Madrasah Bandar Lampung Diminta Jadi Etalase Pendidikan Islam Modern

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madrasah Bandar Lampung Diminta Jadi Etalase Pendidikan Islam Modern

Kompastuntas.com, Lampung—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, meminta madrasah di Kota Bandar Lampung tampil sebagai wajah kemajuan pendidikan Islam di Lampung. Posisi Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi, menurut dia, membuat kualitas madrasah di kota ini tak lagi sekadar urusan lokal, melainkan menjadi tolok ukur bagi daerah lain.

Pesan itu disampaikan Zulkarnain saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pendidikan Madrasah Kota Bandar Lampung, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat Kanwil Kemenag Lampung, pengawas madrasah, kepala sekolah, guru, hingga operator madrasah.

“Bandar Lampung ini ibu kota provinsi. Maka madrasah di Bandar Lampung harus bisa menjadi contoh, menjadi ikon, dan menjadi wajah kemajuan pendidikan madrasah di Provinsi Lampung,” kata Zulkarnain.

Ia menilai madrasah memiliki keunggulan karena menggabungkan pendidikan umum dan pendidikan agama dalam satu sistem pembelajaran. Siswa madrasah tidak hanya belajar mata pelajaran umum, tetapi juga mendapat penguatan pendidikan agama melalui pelajaran Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

Baca Juga :  Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Menurut Zulkarnain, keunggulan itu kerap disalahpahami sebagian masyarakat yang menganggap lulusan madrasah hanya diarahkan menjadi tokoh agama. Padahal, kata dia, lulusan madrasah memiliki peluang yang sama untuk meniti karier di berbagai bidang profesi.

“Madrasah tidak membatasi masa depan anak. Justru madrasah memberi bekal ilmu dan akhlak yang lebih lengkap,” ujarnya.

Dalam arahannya, Zulkarnain juga menyoroti pentingnya perubahan pendekatan pendidikan di lingkungan madrasah. Ia meminta guru tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun ruang belajar yang aman dan ramah bagi peserta didik.

“Pendidikan harus dilakukan dengan hati, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Ia mengingatkan para guru agar memahami karakter setiap anak, termasuk perbedaan pendekatan terhadap siswa laki-laki dan perempuan. Menurut dia, pendidikan yang terlalu seragam berisiko mengabaikan kebutuhan psikologis peserta didik.

Selain penguatan karakter, Zulkarnain menekankan pentingnya adaptasi madrasah terhadap perkembangan teknologi dan media sosial. Ia meminta madrasah lebih aktif menampilkan prestasi siswa dan kegiatan pendidikan di ruang digital untuk memperkuat kepercayaan publik.

Baca Juga :  Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

“Kita harus bergerak menguasai media sosial. Tampilkan hal-hal baik tentang madrasah dan pondok pesantren,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung, Herry Setiawan, memaparkan data terbaru pendidikan madrasah di Bandar Lampung. Berdasarkan data EMIS dan SIMPATIKA, terdapat 127 madrasah di kota tersebut, terdiri atas 24 RA, 62 MI, 27 MTs, dan 14 MA. Sebanyak 16 di antaranya merupakan madrasah negeri, sedangkan 111 lainnya berstatus swasta.

Jumlah peserta didik madrasah di Bandar Lampung mencapai 28.275 siswa dengan dukungan 1.760 tenaga pendidik.

Herry mengatakan besarnya jumlah lembaga dan peserta didik itu menuntut penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi guru, hingga pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.

“Diperlukan penguatan kebijakan berkelanjutan agar madrasah di Kota Bandar Lampung semakin unggul, ramah, tertib administrasi, dan terintegrasi,” kata Herry.

Berita Terkait

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting
Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung
Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini
Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur
Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:55 WIB

Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Minggu, 30 Agu 2026 - 10:21 WIB

Pemerintahan

Pimpinan DPRD Lampung Siap Kawal Anggaran HPN-Porwanas 2027

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:45 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com