OTT, KPK Tangkap Gubernur Riau, Ada Apa KPK Dijadwalkan Kunjungi Pemprov Lampung Rabu Ini?

Avatar photo

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Hari Sebelum Kunjungan ke Lampung, KPK Tangkap Gubernur Riau Abdul Wahid

 

Kompastuntas.com— Pekan Baru,
Hanya dua hari sebelum para komisionernya dijadwalkan berkunjung ke Pemerintah Provinsi Lampung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak.

Senin siang, 3 November 2025, tim penindakan KPK melakukan operasi tangkap tangan di Riau. Sejumlah orang diamankan, termasuk sang gubernur, Abdul Wahid.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan kabar itu. “Benar,” ujarnya singkat saat dihubungi wartawan.

Beberapa jam kemudian, kabar berembus kencang: Abdul Wahid ikut dibawa dalam operasi senyap tersebut. “Salah satunya (Gubernur Riau Abdul Wahid),” kata Fitroh menegaskan.

KPK masih menutup rapat perkara yang menyeret Wahid. Namun juru bicara lembaga antirasuah itu, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa sepuluh orang diamankan. Mereka terdiri dari sejumlah pejabat dan pihak swasta.

“Tim masih di lapangan dan terus berprogres. Nanti kami update perkembangannya,” ujar Budi, tanpa menyebut kasus yang sedang dibidik.

Di gedung KPK, sumber internal menyebut operasi tersebut sudah disiapkan sejak akhir Oktober. “Kami sudah memantau pergerakan uang dan komunikasi beberapa pihak,” kata seorang penegak hukum di KPK yang enggan disebut namanya.

Baca Juga :  Hukum Harus Tajam ke Atas: Akademisi Unila Dukung Tuntutan Mati untuk Oknum TNI Pembunuh Polisi

Jejak Wahid, Anak Desa yang Naik ke Panggung Kekuasaan

Abdul Wahid dikenal sebagai sosok yang berangkat dari bawah. Ia lahir di Desa Belaras, Indragiri Hilir, Riau, pada 21 November 1980. Anak desa yang menimba ilmu di pesantren dan menapaki karier dari organisasi keagamaan, hingga akhirnya duduk di kursi tertinggi pemerintahan Riau.

Setelah lulus dari UIN Sultan Syarif Kasim, Wahid aktif di dunia politik lokal. Ia dikenal religius dan dekat dengan kalangan pesantren.

Namun, reputasi bersihnya mulai disorot dalam beberapa tahun terakhir seiring laporan dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Momentum KPK di Lampung

Sementara di sisi lain, para komisioner KPK dijadwalkan berkunjung ke Pemerintah Provinsi Lampung pada Rabu, 5 November 2025. Agenda yang sebelumnya disusun untuk memperkuat koordinasi pencegahan korupsi ini kini mendapat sorotan publik setelah OTT di Riau.

Baca Juga :  Ridho Juansyah: Kami Apresiasi Penyidik Polres Lampura yang Naikkan Kasus KDRT

Kunjungan ke Lampung akan difokuskan pada evaluasi sistem pengendalian gratifikasi, pengawasan APBD, serta penguatan integritas pejabat daerah. Rencananya, tim KPK juga akan menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Lampung dan para kepala dinas.

Sejumlah pihak menilai, langkah KPK datang ke daerah setelah OTT besar adalah strategi moral sekaligus peringatan dini. Pesannya sederhana: tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau tangan hukum.

“OTT di Riau itu semacam alarm bagi kepala daerah lain,” ujar seorang pengamat antikorupsi di Lampung. “Kunjungan ke Lampung bisa dibaca sebagai sinyal agar daerah bersih-bersih sebelum terlambat.”

Dua hari setelah Abdul Wahid dibawa ke Jakarta, bayangan operasi senyap itu masih menyelimuti ruang-ruang kekuasaan di daerah lain. Di Lampung, kabarnya sejumlah pejabat kini mulai merapikan laporan dan dokumen anggaran.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Ditreskrimsus) Polda Lampung, berhasil melakukan pengungkapan terhadap tiga orang tersangka
Sepanjang 2025, Polresta Bandar Lampung Tangani 4.729 Kasus Pidana, Curanmor Dominasi
Sauki meminta Polresta Bandar Lampung. Agar Melakukan Penangkapan Pelaku yang Mengeroyok dirinya
Tolak Prapid, Hakim PN Tanjungkarang Nilai Penetapan Tersangka “Raja Besi Tua” H. Nuryadin Telah Sah, PH Minta Polresta Bandar Lampung Segera Limpahkan Berkas Perkara ke Jaksa
Kasus Abu Bakar Masuk Tahap Akhir, Pledoi Ungkap Dugaan Cacat Dakwaan
Dinas Kehutanan Lampung Klarifikasi Dugaan Illegal Logging di Pesisir Barat, TNI Turun Tangan Atas Perintah Dandim
Poltabes Bandar Lampung Periksa “Raja Besi Tua” H. Nuryadin Sebagai Tersangka Sumpah Palsu-Kejahatan Menista Selama 7 Jam
Cipayung Plus Kota Bandar Lampung : Peredaran Narkotika di Lampung Semakin Terstruktur dan Mengkhawatirkan
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:37 WIB

Ditreskrimsus) Polda Lampung, berhasil melakukan pengungkapan terhadap tiga orang tersangka

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:00 WIB

Sepanjang 2025, Polresta Bandar Lampung Tangani 4.729 Kasus Pidana, Curanmor Dominasi

Rabu, 31 Desember 2025 - 13:47 WIB

Sauki meminta Polresta Bandar Lampung. Agar Melakukan Penangkapan Pelaku yang Mengeroyok dirinya

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:46 WIB

Tolak Prapid, Hakim PN Tanjungkarang Nilai Penetapan Tersangka “Raja Besi Tua” H. Nuryadin Telah Sah, PH Minta Polresta Bandar Lampung Segera Limpahkan Berkas Perkara ke Jaksa

Senin, 15 Desember 2025 - 23:57 WIB

Kasus Abu Bakar Masuk Tahap Akhir, Pledoi Ungkap Dugaan Cacat Dakwaan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo

Rabu, 14 Jan 2026 - 22:35 WIB