PGK Lampung: Tindakan BNNP dalam Menetapkan Status Pengurus HIPMI Adalah Bentuk Abuse of Power

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 7 September 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PGK Lampung: Tindakan BNNP Lampung dalam Menetapkan Status Pengurus HIPMI Adalah Bentuk Abuse of Power

 

Kompastuntas.com— Bandar Lampung, Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPW – PGK) Provinsi Lampung, mengecam keras tindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung yang menetapkan status hukum terhadap pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung, hal tersebut di sampaikan Andri Trisko, S.H.,M.H., selaku ketua DPW PGK Provinsi Lampung, Sabtu (6/9/2025).

Andri Trisko menegaskan bahwa Langkah BNN Provinsi Lampung yang merehabilitasi lima mantan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung, selain tidak memiliki dasar kewenangan, juga dapat dikategorikan sebagai abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan), karena telah melangkahi ranah yudikatif yang menjadi kewenangan mutlak pengadilan.

“BNNP Lampung telah melampaui kewenangan hukum, karena pengadilanlah yang berhak menetapkan keputusan rehabilitasi. Tindakan ini jelas merupakan abuse of power, mencerminkan sikap arogan aparat yang bertindak seolah-olah berada di atas hukum, ” Ungkapnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh BNN Provinsi Lampung dalam mengambil keputusan terhadap lima mantan pengurus HIPMI berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum serta meninggal kesan bahwa hukum dijalankan secara transaksional, bukan profesional.

Baca Juga :  Antara Pengedar, Pelaku dan Korban Narkoba

Ketua DPW PGK Lampung ini juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa landasan hukum yang dilanggar seperti, Pasal 1 ayat (9) KUHAP menyebutkan tersangka adalah seorang yang karena bukti permulaan cukup diduga sebagai pelaku tindak pidana, dan proses sahnya harus diuji di peradilan., lalu Pasal 77 KUHAP menegaskan, hanya pengadilan negeri yang berwenang memutus sah atau tidaknya penetapan tersangka, penahanan, maupun penghentian penyidikan.

SEMA No. 4 Tahun 2011 menegaskan perlunya kehati-hatian aparat dalam menetapkan status hukum seseorang.

SEMA No. 2 Tahun 2019 menegaskan bahwa rehabilitasi adalah hak hukum yang hanya dapat diputuskan oleh pengadilan, bukan keputusan administratif aparat.

Baca Juga :  Sentuh Kemanusiaan Tim Kesehatan Turut Beraksi di TMMD

Atas fenomena yang terjadi ini, PGK Provinsi Lampung mengecam dengan sangat keras tindakan BNNP Lampung yang di nilai sebagai penyalahgunaan kewenangan (abuse of power), serta Mendesak agar BNNP Lampung segera mengembalikan kewenangan tersebut kepada pengadilan sebagai lembaga yang berhak memutus status hukum warga negara.

PGK juga meminta agar seluruh aparat penegak hukum di Lampung bertindak transparan, netral, dan profesional, bukan menggunakan hukum sebagai alat kepentingan.

Andri Trisko S.H M.H yang juga selaku (Advokat) juga mengingatkan, apabila praktik abuse of power terus dibiarkan, maka negara hukum akan terdegradasi menjadi negara kekuasaan.

“hukum harus menjadi instrumen keadilan, bukan senjata kekuasaan. Setiap tindakan aparat yang melampaui kewenangan adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang tidak boleh dibiarkan, ” Tutupnya. (Redaksi)

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Penerbitan HGU SGC Kangkangi Kemenhan RI, Kejagung di Desak Periksa Mentri ATR/BPN
Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru
HA IPB Lampung Rajut Kebersamaan Lintas Generasi, Dorong Kontribusi Nyata untuk Lampung Maju
Lembah Hijau, Lembah Kematian: “Bakas”, Harimau Sumatera Agresif yang Berujung Tragis
Aktivis Germasi Desak Kejagung “Jangan Lindungi Mafia Hutan!”
Pemred Club Protes Pencabutan Akses Jurnalis CNN di Istana
“Kapolda Lampung Diganti, Irjen Helmy Diparkir ke Itwasum”
Lampung Sambut Pengetatan Impor Etanol dan Singkong: Harapan Baru Petani, Ujian bagi Industri
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:52 WIB

Penerbitan HGU SGC Kangkangi Kemenhan RI, Kejagung di Desak Periksa Mentri ATR/BPN

Minggu, 30 November 2025 - 20:41 WIB

Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru

Minggu, 23 November 2025 - 11:26 WIB

HA IPB Lampung Rajut Kebersamaan Lintas Generasi, Dorong Kontribusi Nyata untuk Lampung Maju

Sabtu, 8 November 2025 - 20:29 WIB

Lembah Hijau, Lembah Kematian: “Bakas”, Harimau Sumatera Agresif yang Berujung Tragis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:40 WIB

Aktivis Germasi Desak Kejagung “Jangan Lindungi Mafia Hutan!”

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo

Rabu, 14 Jan 2026 - 22:35 WIB