Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental

Kompastuntas.com, Lampung—Komunitas Literasi Lenteraku menggelar webinar LenteraTalk bertema “Pencegahan Bullying dan Kesehatan Masyarakat” pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring itu menghadirkan Dosen UIN Jurai Siwo Lampung, Efa Septiana, S.Tr.Keb., M.Kes., sebagai narasumber, dengan moderator Ulfa Tsamroturrofiqoh, mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Jurai Siwo Lampung.

Webinar diikuti dosen, mahasiswa, pegiat sosial, hingga masyarakat umum yang membahas dampak perundungan, khususnya cyberbullying, terhadap kesehatan mental dan kesehatan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Efa menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa manfaat besar, namun juga memunculkan ancaman berupa meningkatnya praktik perundungan siber.

Menurutnya, cyberbullying dapat berupa intimidasi, penghinaan, pelecehan, penyebaran fitnah, ancaman, maupun penyebaran informasi yang merugikan seseorang melalui media digital.

Baca Juga :  Pemprov Mulai Vaksinasi PMK 2026: 381.150 Dosis Disalurkan ke 15 Kabupaten/Kota

“Cyberbullying dapat terjadi selama 24 jam, menjangkau audiens yang luas, dan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus. Dampaknya sering kali lebih berat dibandingkan bullying secara langsung,” ujarnya.

Ia mengatakan korban cyberbullying berisiko mengalami penurunan rasa percaya diri, kecemasan, stres, depresi, gangguan tidur, hingga penurunan prestasi belajar dan produktivitas kerja. Dalam kondisi tertentu, dampaknya dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang serius.

Efa menegaskan bahwa persoalan bullying tidak lagi hanya menjadi masalah individu, tetapi telah menjadi isu kesehatan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahannya harus melibatkan keluarga, institusi pendidikan, pemerintah, organisasi masyarakat, serta pengguna media sosial.

“Setiap orang memiliki tanggung jawab menciptakan ruang digital yang sehat. Jangan menjadi pelaku, penyebar, ataupun penonton yang membiarkan tindakan bullying terus berlangsung,” tegasnya.

Baca Juga :  MELATI Hadir di Segala Mider, Lansia Diajak Tetap Sehat dan Aktif

Selain itu, Efa menekankan pentingnya literasi digital sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, penggunaan teknologi harus dibarengi dengan etika, empati, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran terhadap dampak hukum dan sosial dari setiap aktivitas di ruang digital.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai pendampingan korban, peran keluarga, serta strategi kampus dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan.

Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Literasi Lenteraku berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun etika bermedia digital, serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari bullying.

Berita Terkait

RSUDAM Gelar Webinar P2KB
Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara
Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Puskesmas Rajabasa Indah Luncurkan Inovasi IVA JELITA, Permudah Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Layanan Jemput Bola
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD dan RSJ
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Menantang Batas Akses Medis: Ikhtiar RSUD Abdul Moeloek Memutus Ketergantungan Rujukan Hipospadia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental

Berita Terbaru

Pendidikan

Selamat, Unila Datang Bersama APH Untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:28 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com