Dari Kalianda ke Kotabumi Intji Indriati Menutup Satu Bab, Membuka Babak Baru di Lampung Utara

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Kalianda ke Kotabumi Intji Indriati Menutup Satu Bab, Membuka Babak Baru di Lampung Utara

 

Kompastuntas.com— Kalianda, aula Krakatau siang itu tidak sekadar menjadi ruang pertemuan birokrat. Ia berubah menjadi ruang perpisahan. Setelah 9 tahun 7 bulan menanam jejak di Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati kembali datang bukan untuk rapat anggaran atau membahas target pajak, melainkan untuk berpamitan.

Kini ia menyandang jabatan baru sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara. Sebuah posisi strategis yang menuntut lebih dari sekadar kecakapan administratif kepemimpinan, ketegasan, dan kemampuan menjaga irama birokrasi.

“Saya ingin bersilaturahmi, meminta maaf, sekaligus memohon doa restu,” ujar Intji, Kamis (26/2/2026). Kalimatnya terdengar sederhana, tetapi bagi mereka yang mengenalnya, pernyataan itu menyimpan lapisan makna. Lampung Selatan bukan hanya tempat tugas; ia adalah ruang pengabdian yang membentuk reputasi dan daya tahannya sebagai birokrat.

Sejak 2016, Intji menapaki satu per satu tangga jabatan Kepala BPKAD, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Penjabat Sekda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, hingga Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).

Posisi-posisi yang tak jarang berada di jantung tarik-menarik kepentingan anggaran dan kebijakan.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo

Hampir satu dekade di Kalianda, ia mengaku tak pernah berpindah rumah. Ritme kerja yang padat seolah menenggelamkan kehidupan personalnya dalam pusaran administrasi dan target pendapatan daerah.

Di situlah kedekatan emosional itu tumbuh antara pejabat dan institusi, antara individu dan daerah.

Ia menyebut satu hal yang menurutnya menjadi kekuatan Lampung Selatan: kekompakan. “Satu komando, satu suara,” katanya. Sebuah frasa klasik dalam birokrasi, namun tak selalu mudah diwujudkan. Jika benar soliditas itu terbangun, maka itulah modal yang akan ia bawa ke Lampung Utara daerah yang memiliki tantangan fiskal dan tata kelola berbeda.

Perpindahan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Bagi Lampung Selatan, kepergian Intji berarti melepas salah satu figur yang lama berada di simpul keuangan dan pemerintahan. Bagi Lampung Utara, kehadirannya adalah harapan akan stabilitas dan akselerasi birokrasi.

Di tengah suasana haru, Intji memilih menutup dengan pesan yang nyaris klise, tetapi relevan komunikasi. “Kalau komunikasinya bagus, ngobrolnya enak, senyum, insyaallah semua selesai.” Dalam praktiknya, komunikasi memang kerap menjadi penentu apakah kebijakan berjalan mulus atau tersendat oleh ego sektoral.

Baca Juga :  Ketua DPRD Tubaba Murka, Tuding Kepala BNN Lamtim Serobot Aset Daerah Tanpa Dasar

Sekda Lampung Selatan, Supriyanto, mengakui sebenarnya telah ada rencana pelepasan resmi. Namun momentum Ramadan dan kesibukan kepala daerah membuat agenda itu tertunda. Pernyataan itu terdengar administratif, tetapi cukup untuk menegaskan bahwa perpisahan ini lebih bersifat personal ketimbang seremonial.

Apresiasi pun disampaikan. Pengalaman panjang Intji di Lampung Selatan disebut sebagai bekal penting untuk mengawal birokrasi di Lampung Utara. Sebab, jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif; ia adalah poros yang menjaga agar mesin pemerintahan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kepergian Intji meninggalkan ruang kosong, tetapi juga warisan pengalaman mengelola fiskal, menata pajak daerah, dan menjaga stabilitas internal. Bagi birokrasi daerah, hampir satu dekade bukanlah waktu singkat. Ia cukup untuk membangun sistem atau sekadar mempertahankan keseimbangan.

Kini, satu bab telah ditutup di Kalianda. Babak baru dimulai di Kotabumi. Pertanyaannya sederhana: apakah semangat “satu komando, satu suara” itu akan menemukan bentuknya di tempat baru?

Waktu, seperti biasa, yang akan menjawab.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Arah Baru FST: Menyulam Ekosistem Sains–Teknologi Halal dari Bandar Lampung
Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan
Belanja Makan dan Minum Dewan Balam di Mark Up
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung melantik dan merotasi (rolling) 51 kepala sekolah SMA dan SMK Negeri
DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat
Gubernur Lampung Percepat Perbaikan Jalan Provinsi yang ada Di Kabupaten
IJP Lampung Matangkan Rencana Pembentukan Koperasi
Pengurus Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung Melakukan Audiensi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Rabu, 15 April 2026 - 21:50 WIB

Belanja Makan dan Minum Dewan Balam di Mark Up

Selasa, 14 April 2026 - 13:53 WIB

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung melantik dan merotasi (rolling) 51 kepala sekolah SMA dan SMK Negeri

Selasa, 14 April 2026 - 13:50 WIB

DPRD Lampung Dorong RKPD 2027 Berkualitas dan Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 - 09:04 WIB

Gubernur Lampung Percepat Perbaikan Jalan Provinsi yang ada Di Kabupaten

Berita Terbaru

Pendidikan

Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:56 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com