisasi manjamah, Wartawan tak Lagi Pegang Audien
Feri Kurniawan, S.H.
Wakil Bendahara Umum PB HMI dan Praktisi Hukum
Tarif Tol Naik, Akademisi Unila Soroti Ancaman bagi Mobilitas dan Daya Beli Masyarakat
Dilema Amplop Suhardiman dan “Kesadaran” yang Terlambat
Belajar dari Tanjung Verde
Utang Jalan dan Kejujuran Fiskal Lampung
Menatap Lampung dari Menara KAHMI
“Panem et circenses” dan Kesadaran Bangsa
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:50 WIB

Wirahadikusumah: Digitalisasi manjamah, Wartawan tak Lagi Pegang Audien

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:00 WIB

Feri Kurniawan, S.H.
Wakil Bendahara Umum PB HMI dan Praktisi Hukum

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:46 WIB

Tarif Tol Naik, Akademisi Unila Soroti Ancaman bagi Mobilitas dan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:38 WIB

Dilema Amplop Suhardiman dan “Kesadaran” yang Terlambat

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:37 WIB

Belajar dari Tanjung Verde

Berita Terbaru

Politik

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:28 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com