Komisi II DPR RI Setujui Pengukuran Ulang HGU PT SGC, Usulan Aliansi Tiga LSM Lampung Diterima

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 15 Juli 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi II DPR RI Setujui Pengukuran Ulang HGU PT SGC, Usulan Aliansi Tiga LSM Lampung Diterima

 


Kompastuntas.com
— Jakarta, Komisi II DPR RI mengambil sikap tegas dalam menyikapi konflik agraria yang melibatkan PT Sugar Group Companies (SGC) di Provinsi Lampung. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Senin (15/7/2025), Komisi II secara resmi meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk melakukan inventarisasi, identifikasi, dan pengukuran ulang atas seluruh lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang dikuasai PT SGC.

Langkah tersebut diambil menyusul desakan dari masyarakat sipil yang diwakili oleh Aliansi Tiga LSM Lampung—yang terdiri dari Komando Aksi Rakyat (AKAR), Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan (PEMATANK), dan Koalisi Rakyat Madani (KRAMAT). Ketiga lembaga tersebut menyoroti tumpang tindih data kepemilikan lahan, ketimpangan penguasaan tanah, hingga dampak sosial-ekonomi akibat konflik agraria yang berkepanjangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi disparitas signifikan terkait luas lahan HGU yang dikelola PT SGC. Data BPN tahun 2019 mencatat 75.600 hektare, sedangkan laporan ATR/BPN Tulang Bawang menyebutkan 86.000 hektare. Di sisi lain, situs resmi DPR RI mencantumkan angka 116.000 hektare, sementara data BPS 2013 menyebut hingga 141.000 hektare.

“Komisi II DPR RI sepakat agar dilakukan pengukuran ulang seluruh lahan HGU milik PT SGC, untuk mencegah konflik yang terus berulang dan memastikan kepatuhan terhadap hukum,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, dalam rapat tersebut.

Perdebatan Panas dan Penolakan Dirjen BPN

Rapat sempat diwarnai perdebatan sengit antara anggota Komisi II dan jajaran Dirjen di Kementerian ATR/BPN. Pihak kementerian sempat mengemukakan keberatan dengan alasan teknis dan biaya tinggi jika dilakukan pengukuran ulang langsung di lapangan. Namun, argumen tersebut dimentahkan oleh Komisi II dan perwakilan LSM, yang menegaskan bahwa pengukuran lapangan adalah satu-satunya jalan untuk mengurai persoalan lahan yang selama ini kabur dan tak kunjung selesai.

Baca Juga :  Gabungan Tiga LSM Kembali Turun Ke Jakarta, Menyuarakan Keadilan

Indra Musta’in, Ketua AKAR Lampung, menyampaikan bahwa persoalan PT SGC bukan sekadar urusan legalitas lahan, melainkan menyangkut kepentingan hajat hidup masyarakat.

“Konflik ini sudah menimbulkan korban jiwa dan mengakibatkan masyarakat lokal kehilangan hak atas tanah. Negara tak boleh tinggal diam. Ini bukan hanya soal lahan, tapi juga soal keadilan,” tegas Indra.

Negara Tidak Boleh Kalah oleh Korporasi

Pernyataan senada juga disampaikan Suadi Romli, Ketua PEMATANK. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir membela kepentingan rakyat, bukan tunduk pada kekuatan korporasi.

“PT SGC harus transparan terkait status HGU mereka. Pemerintah berkewajiban menjamin hak masyarakat, termasuk masyarakat adat dan petani kecil,” kata Suadi.

Sementara itu, Ketua KRAMAT, Sudirman, menilai akar dari ketimpangan sosial dan kemiskinan struktural di Lampung bermula dari konflik agraria yang tak kunjung tuntas.

Baca Juga :  Dinas Kehutanan Lampung Klarifikasi Dugaan Illegal Logging di Pesisir Barat, TNI Turun Tangan Atas Perintah Dandim

“Konflik tanah ini tidak hanya memiskinkan rakyat, tapi juga memperlebar jurang ketidakadilan. Kami dukung penuh langkah DPR RI untuk membongkar persoalan ini hingga ke akar,” ujarnya.

Manajemen PT SGC Akan Dipanggil

Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPR RI juga sepakat akan memanggil langsung pihak manajemen PT Sugar Group Companies dan Kementerian ATR/BPN guna mengungkap data dan fakta atas penggunaan dan status hukum lahan HGU yang selama ini dipertanyakan.

Rapat ini turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kanwil BPN Provinsi Lampung dan Banten, Kantah Tulang Bawang, Lampung Utara, dan Kabupaten Tangerang.

Turut hadir pula perwakilan masyarakat korban penggusuran dari wilayah Panunggangan Barat (KPLW-PANBAR) yang menyampaikan langsung kesaksian atas dampak penguasaan lahan oleh PT SGC.

Langkah Komisi II DPR RI ini dinilai sebagai babak baru dalam perjuangan masyarakat Lampung untuk mendapatkan kembali hak-hak agraria yang telah lama diabaikan.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Delapan Tahanan Kabur dari Polres Way Kanan, Akademisi dan BADKO HMI Desak Evaluasi Total
LPW Desak Kapolres Way Kanan Dicopot Usai Delapan Tahanan Kabur
Anggaran “Bina Mental Spiritual” Kesra Lampung Barat Dipertanyakan, Kepala Bagian Menghilang
Kasus Mafia Tanah Way Kanan Naik Sidik, Ayah Bupati dan Ketua DPRD Diperiksa Kejati Lampung
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 10,63 Kg Sabu Asal Aceh Tujuan Pulau Jawa
Ketua PFI Lampung Sesalkan Intimidasi Ajudan Kalbadi Saat Liputan di Kejati
Ditreskrimsus) Polda Lampung, berhasil melakukan pengungkapan terhadap tiga orang tersangka
Sepanjang 2025, Polresta Bandar Lampung Tangani 4.729 Kasus Pidana, Curanmor Dominasi
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:36 WIB

Delapan Tahanan Kabur dari Polres Way Kanan, Akademisi dan BADKO HMI Desak Evaluasi Total

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:20 WIB

LPW Desak Kapolres Way Kanan Dicopot Usai Delapan Tahanan Kabur

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:31 WIB

Anggaran “Bina Mental Spiritual” Kesra Lampung Barat Dipertanyakan, Kepala Bagian Menghilang

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:24 WIB

Kasus Mafia Tanah Way Kanan Naik Sidik, Ayah Bupati dan Ketua DPRD Diperiksa Kejati Lampung

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:39 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 10,63 Kg Sabu Asal Aceh Tujuan Pulau Jawa

Berita Terbaru

Daerah

WLC Lampung Berbagi Sembako Dibulan Penuh Berkah

Minggu, 1 Mar 2026 - 21:01 WIB