Upaya Konfirmasi Terhambat, Kasus Dugaan Korupsi Honorer Metro–Tuba Masih Tertutup
Kompastuntas.com, Bandar Lampung – Upaya media Beranda Lampung untuk memperoleh informasi resmi terkait perkembangan sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di wilayah Lampung belum membuahkan hasil.
Wartawan Beranda Lampung pada pekan ini mendatangi Polda Lampung dengan maksud menemui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) guna melakukan wawancara terkait penanganan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses pengangkatan dan penerbitan Surat Keputusan (SK) Tenaga Kontrak di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro Tahun Anggaran 2024 dan 2025.
Selain itu, wartawan juga hendak meminta klarifikasi terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terjadi di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang pada rentang waktu 2010–2014, yang kembali mencuat dan dikaitkan dengan persoalan tenaga honorer yang tidak masuk dalam database resmi pada Desember 2025 lalu.
Namun, setibanya di Mapolda Lampung, wartawan diarahkan oleh petugas untuk berkoordinasi dan melakukan wawancara melalui Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari, sesuai mekanisme kehumasan institusi kepolisian.
Sayangnya, saat wartawan Beranda Lampung mendatangi ruang kerja Kabid Humas Polda Lampung untuk meminta keterangan resmi, Kombes Pol. Yuni Iswandari tidak berada di tempat, sehingga wawancara belum dapat dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kedua perkara tersebut. Media Beranda Lampung akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan demi memperoleh informasi yang berimbang dan akurat sesuai dengan prinsip jurnalistik.
Beranda Lampung berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu dugaan korupsi dan tata kelola pemerintahan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan kepentingan publik.









