Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 4 Mei 2025 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com — Jakarta, Kelas menengah di Indonesia jumlahnya kian menyusut, imbas dari tekanan ekonomi yang terjadi berkepanjangan. Mulai dari badai PHK yang terus melanda berbagai pekerja atau buruh, hingga sulitnya mencari lapangan kerja yang memberikan upah layak.
Berdasarkan data BPS jumlah kelas menengah di Indonesia pada 2019 masih sebanyak 57,33 juta orang atau setara 21,45% dari total penduduk. Lalu, pada 2024 hanya tersisa 47,85 juta orang atau setara 17,13%.

Artinya ada sebanyak 9,48 juta warga kelas menengah yang turun kelas. Karena, data kelompok masyarakat kelas menengah rentan atau aspiring middle class malah naik, dari 2019 hanya sebanyak 128,85 juta atau 48,20% dari total penduduk, menjadi 137,50 juta orang atau 49,22% dari total penduduk.

Demikian juga dengan angka kelompok masyarakat rentan miskin yang ikut membengkak dari 2019 sebanyak 54,97 juta orang atau 20,56%, menjadi 67,69 juta orang atau 24,23% dari total penduduk pada 2024.

Menurut Nicole Nicolet, pemilik Let’s Make Life Great, kelas menengah mencakup mereka yang mampu memiliki rumah, liburan tahunan, dan investasi pendidikan bagi anak-anak. Sementara itu, kelas menengah atas bisa menikmati lebih banyak liburan dan hidup dengan lebih nyaman.

Orang-orang di kelas menengah biasanya harus bekerja hingga usia pensiun. Sedangkan kelas menengah atas dapat mencapai pensiun lebih cepat tanpa khawatir mengenai keuangan di masa depan.

Lantas, apa saja ciri-ciri mereka? Berikut penjelasannya dikutip dari Go Banking Rates:

Ciri-ciri Utama Kelas Menengah Atas
Salah satu tanda seseorang berada di kelas menengah atas adalah kemampuan memiliki uang lebih setelah memenuhi semua investasi dan pengeluaran besar. Orang-orang di kelas menengah atas sering memiliki dana sisa bahkan setelah memaksimalkan kontribusi pensiun dan menutupi semua pengeluaran utama.

Mereka tidak terlalu khawatir menggunakan dana tambahan tersebut karena memiliki keamanan finansial yang lebih kuat. Rose, seorang pakar keuangan, mengatakan bahwa kelas menengah atas memiliki ruang anggaran untuk hiburan seperti liburan atau makan malam secara rutin.

Baca Juga :  Menag Resmikan Dua Fakultas Baru UIN RIL, Antara Ambisi dan Tantangan

Kepemilikan Beragam Aset
Mereka yang berada di kelas menengah atas biasanya memiliki lebih dari sekadar uang tunai. Investasi yang beragam seperti saham dan properti sewaan sering menjadi bagian dari portofolio mereka, yang turut memperkuat keamanan finansial.

Melunasi hipotek lebih awal bisa menjadi salah satu tanda kelas menengah atas, meski tidak selalu diwajibkan. Nicolet menyebutkan bahwa kemampuan melunasi investasi besar tanpa membatasi gaya hidup adalah ciri utama kelas ini.

Tinggal di Lingkungan Lebih Mahal
Salah satu cara untuk melihat apakah seseorang telah mencapai kelas menengah atas adalah dari lokasi tempat tinggal. Menurut Rose, tinggal di kode pos yang banyak diminati merupakan tanda kuat bahwa seseorang berada di kelas menengah atas.

Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukan hanya soal penampilan atau sekadar mengikuti gaya hidup tetangga. Orang di kelas menengah atas biasanya tidak merasa perlu membandingkan kekayaan atau status mereka dengan orang lain.

Minimnya Stres Finansial
Tanda lain dari kelas menengah atas adalah sedikitnya stres finansial saat menghadapi tagihan atau pengeluaran tak terduga. Jika sebuah keadaan darurat finansial muncul, mereka mampu menanganinya tanpa mengalami kepanikan.

Rose menambahkan bahwa memiliki ketenangan finansial dalam menghadapi pengeluaran besar yang tak terduga merupakan indikasi kuat telah mencapai kelas menengah atas. Stres finansial yang minim memungkinkan mereka menikmati kehidupan dengan lebih tenang.

Perubahan Gaya Hidup Positif
Pendapatan yang lebih tinggi dan kekayaan bersih yang signifikan sering kali membawa perubahan gaya hidup yang lebih baik. Namun, ini bukan berarti hidup di luar kemampuan, melainkan mampu membeli barang-barang atau layanan yang dulunya dianggap sebagai barang mewah.

Baca Juga :  Reuni Akbar 60 Tahun SMAN 2 Bandar Lampung Memanas, Marindo–Mahathir Ambil Alih Komando, Rahmat Mirzani Digaet Pimpin IKA

Nicolet mengatakan bahwa berada di kelas menengah atas berarti hampir tidak ada batasan dalam gaya hidup. Mereka mungkin belum mencapai taraf miliarder, tetapi cukup untuk menikmati kebanyakan standar hidup yang ada.

Mampu Membiayai Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan salah satu pengeluaran besar yang sering kali mengharuskan seseorang berhutang. Namun, mereka yang berada di kelas menengah atas mampu membiayai pendidikan tinggi, baik untuk diri sendiri maupun anak-anak, tanpa harus mengambil utang.

Rose menjelaskan bahwa mereka yang berada di kelas menengah atas bisa membiayai pendidikan terbaik tanpa terlalu memikirkan biaya. Ini adalah salah satu tanda penting bahwa seseorang telah berada dalam posisi keuangan yang sangat baik.

Kemungkinan Pensiun Lebih Awal

Bagi banyak orang, pensiun dini adalah impian yang sulit dicapai karena masalah utang atau pengeluaran sehari-hari. Namun, bagi kelas menengah atas, pensiun dini lebih mungkin karena investasi yang beragam, pendapatan pasif, dan keamanan finansial.

Nicolet mengatakan bahwa berada di kelas menengah atas sering kali berarti bisa pensiun lebih awal tanpa banyak kekhawatiran mengenai masalah keuangan di masa depan. Faktor ini memberikan mereka kebebasan lebih dalam memilih kapan untuk berhenti bekerja.

Memiliki Sumber Pendapatan Ganda
Orang-orang di kelas menengah atau bawah biasanya hanya memiliki satu sumber pendapatan, seperti pekerjaan tetap. Namun, kelas menengah atas hampir selalu memiliki dua atau lebih sumber pendapatan, seperti bisnis atau pendapatan pasif dari investasi.

Pendapatan tambahan ini bisa berasal dari pekerjaan bergaji tinggi, kepemilikan bisnis, atau investasi yang menghasilkan, seperti dividen saham atau pendapatan properti sewaan. Diversifikasi pendapatan ini membantu memperkuat posisi finansial mereka.

 

Editor : Hengki Padangratu

Sumber Berita: CNBC

Berita Terkait

Dua Penyair Satu Komal, Rayakan Ganti Tahun
PMII Rayon Pertanian Unila Gelar MAPABA, Perkuat Aswaja dan Wawasan Kebangsaan
STIES ALIFA Resmi Buka Program Magister Ekonomi Syariah, Tawarkan Fleksibilitas & Jaringan Global
Biarawati Katolik Lulus di Universitas Muhammadiyah Lampung, Bukti Kampus Inklusif
PP Muhammadiyah Gelar Sekolah Paralegal di Lampung, Cetak Garda Terdepan Bantuan Hukum
Yayasan Al Kautsar Salurkan Donasi Rp103 Juta di Ajang SSC XVII
Generasi Muda Lampung Dilibatkan dalam Festival Tari Cangget
Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Gelar Galang Dana untuk Korban Bencana di Sumatera
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:47 WIB

Dua Penyair Satu Komal, Rayakan Ganti Tahun

Selasa, 23 Desember 2025 - 17:46 WIB

PMII Rayon Pertanian Unila Gelar MAPABA, Perkuat Aswaja dan Wawasan Kebangsaan

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:37 WIB

STIES ALIFA Resmi Buka Program Magister Ekonomi Syariah, Tawarkan Fleksibilitas & Jaringan Global

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:25 WIB

Biarawati Katolik Lulus di Universitas Muhammadiyah Lampung, Bukti Kampus Inklusif

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:22 WIB

PP Muhammadiyah Gelar Sekolah Paralegal di Lampung, Cetak Garda Terdepan Bantuan Hukum

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo

Rabu, 14 Jan 2026 - 22:35 WIB