Winarti–Palgunadi Disebut Siap Pimpin PDIP Lampung? Inikah, Manuver Politik di Baliknya
Kompastuntas.com— Teluk Betung, “Rumor” perombakan pucuk pimpinan di DPD PDI Perjuangan Lampung kembali bergerak liar. Di tengah meredanya tensi pasca Pilkada, justru kini muncul skenario baru: duet Winarti dan Palgunadi disebut-sebut bakal didorong DPP untuk mengambil alih kendali partai banteng di Sai Bumi Ruwa Jurai.
Informasi itu dibenarkan seorang sumber internal yang selama ini mengikuti manuver elite partai. Menurutnya, komunikasi intens antara petinggi pusat dan daerah telah berlangsung sejak awal November.
“Ini bukan gosip, draft skenario sudah ada, tinggal momentum,” katanya. Ia menyebut keputusan itu merupakan strategi penyelamatan partai di Lampung, yang dianggap mulai digerogoti persaingan antar faksi yang kian brutal.
Banteng Terbelah, Pusat Turun Tangan
DPP disebut gerah dengan kondisi Lampung. Perseteruan kelompok lama, lobi-lobi politik yang saling silang, hingga tarik-menarik pengaruh dalam perebutan kursi ketua dianggap menghambat konsolidasi menuju agenda besar pemilu berikutnya.
“Winarti dan Palgunadi terpilih justru karena tidak punya beban faksi. Mereka bisa masuk tanpa memicu resistensi besar,” ujar seorang tokoh DPP PDIP. “Ini keputusan pendingin suhu politik.”
Dari penelusuran, skema ini sudah dibahas dalam rapat terbatas di Jakarta. Sumber menyebut DPP sengaja memilih figur di luar poros yang selama ini bertarung, untuk mencegah friksi berulang. Ada kekhawatiran bahwa tanpa intervensi, DPD Lampung bisa kembali terjebak pada konflik internal yang menghambat mesin partai.
Pengurus Daerah Mendadak Bungkam
Sikap diam pengurus daerah memicu spekulasi baru. Pesan WhatsApp yang dikirim kepada dua pengurus DPD Kostiana dan Lesty pada Kamis sore tak dibalas. Sikap tertutup ini bukan kebetulan.
Menurut informasi yang dihimpun, ada sinyal dari pusat agar para kader tidak memberikan komentar sebelum keputusan resmi DPP keluar. “Tidak ada yang mau terseret sebelum surat rekomendasi dibuka,” kata seorang kader senior.
Di pihak lain, Palgunadi, yang disebut akan mengisi jabatan sekretaris dalam duet baru tersebut, juga tidak merespons upaya konfirmasi, walaupun nomornya aktif centrang dua.
Keheningan serempak ini menambah kuat dugaan bahwa ada manuver besar sedang digerakkan dari Jakarta.
Bersiap Menyaksikan Babak Baru
Jika skenario Winarti–Palgunadi benar disahkan, PDIP Lampung akan memasuki babak baru. Efeknya bukan sekadar pergantian ketua, tapi reposisi kekuatan yang bisa menggeser fondasi faksi lama. Sejumlah pengamat internal menyebut, langkah ini berpotensi menjadi “pembersihan halus” untuk menata ulang struktur banteng di Lampung.
Dalam beberapa hari ke depan, dinamika partai berlambang kepala banteng ini diprediksi makin panas. Para kader menunggu, faksi berhitung ulang, dan elite pusat mengunci setiap celah informasi agar tak bocor sebelum waktunya.
Jika benar Winarti–Palgunadi memimpin, Lampung tampaknya sedang menyaksikan upaya terbesar DPP dalam satu dekade terakhir untuk memulihkan soliditas banteng.
Sisanya tinggal menunggu: apakah langkah senyap ini berhasil menyatukan atau justru membuka front baru di tubuh PDIP Lampung.
Editor : Hengki Utama









