Kuota Terbatas, Dinas Pendidikan Lampung Imbau Calon Siswa Tak Lolos SPMB Lirik Sekolah Swasta
Kompastuntas.com— Teluk Betung, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, resmi mengumumkan hasil akhir seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 pada Rabu, 24 Juni 2026. Pengumuman ini mencakup hasil seleksi di 218 sekolah negeri yang tersebar di seluruh bumi ruwa jurai.
Pengumuman tersebut menjadi muara dari rangkaian panjang proses pendaftaran dan verifikasi berkas yang ketat sejak pertengahan Juni lalu. Tahun ini, pemerintah daerah membuka kuota daya tampung jalur reguler sebesar 76.294 kursi untuk menjaring puluhan ribu siswa baru.
Thomas memastikan proses pengumuman yang dilakukan secara bauran daring (online) dan luring (offline) berjalan mulus tanpa kendala teknis.
Kendati demikian, ia menggarisbawahi realitas klasik tahunan: ketimpangan antara membludaknya jumlah pendaftar dengan kapasitas bangku sekolah negeri yang tersedia.
“Masyarakat harus memahami bahwa kapasitas sekolah negeri memiliki keterbatasan. Kondisi ini membuat tidak semua peserta didik dapat diterima di sekolah yang mereka tuju,” ujar Thomas, Rabu.
Ia meminta publik menyikapi hasil seleksi ini dengan bijak. Bagi calon siswa yang berhasil lolos, Thomas berharap momentum ini digunakan untuk memacu prestasi akademik maupun nonakademik. Sebaliknya, bagi mereka yang tersisih, ia mengimbau agar tidak berkecil hati.
Menurut Thomas, sekolah swasta di Lampung saat ini memiliki kualitas dan kompetensi yang tidak kalah bersaing dengan sekolah pelat merah. Keterlibatan sektor swasta dinilai krusial dalam menyangga beban pendidikan yang tidak bisa ditanggung sendiri oleh anggaran negara.
“Pemerintah tidak mungkin mengakomodasi seluruh peserta didik di sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung. Oleh sebab itu, keberadaan sekolah swasta menjadi pilar penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di Provinsi Lampung,” tutur Thomas.
Dinas Pendidikan berharap hasil SPMB ini tidak memicu polemik di tengah masyarakat. Dengan pengawasan ketat, pelaksanaan seleksi tahun ini diklaim telah berjalan transparan dan adil demi mewujudkan pemerataan hak pendidikan di Lampung.









