Pesawat Tempur Super Tucano dan F-16 Mendarat Mulus di Tol Trans Sumatera

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com, Lampung—TNI Angkatan Udara menggelar uji coba pendaratan pesawat tempur di ruas Tol Trans Sumatera, Lampung, Rabu (11/2/2026).

Dua pesawat tempur, Super Tucano dan F-16, sukses mendarat dan lepas landas dengan aman.

Uji coba ini menjadi yang pertama dilakukan di jalan tol di Indonesia. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Marskal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto bersama jajaran Kementerian Pertahanan, TNI AU dan Kementerian PU.

Menurut Donny, uji coba ini menjadi penanda penting penguatan sistem pertahanan negara, khususnya dalam menyiapkan infrastruktur sipil yang dapat difungsikan untuk kepentingan pertahanan saat kondisi darurat.

“Dilaksanakan pada hari ini, ini untuk yang pertama kali ya, uji coba pendaratan pesawat tempur di jalan tol. Alhamdulillah, hari ini dapat kita laksanakan dengan aman dan lancar,” kata Donny.

Ia menjelaskan, dua jenis pesawat tempur yang diuji memiliki karakteristik berbeda. Super Tucano merupakan pesawat turboprop yang digunakan TNI AU untuk patroli udara, pengintaian, serta dukungan udara jarak dekat. Sementara F-16 merupakan pesawat tempur supersonik yang berfungsi sebagai garda terdepan pertahanan udara nasional.

Baca Juga :  Forum Perhutanan Sosial KPH Gedong Wani Dibentuk, Langkah Awal Yang Baik

“Kedua pesawat tempur yang diuji, Super Tucano dan F-16, dilaporkan dalam kondisi aman. Artinya, apa yang kita rencanakan berhasil dan berjalan sesuai skenario,” ujarnya.

Tol Sebagai Landasan Darurat Pesawat Tempur

Donny menegaskan, uji coba ini bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari konsep besar pertahanan negara yang melibatkan seluruh elemen, termasuk infrastruktur sipil. Jalan tol disiapkan sebagai alternatif landasan pacu ketika pangkalan udara tidak dapat digunakan.

Ia menyebut konsep ini sejalan dengan sistem pertahanan semesta yang menempatkan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari upaya bela negara, termasuk kementerian teknis, operator jalan tol, hingga masyarakat.

“Ini adalah perwujudan sistem pertahanan semesta. Pertahanan negara bukan hanya urusan TNI, tetapi melibatkan kementerian, pengelola jalan tol, dan masyarakat yang hari ini bersedia mengalah menggunakan jalur alternatif,” ujar Donny.

Ke depan, Kementerian Pertahanan telah menyiapkan peta jalan agar sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia dapat dirancang memenuhi spesifikasi teknis sebagai landasan darurat pesawat.

Menurut Donny, konsep ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan pertahanan di wilayah kepulauan. Dengan banyak titik alternatif pendaratan, operasional pesawat tempur tetap berjalan meski pangkalan utama terganggu.

Baca Juga :  Cabor Apresiasi Plt Ketum KONI Lampung Sat-set, Tanggap Kepentingan Olahraga Lampung

“Kita ingin di setiap pulau besar memiliki banyak alternatif pangkalan. Kalau satu pangkalan diserang, masih ada opsi lain. Karena itu, beberapa ruas jalan tol ke depan akan kita desain agar bisa difungsikan sebagai runway,” ucapnya.

Donny menambahkan, pembangunan infrastruktur ke depan akan diselaraskan dengan kebutuhan pertahanan. Kementerian Pertahanan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR serta pihak pengelola jalan tol agar spesifikasi teknis runway darurat dapat terpenuhi.

“Ke depan, dalam pembangunan jalan tol, kita akan sesuaikan spesifikasinya agar memenuhi persyaratan sebagai runway. Ini bagian dari roadmap pertahanan nasional,” kata Donny.

Ia juga mengapresiasi kemampuan penerbang TNI AU yang mampu mendaratkan pesawat tempur di ruas tol dengan lebar terbatas. Menurutnya, pendaratan di jalan tol memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan di pangkalan udara.

“Lebar jalan tol hanya sekitar 24 meter, jauh lebih sempit dibanding runway bandara yang bisa 45 sampai 60 meter. Ini cukup riskan, tapi penerbang TNI AU sudah dilatih untuk kondisi sempit, dan hasilnya aman,” ujar Donny.

Berita Terkait

AJP Laporkan Dugaan Korupsi Dana BOK Puskesmas Kenali ke Inspektorat
“Temuan BPK Rp1,2 Miliar Mengendap 10 Bulan, AJP Ingatkan Ancaman Pidana di Sekretariat DPRD Lambar”
Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Kabupaten Pesawaran Diperbaiki Pemprov Lampung Tahun Ini
Pemprov Lampung Terus Perkuat Upaya Mitigasi Penanganan Banjir
Pemprov Lampung Gelar Pasar Murah Ramadan di Pringsewu
Pemprov Lampung Apresiasi Program Light Up The Dream PT. PLN (Persero) untuk Warga Pra Sejahtera
TP PKK Provinsi Lampung Hadir di Tengah Masyarakat, Salurkan Bantuan Sosial dan Dukungan Gizi Anak
Semangat Ramadan, TP PKK dan DWP Provinsi Lampung Berbagi Takjil Meski Sempat Diguyur Hujan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:38 WIB

AJP Laporkan Dugaan Korupsi Dana BOK Puskesmas Kenali ke Inspektorat

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:38 WIB

“Temuan BPK Rp1,2 Miliar Mengendap 10 Bulan, AJP Ingatkan Ancaman Pidana di Sekretariat DPRD Lambar”

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:00 WIB

Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Kabupaten Pesawaran Diperbaiki Pemprov Lampung Tahun Ini

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:48 WIB

Pemprov Lampung Terus Perkuat Upaya Mitigasi Penanganan Banjir

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:33 WIB

Pemprov Lampung Gelar Pasar Murah Ramadan di Pringsewu

Berita Terbaru

Kesehatan

RSUD Abdul Moeloek Tetap Siaga di Libur Lebaran 2026

Sabtu, 14 Mar 2026 - 15:09 WIB

Pendidikan

Rektor UIN Raden Intan Rombak Pimpinan Kampus

Jumat, 13 Mar 2026 - 20:57 WIB