Sepi di Hari Pertama, Belum Ada yang Berani Mengetuk Pintu Demokrat Lampung
Kompastuntas.com— Tanjung Karang, mesin organisasi menuju Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Provinsi Lampung resmi berputar.
Panitia pengarah atau Steering Committee (SC) sudah membuka loket pendaftaran sejak Kamis, 12 Juni 2026. Namun, hingga tabuhan genderang berakhir dihari pertama, riuh kompetisi belum juga terasa. Meja registrasi masih kosong; belum ada satu pun kandidat yang datang membawa berkas.
Toni Mahasan, Ketua BPOKK sekaligus salah satu motor di balik SC Musda VI, mengonfirmasi sunyinya atmosfer di hari perdana penjaringan tersebut.
“Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, sampai pukul 16.00 WIB, belum ada bakal calon yang mendaftar,” kata Toni saat ditemui di sekretariat panitia.
Sesuai dengan petunjuk dan perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, panitia hanya memiliki waktu yang relatif pendek untuk menjaring nakhoda baru. Masa pendaftaran dan verifikasi berkas dijadwalkan berlangsung ketat, mulai 12 hingga 20 Juni 2026.
“Panitia Musda VI mulai bekerja melaksanakan penjaringan sesuai amanah DPP. Pada rentang waktu ini, kami fokus membuka penjaringan, menerima pendaftaran, dan memverifikasi seluruh berkas persyaratan bakal calon,” ujar Toni menambahkan.
Mengapa Masih Wait and See?
Bagi partai berlambang bintang mersi ini, Musda VI bukan sekadar agenda rutin lima tahunan di atas kertas. Ini adalah momentum krusial untuk menentukan arah kemudi partai di Bumi Ruwa Jurai dalam menghadapi lanskap politik ke depan.
Ketiadaan pendaftar di hari pertama sebenarnya bukan hal yang mengejutkan dalam kultur politik kita.
Ada dua kemungkinan yang biasa dibaca oleh para pengamat:
– Saling Intip Kekuatan: Para faksi yang ada di internal partai biasanya memilih untuk saling mengunci strategi (wait and see). Mereka cenderung mendaftar di hari-hari terakhir setelah mengamankan restu atau rekomendasi tertulis dari Pemilik Suara (DPC).
• Konsolidasi Logistik dan Syarat: Menyiapkan berkas administrasi dan menggalang dukungan minimal bukan perkara gampang yang bisa diselesaikan dalam semalam.
Waktu seminggu ke depan akan menjadi pembuktian: apakah sepinya peminat di hari pertama ini hanyalah ketenangan sebelum badai politik dimulai, atau justru sinyal bahwa arah dukungan sebetulnya sudah mengerucut ke satu nama secara aklamasi? Kita tunggu pergerakan di meja panitia dalam beberapa hari ke depan.









