Teknologi Tembus Sawah Asam: Kolaborasi Ikaperta Unila & Mas Tani Bikin Panen Petani Lampung Naik Daun

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 16 Mei 2025 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kompastuntas.com— Lampung Tengah, Inovasi bertemu sawah. Ikatan Alumni Pertanian (Ikaperta) Universitas Lampung (Unila) bersama perusahaan agritech Mas Tani menggulirkan program demplot padi di Kampung Bangun Rejo, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, Jumat (16/5/2025).

Program ini bukan sekadar tanam-menanam biasa. Mereka membawa misi besar: membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi kunci untuk melawan tantangan tanah asam dan iklim ekstrem yang selama ini menghambat produktivitas petani.

“PH tanah yang terlalu asam itu musuh utama panen maksimal. Melalui demplot ini, kami bantu petani memahami kondisi lahannya dan menggunakan teknologi untuk memperbaikinya,” kata Ketua Umum Ikaperta Unila, Elvira Umihanni.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Lampung Intensifkan Distribusi Bahan Pangan Murah Hingga Pelosok Desa

Ikaperta menggandeng Mas Tani untuk mengenalkan dua produk andalan: Amino Strong dan Humus Star. Keduanya diklaim mampu menetralisir keasaman tanah, meningkatkan serapan pupuk, dan memperkuat daya tahan tanaman terhadap cuaca dan hama.

“Petani harus dibekali dari hulu ke hilir. Mulai dari edukasi soal tanah, teknologi budidaya, hingga strategi pemasaran hasil panen. Itu misi kami,” tegas Elvira.

Perwakilan Mas Tani, Bambang J. Putro, menambahkan bahwa pendekatan teknologi ini menempatkan kondisi tanah sebagai fondasi utama.

“Kalau tanahnya sehat, tanamannya pun kuat. Dan hasil panennya, tentu meningkat. Produk kami terbukti meningkatkan kualitas dan kuantitas panen,” katanya.

Dukungan juga datang dari Ketua Gapoktan Maju Bersama, Poinah, yang memimpin 19 kelompok tani dengan 720 anggota. Ia mengakui manfaat nyata dari penggunaan Humus Star.

Baca Juga :  Bunda PAUD Lampung Batin Wulan Raih Penghargaan Nasional: Komitmen Nyata untuk Anak Usia Dini

“Tanah kami dulu asam sekali. Setelah pakai Humus Star, hasil panen naik drastis. Petani senang, semangat bertani pun tumbuh lagi,” ujarnya.

Program ini dirancang berkelanjutan dan akan diperluas ke wilayah lain di Lampung. Langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Lewat kolaborasi ini, Ikaperta dan Mas Tani menunjukkan bahwa alumni perguruan tinggi dan sektor swasta bisa menjadi motor perubahan di lapangan—membantu petani bangkit, sejahtera, dan lebih tangguh menghadapi masa depan.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Pemprov Lampung Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta
Pembatas 138 Km, Gubernur Lampung Sebut Bukti Komitmen Presiden Atasi Konflik Gajah Way Kambas
Wagub Jihan Nurlela Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Pringsewu–Pardasuka, Pastikan Akses Transportasi tetap Aman dan Lancar
Bencana Banjir Tiada Tertangani: Pemprov Ajak Pemkot Rakor Penataan Sungai
Konsisten Jaga Akuntabilitas, Pemprov Lampung Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK RI
Pemprov Lampung Targetkan 90 Persen Jalan Provinsi Mantap pada 2028, Mulai 2026 Beralih ke Beton
Tiga Sektor Jadi Perhatian Utama Pemprov Lampung
345 Koperasi Merah Putih Berdiri di Lampung, Pemprov Optimalkan Aset Tak Terpakai
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 03:01 WIB

Pemprov Lampung Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 - 02:57 WIB

Pembatas 138 Km, Gubernur Lampung Sebut Bukti Komitmen Presiden Atasi Konflik Gajah Way Kambas

Senin, 13 Juli 2026 - 02:54 WIB

Wagub Jihan Nurlela Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Pringsewu–Pardasuka, Pastikan Akses Transportasi tetap Aman dan Lancar

Senin, 13 Juli 2026 - 02:52 WIB

Bencana Banjir Tiada Tertangani: Pemprov Ajak Pemkot Rakor Penataan Sungai

Senin, 13 Juli 2026 - 02:49 WIB

Konsisten Jaga Akuntabilitas, Pemprov Lampung Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK RI

Berita Terbaru

Politik

Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:28 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com