Kekerasan di EPA Memalukan, Sikambara Minta Sanksi Tegas

Avatar photo

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com—Bandarlampung — Insiden kekerasan yang melibatkan pemain Elite Pro Academy (EPA) Bhayangkara FC terhadap pemain muda Dewa United dalam laga EPA U-20 di Semarang memicu gelombang kecaman publik. Aksi “tendangan kungfu” yang viral di media sosial itu dinilai mencoreng wajah sepak bola nasional dan memperlihatkan rapuhnya pembinaan mental pemain usia dini.

Ketua supporter Sikambara Lampung, Junaedi, angkat bicara keras atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian itu bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan sinyal serius kegagalan dalam membangun karakter pemain muda.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini alarm bahaya bagi sistem pembinaan kita. Kalau sejak muda sudah mengedepankan kekerasan, bagaimana masa depan sepak bola kita?” tegas Junaedi, Senin (20/4/2026).

Baca Juga :  Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Menurutnya, sepak bola tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas, etika, dan pengendalian emosi. Ia menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya pembinaan mental di level akademi.

Junaedi yang juga Presiden Pajero One Indonesia Chapter Krakatau, CEO Rumah Makan Minang Indah Grup, serta Wakil Bendahara DPP APINDO Lampung, mendesak penyelenggara liga dan klub bertindak tegas.

“Kami berharap ada sanksi tegas, bukan hanya formalitas. Harus ada efek jera. Jangan sampai hal seperti ini dianggap lumrah di kompetisi usia muda,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan pemain, terutama dalam aspek mental dan emosional. Menurutnya, pelatih dan manajemen klub memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter pemain sejak dini.

Baca Juga :  Edi Purnomo Diberhentikan dari Jabatan Wakil Sekretaris IPSI Lampung karena Langgar AD/ART

“Pembinaan itu bukan cuma fisik dan teknik. Mentalitas harus jadi prioritas. Klub dan pelatih harus benar-benar serius dalam hal ini,” tambahnya.

Seperti diketahui, insiden terjadi usai laga EPA U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4). Dalam video yang beredar luas, seorang pemain Bhayangkara FC terlihat berlari dan melayangkan tendangan keras ke arah wajah pemain Dewa United hingga menyebabkan luka. Aksi tersebut langsung menuai kecaman karena dinilai brutal dan tidak mencerminkan nilai sportivitas.

Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia untuk berbenah, menciptakan kompetisi yang sehat, aman, serta mendidik bagi generasi muda. (*).

Berita Terkait

Kick Off Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Semangat Olahraga di Lampung
Gubernur Lepas Peserta Bank Lampung RUN 2026, Apresiasi Kontribusi untuk UMKM
Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Sabtu Ini, Gubernur, Wagub, dan Ketua DPRD Lampung Hadiri Launching IJP FC dan Turnamen Minisoccer
Resmi Dilantik, Budi Dharmawan Ketuai Pengprov ORADO Lampung
Strategi MLBB dan E-Football untuk Mahasiswa dan Masyarakat Lampung
Ikuti Pinktober Run 2025, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Waspadai Kanker Payudara Lewat Gaya Hidup Sehat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:32 WIB

Kekerasan di EPA Memalukan, Sikambara Minta Sanksi Tegas

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:32 WIB

Kick Off Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Semangat Olahraga di Lampung

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:25 WIB

Gubernur Lepas Peserta Bank Lampung RUN 2026, Apresiasi Kontribusi untuk UMKM

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:40 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:59 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Sport

Kekerasan di EPA Memalukan, Sikambara Minta Sanksi Tegas

Senin, 20 Apr 2026 - 09:32 WIB

Pendidikan

Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:56 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com