Jerat Manis “Kuota Polda” Berujung Bui tiga Tahun

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jerat Manis “Kuota Polda” Berujung Bui tiga Tahun

kompastuntas.com— Teluk Betung, janji manis bisnis minyak goreng murah berlabel “Minyakita” akhirnya membawa Debi Putri Anggraeni ke ujung tandas meja hijau.

Perempuan berpangkat terdakwa ini dituntut hukuman tiga tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu, 3 Juni 2026. Debi dinilai terbukti secara sah meyakinkan melakukan penipuan senilai Rp149,6 juta terhadap Anisa Febriyanti, putri mendiang mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Hamrin Sugandi.

Dalam amar tuntutannya, JPU Edman Putra Nuzula membidik Debi dengan presisi hukum baru. Terdakwa dinilai melanggar Pasal 378 KUHP, yang kini pengacuannya telah bertransformasi menjadi Pasal 492 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Menuntut Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun, dikurangi masa penahanan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” bunyi dokumen tuntutan yang tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tanjungkarang.

Siasat di Balik Aplikasi Pesan
Aroma lancung perkara ini bermula pada Rabu, 5 November 2025, di sebuah rumah di Jalan Sentot Alibasya Pembangunan, Sukarame, Bandar Lampung. Lewat obrolan di aplikasi WhatsApp, Debi melempar umpan ranum 800 dus minyak goreng Minyakita siap dilego dengan harga miring, Rp188.000 per dus.
Untuk meyakinkan korbannya, Debi membawa-bawa institusi kakap. Ia mengklaim komoditas tersebut merupakan “kuota khusus” milik anggota Polda Lampung yang bersumber dari PT Domus Jaya. Terpikat oleh legitimasi semu tersebut, Anisa menawar harga di angka Rp187.000 per dus. Sepakat. Tanpa curiga, Anisa menggelontorkan uang sebesar Rp149,6 juta ke rekening Debi.

Baca Juga :  Arinal Djunaidi Diperiksa, Kejati Lampung Sita Aset Rp38,5 Miliar Lebih

Namun, minyak goreng yang dijanjikan rupanya fiktif. Barang tak pernah ada, dan uang telanjur raib.
Saat kedoknya mulai terbuka, Debi mulai bersiasat. Ia mencoba melempar tanggung jawab dengan dalih uang tersebut telah ditransfer ke rekan bisnisnya bernama Heldayanti sebesar Rp148,4 juta. Alih-alih menunjukkan iktikad baik saat ditagih, Debi justru melempar ancaman jemawa. Kepada Anisa, ia sesumbar tak takut dilaporkan ke polisi dan mengklaim punya “kekebalan” agar tidak masuk jeruji besi. Langkah jemawa itu runtuh saat Anisa resmi menyeretnya ke Polsek Sukarame.

Baca Juga :  Akar Lampung Minta Kejagung Geledah Perusaah PT. SGC

Gadaian SK Guru dan Air Mata Ibu

Di balik angka kerugian ratusan juta itu, ada cerita pilu tentang modal yang dikumpulkan dari keringat seorang guru. Sisni Harti, ibu kandung Anisa, tak mampu menyembunyikan rasa sesalnya. Niat hati ingin menyokong sang anak belajar berwirausaha, Sisni nekat menjaminkan Surat Keputusan (SK) pegawainya ke Bank Eka demi mendapatkan pinjaman modal.

“Saya menggadaikan gaji sebagai guru untuk modal anak belajar bisnis. Tidak menyangka akhirnya malah tertipu,” ujar Sisni, yang sehari-hari mengajar di SMPN 24 Bandarlampung.

Bagi Sisni, tuntutan tiga tahun penjara bukan sekadar angka di atas kertas hukum, melainkan sebuah pesan ketegasan. Ia berharap majelis hakim menjatuhkan vonis maksimal. Bukan atas dasar dendam, melainkan agar efek jera itu nyata, dan tidak ada lagi ibu-ibu lain yang harus kehilangan uang pensiunnya akibat tipu daya berkedok kuota aparat.

Berita Terkait

Lampung Police Watch (LPW) menyoroti keras tindakan penembakan terhadap terduga pelaku begal
LBH Bandar Lampung Kecam Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum oleh Oknum Polisi
Skandal BPJS di PT CPB Terkuak, Ratusan Pekerja Diduga Dibiarkan Tanpa Jaminan Sosial
MENAKAR KEADILAN DI POLDA LAMPUNG: MENGAPA SANKSI ETIK SAJA TIDAK CUKUP BAGI OKNUM POLISI PENGANIAYA?
Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Jadi Tersangka Perintangan Kasus CPO
Polda Garap Penjarahan Lahan di Tuba
GERMASI Desak APH Sikat Mafia Hutan Register 43 B
PNS di Metro Tewas Ditembak Usai Cekcok Soal Utang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:30 WIB

Lampung Police Watch (LPW) menyoroti keras tindakan penembakan terhadap terduga pelaku begal

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:40 WIB

Jerat Manis “Kuota Polda” Berujung Bui tiga Tahun

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:39 WIB

LBH Bandar Lampung Kecam Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum oleh Oknum Polisi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:26 WIB

Skandal BPJS di PT CPB Terkuak, Ratusan Pekerja Diduga Dibiarkan Tanpa Jaminan Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:16 WIB

MENAKAR KEADILAN DI POLDA LAMPUNG: MENGAPA SANKSI ETIK SAJA TIDAK CUKUP BAGI OKNUM POLISI PENGANIAYA?

Berita Terbaru

Kriminal

Jerat Manis “Kuota Polda” Berujung Bui tiga Tahun

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:40 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com