Wajah Baru Radin Inten: Memungut Harapan di Bibir Pantai Lampung

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah Baru Radin Inten: Memungut Harapan di Bibir Pantai Lampung

Kompastuntas.com— Kalianda, pagi baru saja merekah ketika riak ombak di Radin Inten Beach kawasan pesisir yang dulu karib dikenal sebagai Pantai Pasir Putih disambut oleh riuh ribuan pasang kaki, Jumat, 10 Juli 2026. Tangan-tangan mereka cekatan. Berbekal karung dan kantong plastik besar, ribuan orang ini menyusuri garis pantai, memungut helai demi helai sampah: botol plastik, bungkus makanan, potongan kayu, hingga limbah rumah tangga yang dipulangkan ombak ke daratan.
Di sini, sekat-sekat sosial melebur. Mahasiswa berkaus oblong bertukar tawa dengan nelayan lokal berwajah legam. Di sudut lain, personel TNI dan Polri bahu-bahu dengan komunitas lingkungan dan organisasi masyarakat, memungut sampah yang mengapung di perairan dangkal. Suasana gotong royong yang cair ini mengubah lanskap pesisir Lampung Selatan menjadi ruang kolaborasi akbar warga.
Pantai ini sengaja dipilih menjadi hulu dari sebuah ikhtiar besar bernama Gerakan Radin Inten Asri. Sebagai salah satu ikon wisata tertua di Lampung, kawasan ini adalah halaman depan provinsi. Dari bibir pantai inilah, virus kesadaran lingkungan sengaja diinjeksikan, dengan harapan bakal menular hingga ke wilayah permukiman, sekolah, dan perkantoran di bumi Ruwa Jurai.

Baca Juga :  Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei: Jago Push-Up dan Luwes Berpantun

Melompat dari Keterpurukan
Perubahan drastis pantai ini memantik atensi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Kiay Mirza sapaan akrabnya mengenang bagaimana nestapanya kondisi pantai ini pada tahun lalu: kumuh, tak terawat, dan jauh dari kata layak sebagai destinasi wisata.

“Tahun lalu pantai ini masih belum layak. Hari ini saya melihat perubahannya luar biasa dan sudah sangat layak menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di Lampung,” ujar Mirza di sela-sela aksi bersih-bersih tersebut.

Bagi Mirza, urusan kebersihan pesisir tak bisa melulu diletakkan di pundak birokrasi. Perlu ada kesadaran kolektif yang mengakar di sanubari warga. “Pantai adalah wajah, citra, dan kebanggaan masyarakat Lampung. Menjaganya harus bertransformasi menjadi sebuah kebiasaan, bukan lagi paksaan,” cetusnya.
Aksi ini memang bukan sekadar kosmetik di daratan. Komunitas perenang lokal, misalnya, memilih menceburkan diri ke laut lepas, memburu sampah plastik yang mengapung di perairan dalam, lalu menyeretnya ke darat untuk dikumpulkan.

Bukan Sekadar Seremonial
Gerakan masif ini rupanya menjadi bagian dari rantai komando kebersihan di wilayah Sumatra bagian selatan. Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyebut aksi ini merupakan pengejawantahan dari arahan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk membersihkan wilayah Lampung dan Bengkulu.
Namun, Kristomei menggarisbawahi bahwa pihaknya tidak tertarik pada keriuhan yang sifatnya sementara.

Baca Juga :  Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman

“Kami tidak mengharapkan kegiatan seremonial satu hari. Kami memulai dari pantai karena di sinilah muara segala sampah. Yang kami kejar adalah keberlanjutan, agar masyarakat terbiasa hidup bersih dan sehat,” tegas jenderal bintang dua tersebut.

Ia sadar betul, senapan dan seragam hijau tentara tidak akan mampu menjaga pantai tetap bersih jika masyarakat abai. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama yang terus digandeng oleh TNI.
Jelang tengah hari, matahari mulai menyengat, meninggalkan pemandangan berupa ribuan karung sampah yang menggunung di posko pengumpulan. Namun, lebih dari sekadar mengembalikan pasir putih yang bersih, aksi hari itu meninggalkan sebuah harapan besar: bahwa kepedulian pada lingkungan tidak lantas menguap begitu tenda-tenda acara dibongkar. Sebab, di tiap jengkal pantai yang bersih, terpancar martabat dan wajah asli masyarakat Lampung yang sebenarnya.

Berita Terkait

Dihadapan Ratusan SPPI, Pangdam XXI/RI Ungkap Kunci Kepemimpinan Sejati
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman
Kementerian Pertahanan Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Pasca-Insiden, Ubah Pola Latihan Jadi Lebih Humanis
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei: Jago Push-Up dan Luwes Berpantun
HUT Ke-80, POMAD–PIONE Krakatau Gelar Baksos
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:32 WIB

Dihadapan Ratusan SPPI, Pangdam XXI/RI Ungkap Kunci Kepemimpinan Sejati

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:24 WIB

Wajah Baru Radin Inten: Memungut Harapan di Bibir Pantai Lampung

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:49 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjend. TNI Kristomei Sianturi dan Ansyori Sabak Angkon Muakhi, Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman

Senin, 29 Juni 2026 - 22:00 WIB

Kementerian Pertahanan Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Pasca-Insiden, Ubah Pola Latihan Jadi Lebih Humanis

Senin, 29 Juni 2026 - 20:46 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei: Jago Push-Up dan Luwes Berpantun

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com