Biro Kesra Lampung Bantah Mark Up Umrah: Harga Rp38,35 Juta Klaim Sesuai Spesifikasi, Publik Tetap Pertanyakan Mekanisme

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biro Kesra Lampung Bantah Mark Up Umrah: Harga Rp38,35 Juta Klaim Sesuai Spesifikasi, Publik Tetap Pertanyakan Mekanisme

Kompastuntas.com — Bandar Lampung
Polemik pengadaan program umrah 291 jamaah oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Lampung terus bergulir. Di tengah sorotan publik terkait dugaan pelanggaran regulasi dan lonjakan harga paket umrah, Kepala Biro Kesra Lampung, Yuri Agustina Primasari, akhirnya memberikan klarifikasi.

Yuri menegaskan bahwa harga paket umrah sebesar Rp38.350.000 per orang telah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dan bukan angka yang muncul tanpa dasar.

“Harga per orang Rp38.350.000 dan itu sudah sesuai spek,” ujar Yuri dalam keterangan tertulisnya.

Ia merinci, biaya tersebut meliputi:
1. Uang saku Rp1 juta per peserta
2. Tiket pesawat Lampung–Jakarta (Garuda Indonesia)
3. Tiket Jakarta–Jeddah (Garuda Indonesia)
4. Hotel dengan jarak kurang dari 250 meter dari pelataran Masjidil Haram
5. Hotel Madinah bintang 4
6. Hotel Mekkah bintang 5

Terkait mekanisme pengadaan melalui E-Katalog, Yuri menyatakan hal tersebut merupakan ranah teknis Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PPTK.

Baca Juga :  Rapat Konsolidasi, Lampung Anti LGBT Matangkan Aksi Pengawalan Perda

“Untuk mekanisme E-Katalog dan lainnya, silakan hubungi PPTK, Saudara Soliqin,” pungkasnya.

Namun klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kritik. Sebelumnya, Kompastuntas.com mengungkap dugaan kejanggalan pengadaan program umrah ini, mulai dari nilai anggaran mencapai Rp11,1 miliar, hingga harga paket Rp38,5 juta per jamaah yang dinilai jauh melampaui harga referensi nasional Rp23 juta sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1021 Tahun 2023.

Selisih hampir Rp15 juta per orang itulah yang memicu pertanyaan publik: apakah lonjakan harga tersebut benar-benar sebanding dengan fasilitas yang diterima jamaah?

Selain itu, muncul dugaan adanya pengkhususan paket “Umroh Provinsi Lampung” yang ditawarkan oleh PT Dream Tours and Travel, sehingga PPK dapat langsung melakukan pemesanan tanpa membuka ruang persaingan bagi penyedia lain di E-Katalog.

Model pengadaan semacam ini dinilai berpotensi melanggar prinsip kompetisi sehat sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2021 dan Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021.

Ketua Umum PGK Lampung, Andri Trisko, bahkan menyebut fasilitas yang diterima jamaah diduga tidak sepadan dengan harga tinggi yang dibayarkan. Ia mengklaim terdapat penurunan kualitas layanan, mulai dari hotel yang diduga di bawah standar, pengurangan jatah air zam-zam, hingga biaya visa yang dibebankan kepada jamaah.

Di sisi lain, Ketua Umum LSM L@pakk Lampung, Nova Handar, menyoroti aspek teknis E-Katalog. Menurutnya, sistem tersebut seharusnya memungkinkan pemilihan penyedia dengan harga terendah pada spesifikasi yang sama, bukan justru mengarah pada satu penyedia tertentu.

Meski demikian, Nova juga mengakui bahwa harga Rp23 juta dalam KMA merupakan batas minimal, dan harga bisa meningkat hingga Rp38 juta apabila fasilitas yang diberikan memang lebih tinggi.

Baca Juga :  Besok, Dewan Pendidikan Lampung Resmi Dilantik Ditantang Tak Sekadar Simbol Partisipasi

Hingga berita ini diturunkan, PPTK Soliqin belum memberikan penjelasan terbuka terkait proses pemilihan penyedia di E-Katalog. Publik pun masih menanti transparansi penuh dari Pemprov Lampung:
apakah kenaikan harga murni demi kenyamanan jamaah, atau justru menyisakan celah dugaan kolusi dalam pengadaan?

Jika polemik ini tak dijelaskan secara terbuka dan akuntabel, bukan tidak mungkin persoalan ini berlanjut ke ranah hukum. (*)

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Rapatkan Barisan, Humas HPN–PORWANAS 2027 Siap Gerak Cepat
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat
PWI Lampung Gelar Seleksi Catur dan Domino Jelang Porwanas
Selamat, Hi Darussalam Dilantik Jadi Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung periode 2026–2029
Bakti Sosial di Masjid Al-Mulk: Saat RSUD Abdul Moeloek Membawa Senyum Lewat Khitanan Massal
Dari Uji Coba Berbuah Sukses, PHC Ubah Produktivitas Sawit Petani Lampung Timur
Aprohan Tolak Piagam Penghargaan Polda Lampung: Tidak Pernah Merasa Berkontribusi untuk Institusi Polri
Koperasi IJP Maju Sejahtera Jajaki Kolaborasi dengan Dinas Peternakan Lampung, Perkuat Kemandirian Anggota
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:28 WIB

Rapatkan Barisan, Humas HPN–PORWANAS 2027 Siap Gerak Cepat

Senin, 6 Juli 2026 - 08:23 WIB

Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pendopo Agung Nuswantoro Berlangsung Khidmat

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:17 WIB

PWI Lampung Gelar Seleksi Catur dan Domino Jelang Porwanas

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:30 WIB

Selamat, Hi Darussalam Dilantik Jadi Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung periode 2026–2029

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:18 WIB

Bakti Sosial di Masjid Al-Mulk: Saat RSUD Abdul Moeloek Membawa Senyum Lewat Khitanan Massal

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com