MBG Dipangkas Hanya Hari Sekolah, Pemerintah Klaim Lebih Efektif dan Hemat Rp20 Triliun

Avatar photo

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBG Dipangkas Hanya Hari Sekolah, Pemerintah Klaim Lebih Efektif dan Hemat Rp20 Triliun

 

Kompastuntas.com—Jakarta, Pemerintah akhirnya mengubah skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bantuan yang semula diberikan hingga hari libur, kini diputuskan hanya disalurkan pada hari sekolah.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut evaluasi menunjukkan distribusi saat hari libur tidak berjalan efektif. Siswa sebagai penerima utama justru tidak berada di sekolah, sehingga penyaluran kerap tidak tepat sasaran.

“Kalau hari libur, anak-anak tidak di sekolah. Itu tidak efektif,” ujar Zulkifli.
Contoh paling jelas terlihat saat libur Lebaran.

Distribusi tetap dilakukan, tetapi penerima tidak terjangkau secara optimal. Pemerintah menilai skema tersebut justru berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran dan masalah distribusi di lapangan.

Dengan kebijakan baru ini, MBG untuk siswa akan mengikuti pola kehadiran sekolah lima hari bagi sekolah dengan sistem lima hari belajar, dan enam hari bagi yang masih menjalankan kegiatan belajar enam hari.

Baca Juga :  Ratusan Masa Aksi AMAL MBG di Tugu Adiputra Minta Program Dilanjutkan

Namun, perubahan ini tidak berlaku untuk seluruh penerima. Pemerintah menegaskan kelompok rentan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap mendapatkan bantuan enam hari dalam sepekan. Kebijakan tersebut merujuk pada pedoman Badan Gizi Nasional (BGN) yang menempatkan kelompok ini sebagai prioritas intervensi gizi jangka panjang.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan pengurangan frekuensi untuk siswa justru membuka ruang efisiensi anggaran dalam skala besar.

“Perkiraan kami sekitar Rp20 triliun per tahun bisa dihemat,” ujarnya.

Meski ada pengurangan hari distribusi, pemerintah mencoba menjaga fleksibilitas di wilayah tertentu. Daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi tetap diprioritaskan. Di kawasan seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua, distribusi bahkan dipastikan tetap berlangsung enam hari dalam sepekan.

Baca Juga :  Sertu Mawardi Tampung Aspirasi Warga Saat TMMD ke-124 Kodim 0422/Lampung Barat di Pekon Pemerihan

Pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan hari distribusi di wilayah dengan kondisi gizi yang sangat mengkhawatirkan. Skema ini, menurut Zulkifli, akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, kebijakan ini tidak berdampak pada tenaga pelaksana di lapangan. Gaji pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan tetap, meskipun frekuensi distribusi di sejumlah daerah dikurangi.

Langkah penyesuaian ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan fiskal yang sedang dihadapi pemerintah. Gejolak global, termasuk konflik di Asia Barat, ikut memengaruhi ruang anggaran nasional. Dalam konteks itu, efisiensi menjadi kata kunci bahkan untuk program sosial unggulan seperti MBG.

Namun demikian, perubahan ini menyisakan pertanyaan: sejauh mana efektivitas benar-benar meningkat, dan apakah penghematan anggaran tidak mengorbankan akses gizi bagi anak-anak di luar hari sekolah. Pemerintah memilih menekankan efisiensi. Publik, seperti biasa, akan menilai hasilnya di lapangan.(***)

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Bencana Mengintai Lampung, Proyek Air Bersih BPBD Diterpa Isu Miring
Pernyataan Ketua Umum AMSI atas Wafatnya Sekjen AMSI Maryadi
Istana Jawab Tuntutan BEM UI, Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihentikan
JPU Ajukan Kasasi, Ini Amar Putusan Banding Hakim PT Tanjungkarang Cakra Alam, Aksir dan Ratmoho yang Lepaskan Terdakwa Thio Stepanus Sulistio Kasus Tipikor Tanah Kemenag
Buka Munas HIPMI, Prabowo Minta Pengusaha Muda Berani Ambil Risiko
Bahlil Puji Mirza di Depan Prabowo, Dari Kader HIPMI hingga Pimpin Lampung
Memangkas Carut Marut MBG, BGN Tiap Daerah Berkontrak Langsung Dengan Mitra Dapur MBG
Babak Akhir Sengketa Peradi: Mahkamah Agung Menangkan Kubu Otto Hasibuan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:43 WIB

Bencana Mengintai Lampung, Proyek Air Bersih BPBD Diterpa Isu Miring

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:11 WIB

Pernyataan Ketua Umum AMSI atas Wafatnya Sekjen AMSI Maryadi

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:08 WIB

Istana Jawab Tuntutan BEM UI, Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihentikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:50 WIB

JPU Ajukan Kasasi, Ini Amar Putusan Banding Hakim PT Tanjungkarang Cakra Alam, Aksir dan Ratmoho yang Lepaskan Terdakwa Thio Stepanus Sulistio Kasus Tipikor Tanah Kemenag

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:50 WIB

Buka Munas HIPMI, Prabowo Minta Pengusaha Muda Berani Ambil Risiko

Berita Terbaru

Politik

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:28 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com