Memutus Cemas di Sidomulyo: Cara Ciomas Adisatwa Menyelamatkan Pekerja Lokal
Kompastuntas.com— Kalianda, berakhirnya kerja sama pengelolaan tenaga alih daya antara PT Ciomas Adisatwa Unit Lampung Selatan dengan PT Aulia Mandiri Persada (AMP) pada 20 Juni 2026 tidak berdampak pada keberlangsungan pekerjaan para karyawan.
Manajemen perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan pekerja dan stabilitas iklim ketenagakerjaan di daerah dengan menyerap seluruh pekerja yang masih aktif hingga 16 Juni 2026 di bawah naungan PT Aulia Mandiri Persada.
Para pekerja tersebut kini resmi direkrut dan dipekerjakan kembali di lingkungan operasional PT Ciomas Adisatwa Unit Lampung Selatan.
Proses rekrutmen eks karyawan PT Aulia Mandiri Persada dimulai pada Minggu, 21 Juni 2026, dan akan berlangsung hingga seluruh tahapan administrasi selesai.
Industrial Relation PT Ciomas Adisatwa Unit Lampung Selatan, H. Muhammad Mauludin, S.Pt., M.Sc, mengatakan proses peralihan status tenaga kerja berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.
“Alhamdulillah, proses peralihan status dari tenaga outsourcing menjadi karyawan perusahaan telah berjalan dengan sangat lancar dan sesuai harapan.
Transisi ini tidak hanya mencerminkan dedikasi serta kinerja luar biasa rekan-rekan selama masa alih daya, tetapi juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mengapresiasi talenta terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja dan produktivitas karyawan.
Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin dinamika internal maupun pergantian vendor penyedia jasa berdampak negatif terhadap pekerja lokal.
“Bagi kami, para pekerja adalah bagian penting dari ekosistem perusahaan.
Kami tidak ingin situasi pergantian atau dinamika internal perusahaan penyedia jasa merugikan para pekerja lokal.
Oleh karena itu, perusahaan mengambil inisiatif cepat untuk merangkul kembali rekan-rekan pekerja eks PT Aulia Mandiri Persada agar mereka dapat terus menafkahi keluarga,” katanya.
Dengan rampungnya proses transisi tersebut, perusahaan berharap kegiatan operasional dapat berjalan normal kembali.
Manajemen PT Ciomas Adisatwa Unit Lampung Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk perwakilan pekerja dan tokoh masyarakat setempat, yang telah mengedepankan komunikasi konstruktif sehingga tercapai solusi yang saling menguntungkan.
Perusahaan berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, melalui penyediaan lapangan kerja yang aman, hubungan industrial yang harmonis, serta kontribusi nyata bagi kemajuan karyawan dan perusahaan.
Sementara itu, Ketua DPD PGK (Perkumpulan Gerakan Kebangsaan) Lampung Selatan , Rian Kurniawan, S.E., M.E., mengapresiasi langkah cepat perusahaan dalam memberikan kepastian kerja bagi para pekerja lokal.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah setempat.
“Bagi kami, para pekerja adalah bagian penting dari ekosistem perusahaan. Kami tidak ingin situasi pergantian atau dinamika internal perusahaan penyedia jasa merugikan para pekerja lokal,” ujar Industrial Relation PT Ciomas Adisatwa Unit Lampung Selatan, H. Muhammad Mauludin, S.Pt., M.Sc.
“Bagi kami, para pekerja adalah bagian penting dari ekosistem perusahaan. Kami tidak ingin situasi pergantian atau dinamika internal perusahaan penyedia jasa merugikan para pekerja lokal,” ujar Industrial Relation PT Ciomas Adisatwa Unit Lampung Selatan, H. Muhammad Mauludin, S.Pt., M.Sc.
Menurut Mauludin, peralihan status dari tenaga outsourcing menjadi karyawan internal ini bukan sekadar kebijakan darurat, melainkan bentuk apresiasi nyata atas loyalitas para pekerja selama ini. Ia berharap kepastian ruang kerja baru ini mampu mengerek motivasi dan produktivitas di lini produksi.
“Oleh karena itu, perusahaan mengambil inisiatif cepat untuk merangkul kembali rekan-rekan pekerja eks PT AMP agar mereka dapat terus menafkahi keluarga,” tambahnya.
Redaman Gejolak dan Apresiasi Publik
Langkah cepat Ciomas Adisatwa ini langsung mendapat sorotan positif. Di tengah rapuhnya stabilitas ketenagakerjaan daerah akibat dinamika korporasi, keputusan ini dinilai berhasil meredam potensi gejolak sosial di Lampung Selatan.
Apresiasi salah satunya datang dari Ketua DPD Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampung Selatan, Rian Kurniawan, S.E., M.E. Rian menilai kebijakan ini adalah preseden baik bagaimana sebuah korporasi menjalankan fungsi tanggung jawab sosialnya (Corporate Social Responsibility) secara substantif.
“Ini adalah langkah cepat yang memberikan kepastian nyata bagi pekerja lokal. Bukan cuma soal menyelamatkan periuk nasi mereka, tapi juga tentang bagaimana perusahaan ikut menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah setempat,” kata Rian.
Kini, setelah badai transisi vendor mereda, manajemen PT Ciomas Adisatwa berharap denyut operasional perusahaan kembali normal. Harmonisasi hubungan industrial dengan melibatkan tokoh masyarakat dan perwakilan pekerja di Sidomulyo diklaim menjadi kunci utama mulusnya proses “penyelamatan” massal ini. Sebuah akhir cerita yang manis, di mana pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan buruh lokal berjalan beriringan.









