Healing Guru-Guru Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Alami Tragedi Meninggal Dunia
Kompastuntas.com— Bandar Lampung, Suasana mendung menyelimuti awan gelap di Kota Bandar Lampung, para guru yang tergabung pengurus PGRI berkumpul di Masjid Airan untuk laksanakan jalan-jalan, Kamis (15/01/2026).
Pemberangkatan yang dilepas Asisten 2 merangkap Plt Kadisdikbud Kota Bandar Lampung siang hari.
Setelah dilepas sebanyak sepuluh bus para guru berangkat menuju Pulau Jawa menggunakan bus melalui jalur Pelabuhan Bakauheni-Merak untuk jalan-jalan.
Naas kejadian ini saat kapal masih bersandar dan para guru yang hendak jalan berada diatas kapal.
Salah satu Kepala Sekolah SD N 1 Sumber Rejo menghembuskan nafas terakhirnya di atas kapal pelabuhan Bakauheni dan jenazah dibawa ke RS Bob Bazar Kalianda dikarenakan terjatuh ditangga, “Ungkap narasumber yang enggan disebutkan namanya.
Menurut keterangan narasumber, ketika jalan-jalan berujung tragedi meninggal dunia seorang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini gugur diatas kapal hendak jalan-jalan dikarenakan mengikuti perintah atasannya.
Meninggal dunia sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa merupakan Kepala SD N 5 Sumber Rejo, namun teman sejawat terus melaju dengan menikmati keindahan alam di Luar Provinsi Lampung disatu sisi ada yang berduka rekan seperjuangan, tampak tidak ada kepedulian atau karena sudah dibayar.
Tragedi ini berdasarkan info narasumber yang ada digroup kepala sekolah diminta silent dan diinformasikan keluar sesuai arahan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung
Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung diduga tidak memiliki hati Pri Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab ada rekan yang meninggal namun rekan lain tertawa bersenang-senang.
Pendidikan merupakan sarana mendidik ketika pendudiknya saja tidak memberikan contoh apa yang akan terjadi terhadap anak Negeri yang kita cintai.
Sudah sangat jelas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto melarang untuk perjalanan dinas, kunjungan kerja ke luar daerah dan surat edaran Gubernur Lampung melarang untuk satuan pendidikan keluar daerah Lampung.
Namun saat dimintai keterangan melalui Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung wewenang komisi I dan komisi I karenaenggunakan anggaran Kesejahteraan Rakyat, ketika dihubungi (RH) DPRD Komisi I ya nanti kita bertemu namun selajnutnya dan masih bungkam terkait aturan tersebut.
Kejadian ini menjadi pemantik dan sorotan publik, ketika memakan korban hasil jalan-jalan tersebut yang diduga tidak berfaedah justru berujung maut melanggar arahan Presiden Prabowo Subianto dan surat edaran Gubernur Lampung tersebut. Ini perlu adanya kajian mendalam para aparat yang diamanahkan pengambil kebijakan tersebut.
Berita ini ditayangkan media sumberpintar, masih menunggu konfirmasi dari Dinas Pendidikan dan Wali Kota Bandar Lampung maupun langkah konkret yang akan diambil oleh DPRD kota Bandar Lampung selaku pengawas pemerintah yang mewakili rakyat duduk di gedung DPRD tersebut setelah mengetahui tragedi jalan-jalan yang berujung maut.
Editor : Hengki Utama

Setelah dilepas sebanyak sepuluh bus para guru berangkat menuju Pulau Jawa menggunakan bus melalui jalur Pelabuhan Bakauheni-Merak untuk jalan-jalan.







