Lampung Torehkan Capaian Positif, Salah Satu Provinsi dengan Inflasi Rendah

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com, Bandar Lampung — Provinsi Lampung menjadi satu-satunya provinsi di Sumatra yang berhasil masuk dalam dattar 10 provinsi dengan inflasi terendah secara year-on-year (yoy) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 3 November 2025.

Capaian ini menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan tingkat inflasi rendah, yakni berada di angka 1,20%, lebih kecil dari rentang target nasional sebesar 1,5%-3,5%. Pada tingkat kota, Bandar Lampung juga menjadi kota dengan inflasi terendah, yaitu 0,43%. Kinerja positif tersebut menjadi indikator keberhasilan pengendalian harga di daerah, sekaligus menempatkan Lampung di posisi ketiga provinsi dengan inflasi terendah setelah Papua (0,53%) dan Maluku Utara (1,18%).

Data tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dalam Rapat

Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 dirangkaikan dengan Peran Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Serta Evaluasi Dukungan

Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah yang diikuti oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. Il Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (17/11/2025).

Wamendagri, Bima Arya juga menyampaikan bahwa per-Oktober 2025 Inflasi di Indonesia berada pada angka 2,86% yang menempatkan Indonesia pada posisi ke 88 dari 186 negara di dunia dan ke-8 dari 11 negara di Asean.

Baca Juga :  Diduga Bupati Ardito Halalkan Nepotisme dan Transaksi Jabatan di Lampung Tengah

Namun demikian, Bima Arya juga menjelaskan bahwa angka inflasi di Indonesia tidak terlepas dari danpak global yang mempengaruhi inflasi di Indonesia.

“Inflasi di kita tidak terlepas juga dari dampak global selain tentunya faktor-faktor ekonomi domestik dari pemerintahan daerah,” jelasnya.

la menambahkan bahwa berdasarkan data, inflasi di bulan Oktober 2025 ini memang tertinggi sepanjang tahun 2025, adapun komoditas-komoditas penyumbang inflasi month-to-month nya adalah emas perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan wortel.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)

Amalia Adininggar Widyasanti dalam kesempatan tersebut juga menambahkan bahwa Pada Minggu ke- 2 November 2025 BPS Mencatat bahwa hanya terdapat 5 Provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga, sementara 33Provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Adapun komoditas penyumbang andil kenaikan IPH di 5 Provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah

Cabai Merah dan Beras.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang memaparkan bahwa berdasarkan data Badan Gizi Nasional, saat ini Rencana SPPG di Lampung 791 dan SPPG yang sudah operasional sebanyak 711.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Berhasil Lampaui Target Investasi, Dorong Kemajuan Pembangunan Daerah

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang berharap akan ada upaya preventif dalam mencegah kenaikan harga komoditas akibat permintaan komoditas dalam pemenuhan MBG di daerah-daerah.

Adapun terkait Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah Dalam Program 3 Juta Rumah, Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perdesaan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Imran merekomendasikan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi terkait dengan Pembangunan Baru atau Renovasi Rumah bagi masyarakat berupa bantuan yang sumber pembiayaannya baik dari APBD ataupun APBN yong tidak muncul sebagai target unit poda dokumen Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD).

pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi terkait dengan Pembangunan Baru atau Renovasi Rumah bagi masyarakat berupa bantuan yang sumber pembiayaannya baik dari APBD ataupun

APBN yong tidak muncul sebagai target unit poda dokumen Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD).

Pemerintah daerah juga diminta untuk mengimplementasikan Pembebasan Bea PBG dan

BPHTB bogi MBR, mengalokasikan anggaran

renovasi RTLH bagi daerah yang belum mengalokasikannya dalam APBD/P 2025, dan mendorong Kabupaten/Kota agar menganggarkannya pada RAPBD Kabupaten/Kota2026-2029.

Serta, Mendorong desa untuk mengalokasikan anggaran renovasi RTLH dalam APBDes dan melaporkan hasil pendataan perumahan Kepada KemenPKP dan Kemendagri. (Dinas KominfotikProvinsi Lampung).

Berita Terkait

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo
Ketua DPRD Provinsi Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Strategis Bank Lampung
Mengejutkan, Camat Sukarame Akui Tak Pernah Tahu Fasum Griya Sukarame Dijual
Sekda Kota Bandar Lampung, Bantah Restui Penjualan Fasum Griya Sukarame
Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung memulai langkah strategis dalam Reformasi Birokrasi dengan melaksanakan program prioritas Badan
Kepala BKD Lampung, Bantah Isu Jual Beli Jabatan di Pemprov Lampung
Perkuat Ekosistem Budaya, Pemprov Lampung Siap Kolaborasi Pendirian Balai Pelestarian Kebudayaan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:35 WIB

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo

Senin, 12 Januari 2026 - 23:04 WIB

Ketua DPRD Provinsi Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Strategis Bank Lampung

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:35 WIB

Mengejutkan, Camat Sukarame Akui Tak Pernah Tahu Fasum Griya Sukarame Dijual

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:55 WIB

Sekda Kota Bandar Lampung, Bantah Restui Penjualan Fasum Griya Sukarame

Senin, 5 Januari 2026 - 13:35 WIB

Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo

Rabu, 14 Jan 2026 - 22:35 WIB