Selamat, Hi Darussalam Dilantik Jadi Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung periode 2026–2029

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selamat, Hi Darussalam Dilantik Jadi Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung periode 2026–2029

Kompastuntas.com— Teluk Betung, sejarah berkali-kali memberikan pelajaran berharga bagi bangsa ini: bahwa keberagaman bukanlah sebuah kutukan, melainkan anugerah yang harus terus-menerus dirawat dengan kebijaksanaan. Di tengah derasnya arus informasi modern yang kerap memicu polarisasi sosial, upaya menjaga simfoni kebangsaan menjadi agenda yang tidak boleh diabaikan.

Kesadaran kolektif inilah yang kini sedang menggeliat di Provinsi Lampung, sebuah wilayah multietnis yang akrab dijuluki Bumi Ruwa Jurai.

Jika tidak ada aral melintang, Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 WIB, Balai Keratun di Kompleks Kantor Gubernur Lampung akan menjadi saksi sebuah momentum penting. Gubernur Lampung, H. Rahmat Mirzani Djausal, dijadwalkan melantik kepengurusan baru Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung periode 2026–2029.

Tidak hanya FPK, dalam kesempatan yang sama, Gubernur yang akrab disapa Kiay Mirza ini juga akan mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Langkah simultan ini seakan menegaskan komitmen mitigasi sosial dan kultural yang integratif dari pemerintah daerah.

Wadah Penjaga Integrasi Sosial

Di bawah nakhoda baru, H. Darussalam, S.H., M.H., FPK Lampung memikul ekspektasi besar untuk menjadi garda terdepan dalam merawat rajutan kebangsaan.

Baca Juga :  Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Pengprov Lampung menggelar kejuaraan daerah pada 9 sd 10 Juni 2026 di Lapangan Pahoman Bandar Lampung

Darussalam menyatakan bahwa soliditas internal organisasi telah terbangun kokoh demi satu tujuan besar: menjaga Lampung tetap sejuk dan damai.

“Kami memiliki tekad yang sama. Perbedaan suku, agama, ras, maupun budaya jangan sampai menjadi pemantik perpecahan. Justru di dalam keberagaman itulah terletak kekuatan terbesar Lampung,” ujar Darussalam dengan nada optimis, Sabtu pekan lalu.

Upaya pembauran ini bukanlah sekadar jargon di atas kertas. Semangat kebersamaan itu sesungguhnya telah tepercik sejak proses persiapan pelantikan. Dalam ruang-ruang diskusi pra-acara, perwakilan dari 37 etnis dan suku yang hidup berdampingan di Lampung duduk bersama dalam satu meja. Mereka sepakat mengesampingkan ego kelompok untuk merumuskan agenda bersama demi mewujudkan harmoni sosial yang berkelanjutan.

Sekretaris FPK Lampung, Idris KS, menambahkan bahwa institusinya yang dibentuk melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung ini dirancang sebagai ruang inkubasi sosial. FPK hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai aktor aktif melalui program kerja unggulan tahunan.

Target jangka panjang mereka jelas, memberikan kontribusi konkret dalam peta jalan Lampung Maju menyongsong Indonesia Emas 2045.
Filosofi di Balik Tenunan Tapis

Baca Juga :  Koperasi IJP Maju Sejahtera Jajaki Kolaborasi dengan Dinas Peternakan Lampung, Perkuat Kemandirian Anggota

Simbolisme persatuan ini bahkan termanifestasi hingga ke aspek visual seragam yang akan dikenakan para pengurus. Elty Yunani, SH, MKn, MG, Ph.D., CLA, pemilik Elty Gallery, menguraikan makna filosofis di balik busana tersebut. Warna hitam dipilih sebagai representasi keteguhan, kewibawaan, serta kepercayaan diri dalam mengawal stabilitas daerah.
Sementara itu, sulaman benang emas yang terinspirasi dari motif kain tapis tradisional melambangkan kemuliaan peradaban Lampung dan kejayaan masa depan.

Struktur visual ini membawa pesan implisit: bahwa setiap langkah taktis pengurus dalam menyelesaikan dinamika sosial harus selalu diterangi oleh nilai-nilai kearifan lokal yang luhur.
Pada akhirnya, keberadaan forum-forum strategis seperti FPK, FKUB, dan FKDM menjadi oase di tengah lanskap sosial politik yang dinamis. Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang steril dari perbedaan, melainkan bangsa yang cakap mengelola perbedaan menjadi energi pembangunan.

Di Bumi Ruwa Jurai, taburan keberagaman itu tampaknya telah menemukan jalannya melalui musyawarah, sikap saling menghormati, dan kesadaran bahwa mereka semua mendiami satu rumah besar yang sama, Lampung.
Tabik pun!

Berita Terkait

Bakti Sosial di Masjid Al-Mulk: Saat RSUD Abdul Moeloek Membawa Senyum Lewat Khitanan Massal
Dari Uji Coba Berbuah Sukses, PHC Ubah Produktivitas Sawit Petani Lampung Timur
Aprohan Tolak Piagam Penghargaan Polda Lampung: Tidak Pernah Merasa Berkontribusi untuk Institusi Polri
Koperasi IJP Maju Sejahtera Jajaki Kolaborasi dengan Dinas Peternakan Lampung, Perkuat Kemandirian Anggota
Besok 3 Presidium dan Pengurus FORHATI Lampung Akan Dilantik
TIM Humas PWI Lampung Matangkan Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027
Selamat, DR Budiyono Nahkodai Hijau-Hitam di Provinsi Lampung
Gelar Rakor Bersama Ketua Komite, SIWO PWI Lampung Matangkan Persiapan Porwanas
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:30 WIB

Selamat, Hi Darussalam Dilantik Jadi Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung periode 2026–2029

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:18 WIB

Bakti Sosial di Masjid Al-Mulk: Saat RSUD Abdul Moeloek Membawa Senyum Lewat Khitanan Massal

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:37 WIB

Dari Uji Coba Berbuah Sukses, PHC Ubah Produktivitas Sawit Petani Lampung Timur

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:48 WIB

Aprohan Tolak Piagam Penghargaan Polda Lampung: Tidak Pernah Merasa Berkontribusi untuk Institusi Polri

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:39 WIB

Koperasi IJP Maju Sejahtera Jajaki Kolaborasi dengan Dinas Peternakan Lampung, Perkuat Kemandirian Anggota

Berita Terbaru

Politik

Konsolidasi Partai Buruh Perkuat Komitmen Bersama

Sabtu, 4 Jul 2026 - 16:22 WIB

Nasional

Pernyataan Ketua Umum AMSI atas Wafatnya Sekjen AMSI Maryadi

Jumat, 3 Jul 2026 - 21:11 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com