Relawan Lampung Rekomendasikan 5 Hal Untuk Pengurangan Resiko Bencana

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com, Lampung—21 hari pasca kejadian bencana di Agam, tim medis dan gabungan relawan lampung merekomendasikan 5 hal utama untuk kesehatan tenaga relawan dan warga terdampak bencana.

Imbauan ini disampaikan untuk antisipasi berbagai kemungkin atas temuan dilapangan.

“Imbauan ini sangat direkomendasikan dokter kita setelah 4 hari melihat langsung lokasi bencana,” kata ketua Tim Wahyu.

“Tim kita menemukan soal kekhawatiran kesehatan pengungsi dilapangan, saran kita para pemberi bantuan bisa juga memberi sanitarikit berupa alat kebersihan ember sikat alah pel, karbol dan disinfektan,” demikian Wahyu Hidayat.

Baca Juga :  Kwarda Lampung Sambut Racana UIM

Empat himbauan lain soal kebersihan yakni dapur umum, makanan, pola makan dan antisipasi cuaca.

Pertama semua dapur umum agar menetapkan standar kebersihan yang tinggi agar mencegah potensi keracunan.

Kedua agar semua tempat pengungsian menetapkan promosi kesehatan dan promosi lingkungan.

Ketiga menghimbau donatur mengganti opsi dari mie instant pada yang lain, agar anak-anak dikurangi pemberian mie instant.

“Karena banyak pasien anak-anak dan dewasa yang mengalami gangguan pencernaan setidaknya dua minggu terakhir mengaku rutin makan mie instan,” kata dr Hendra relawan Medis Lampung.

Baca Juga :  Puskesmas Kemiling Gelar Deteksi Dini dan Cek Kesehatan Gratis di Kelurahan Kemiling Permai

Kemudian keempat mengantisipasi perubahan cuaca yang akan terjadi.

“Masyarakat, relawan serta tenaga distribusi harus menyiapkan masker, antisipasi berubahnya cuaca ke hangat yang memiliki potensi debu intensitas tinggi gunakan, ayo gunakan masker,” imbuh dr Hendra.

Hal lain secara teknis pemberian bantuan juga sangat disarankan agar ada alat kebersihan.

“Kelima, saran penting bagi pemberi bantuan, saat ini warga juga memerlukan bantuan alat kenersihan,” demikian dr Hendra.

Diketahui, kabupaten Agam merupakan daerah terdampak paling parah dengan catatan korban jiwa terbanyak dan luasnya daerah terdampak.

Poet

Berita Terkait

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas
PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung
Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:54 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 September 2026 - 10:53 WIB

Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas

Selasa, 8 September 2026 - 19:11 WIB

PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 17:14 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com