Jadi Provinsi Dengan Harga Pangan Paling Stabil di Pekan Kedua September 2025, Begini Upaya Pemprov Lampung

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG (kompastuntas.com):Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Lampung, Selasa (16/9/2025).

Dalam rakor tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pada pekan kedua September 2025, tercatat 13 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara 23 provinsi mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan dua provinsi lainnya, yaitu� Lampung dan Papua Pegunungan, harga-harga tercatat relatif stabil.

Kepala BPS mengajak seluruh daerah memberi perhatian kepada dua komoditas, yakni beras dan minyak goreng, karena pada pekan kedua September 2025 berada di level harga yang tinggi.

“Kedua komoditas ini walupun tingkat kenaikan IPH kecil, tapi level harganya sudah tinggi dan perlu menjadi perhatian bersama, karena yang dibayarkan oleh konsumen adalah level harga. Jadi level hargalah yang dirasakan oleh para konsumen,” kata Amalia Adininggar Widyasanti.

Baca Juga :  Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Jalan di Pekon Pemerihan

Sementara itu, Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir menghimbau kepada seluruh pemerintah daerah, untuk terus menjaga konsistensi dalam mengendalikan harga beras di pasar.

“Diharapkan kepala daerah untuk tidak cepat berpuas diri, ketika harga berasnya turun sedikit, kegiatan operasi pasar bersama Bulog atau kegiatan mendukung lainnya jangan sampai terhenti. Upaya ini harus terus dilakukan secara rutin,” ujar Tomsi Tohir.

Saat ini, tercatat ada 93 daerah yang dalam tiga pekan terakhir tidak mengalami penurunan harga beras. Tomsi Tohir meminta Bulog bersama pemerintah daerah, untuk meningkatkan volume operasi pasar, serta memperluas jangkauan pangan murah.

Selain itu, juga dilakukan rapat pelaksanaan peta jalan pembangunan kependudukan. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kepala BKKBN, Wihaji mengungkapkan, inti dari tata kelola kependudukan adalah menjaga keseimbangan populasi, antara jumlah penduduk SDM dengan dunia usaha. Dari 286 juta penduduk Indonesia, terdapat 192 juta penduduk usia produktif (14-65 tahun).

Baca Juga :  Pelindo Lampung Sambut Audensi IJP, Tekankan Pentingnya Media sebagai Mitra Strategis

“Ketika ada umur yang produktif, maka harapannya negara dan pemerintah hadir, kemudian memberi peran yang sama dalam hal ini adalah kesempatan kerja,” ungkap Wihaji.

Menteri Wihaji kemudian mengajak seluruh pemerintah daerah melalui OPD masing-masing agar mengerjakan berbagai langkah yang menjadi kunci dalam tata kelola kependudukan menuju Indonesia maju.

Langkah tersebut meliputi seluruh penduduk harus menempuh wajib belajar 12 tahun, seluruh penduduk harus memiliki keterampilan atau kompetensi profesi, dan seluruh penduduk harus memiliki pekerjaan sebagai job creator maupun job seeker.

Lalu tersedia investasi dan lapangan kerja yang mencukupi, seluruh penduduk harus berkontribusi terhadap pajak penghasilan, serta penduduk mendapat perlindungan sosial baik kesehatan maupun jaminan hari tua secara universal.

sumber:lampungpro

Berita Terkait

Belajar dari Lapangan: Agribisnis Unila Ajak Warga Pasuruan Memetakan Masa Depan Desa
Sekolah Gratis yang Bikin Cemas: Nasib Ratusan Siswa SMA Siger di Ujung Tanduk
Ketua DPRD Provinsi Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Strategis Bank Lampung
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG, 6.762 Guru Ikut Tes Serentak
Pemprov Lampung Berhasil Lampaui Target Investasi, Dorong Kemajuan Pembangunan Daerah
Kuasa Hukum Korban Desak Kejari Lampung Utara Tahan Tersangka KDRT Subli Alias Alex
Agnesia Bulan Marindo Ajak Pengurus LASQI Bersinergi Majukan Seni Qasidah di Bumi Ruwa Jurai
Pemprov Lampung Bersinergi, Dukung Pembangunan Terintegrasi Untuk Pelaksanaan Program Pembangunan Nasional
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:50 WIB

Belajar dari Lapangan: Agribisnis Unila Ajak Warga Pasuruan Memetakan Masa Depan Desa

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:19 WIB

Sekolah Gratis yang Bikin Cemas: Nasib Ratusan Siswa SMA Siger di Ujung Tanduk

Senin, 12 Januari 2026 - 23:04 WIB

Ketua DPRD Provinsi Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Strategis Bank Lampung

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:56 WIB

Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG, 6.762 Guru Ikut Tes Serentak

Selasa, 25 November 2025 - 00:46 WIB

Pemprov Lampung Berhasil Lampaui Target Investasi, Dorong Kemajuan Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kesehatan

Vaksinasi Dewasa Hadir di RSUD Abdul Moeloek

Selasa, 3 Feb 2026 - 14:31 WIB