DP Lampung Sinkronkan Arah Kebijakan dengan Gubernur, Soroti Rendahnya Mutu Guru dan Minimnya Mimpi Siswa

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pendidikan Lampung Sinkronkan Arah Kebijakan dengan Gubernur, Soroti Rendahnya Mutu Guru dan Minimnya Daya Mimpi Siswa

 

Kompastuntas.com— Teluk Betung, Dewan Pendidikan Provinsi Lampung menggelar rapat khusus bersama Gubernur Lampung dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Selasa, 21 April 2026.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk menyelaraskan program kerja dan menyatukan visi pembangunan pendidikan lima tahun ke depan.
Rapat berlangsung dalam suasana serius. Sejumlah persoalan mendasar pendidikan di Lampung mengemuka, mulai dari aspek regulasi hingga strategi konkret penyelesaian problem yang selama ini dianggap stagnan.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah kontribusi sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada indikator angka rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah. Kedua indikator ini dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Persoalan kita bukan semata angka, tetapi juga kualitas,” ujar salah satu peserta rapat. Ia menyoroti kondisi psikologis dan kultural peserta didik di Lampung yang dinilai belum memiliki dorongan kuat untuk berkembang.

“Anak-anak kita seperti kehilangan mimpi,” katanya. Dalam diskusi tersebut, penguatan literasi dan numerasi menjadi agenda mendesak. Namun, upaya itu dinilai tidak akan efektif tanpa pembenahan pada aspek paling mendasar: kualitas dan kapasitas guru.

Baca Juga :  UIN Dorong Warga Kota Agung Barat Berani Melapor Kasus Kekerasan

Dewan Pendidikan menilai, rendahnya motivasi menjadi guru turut memengaruhi kualitas pembelajaran. Profesi guru, dalam praktiknya, kerap terjebak pada rutinitas mengajar, bukan mendidik. “Mengajar itu administratif, mendidik itu transformasional.

Yang terjadi hari ini lebih banyak yang pertama,” kata peserta lain.
Masalah kompetensi guru juga disorot. Banyak guru dinilai belum memiliki kemampuan adaptif terhadap kondisi sosial dan kebutuhan siswa di daerah.

Karena itu, pemetaan (mapping) kompetensi guru dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan peningkatan kapasitas.

Namun, kritik juga diarahkan pada pola pengembangan kapasitas yang selama ini berjalan. Upaya peningkatan kualitas guru dianggap belum menyentuh substansi.

“Belanja pendidikan lebih banyak bersifat konsumtif, bukan investasi intelektual,” ujar seorang anggota Dewan Pendidikan. Pembelian buku, pelatihan, hingga program penyegaran kompetensi disebut belum menjadi prioritas.

Alih-alih memperkuat kemampuan berpikir dan pedagogi, anggaran pendidikan justru terserap pada kebutuhan yang tidak berdampak langsung pada peningkatan kualitas pengajaran.

Dewan Pendidikan mendorong agar ke depan terdapat ekosistem pendidikan yang lebih utuh. Tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga memastikan guru mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Mutiara Ayu, S.Pd., M.Pd, menilai lonjakan jumlah pendaftar SMA unggulan di Provinsi Lampung merupakan sinyal positif

Proses pengajaran pun diharapkan lebih kontekstual, disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat Lampung.
Rapat ini belum menghasilkan keputusan final, namun menjadi titik awal konsolidasi arah kebijakan pendidikan daerah.

Pemerintah provinsi diharapkan dapat menerjemahkan hasil diskusi ke dalam kebijakan yang lebih konkret dan terukur.

Di tengah berbagai tantangan itu, satu hal mengemuka: pembenahan pendidikan Lampung tidak cukup dengan program, tetapi memerlukan perubahan cara pandang. Tanpa itu, target peningkatan kualitas manusia hanya akan berhenti sebagai angka di atas kertas.(***)

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Ketika AI Bertemu Quantum Computing: Harapan Baru Menjawab Tantangan Masa Depan
Budiyono Menang Telak dalam Rekapitulasi Suara Pemilihan Rektor Unila 2027–2031
Budiyono Tekankan Integritas dan Kebersamaan dalam Paparan Terakhir Calon Rektor Unila 2027–2031
Budiyono Tawarkan “Unila Go Beyond Achievement”, Delapan Misi Jadi Taruhan
Habiburokhman: Jabatan Ketua Komisi III DPR Bisa Berakhir, Kader HMI Selamanya
500 Mahasiswa Masuk LK I HMI, Apa yang Akan Mereka Bawa Pulang?
Selamat, SMA Negeri 1 Kota Bumi Ditunjuk Menjadi Penyelenggara Program SMA Terbuka
Tak Sekadar Ijazah, Ikaperta Unila Gembleng Talenta Muda Hadapi Dunia Kerja
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:57 WIB

Ketika AI Bertemu Quantum Computing: Harapan Baru Menjawab Tantangan Masa Depan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Budiyono Menang Telak dalam Rekapitulasi Suara Pemilihan Rektor Unila 2027–2031

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Budiyono Tekankan Integritas dan Kebersamaan dalam Paparan Terakhir Calon Rektor Unila 2027–2031

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Budiyono Tawarkan “Unila Go Beyond Achievement”, Delapan Misi Jadi Taruhan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Habiburokhman: Jabatan Ketua Komisi III DPR Bisa Berakhir, Kader HMI Selamanya

Berita Terbaru

Uncategorized

Gubernur Mirza Resmikan Nama Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara

Selasa, 3 Nov 2026 - 22:27 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com