Rakor KLA Provinsi Lampung, Jihan Nurlela Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor Demi Anak-anak Lampung

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 12 November 2025 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com, Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendorong seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan daerah yang benar-benar ramah dan layak bagi anak.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)

Provinsi Lampung yang berlangsung di Ruang Sungkai, Balai Keratun Lt.1, Senin (10/11/2025).

Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, serta para kepala OPD terkait dan perwakilan kabupaten/kota se-Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan rasa syukur karena seluruh pemangku kepentingan dapat berkumpul untuk bersama-sama memperjuangkan hak dan perlindungan bagi anak-anak di seluruh wilayah Lampung.

“Hari ini kita hadir bukan sekadar memenuhi kewajiban atau melaksanakan agenda seremonial,

tetapi untuk meneguhkan kembali komitmen kita terhadap masa depan anak-anak Lampung.

Evaluasi ini penting agar setiap kebijakan daerah, mulai dari perencanaan hingga penganggaran benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik

anak,” ujarnya.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa program

Kabupaten/Kota Layak Anak bukanlah sekadar upaya mengejar penghargaan, melainkan gerakan nyata lintas sektor dan lintas generasi yang

menempatkan anak sebagai subjek pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jihan juga menyampaikan apresiasi kepada beberapa daerah yang berhasil mempertahankan atau meningkatkan

predikat KLA tahun 2025.

“Saya memberikan apresiasi kepada KabupatenTulang Bawang Barat, Lampung Timur, Tulang Bawang, Way Kanan, Pesawaran, LampungSelatan, Kota Metro, dan Kota Bandar Lampungyang berhasil mempertahankan predikat tinggi.Begitu juga Kabupaten Pesisir Barat yang menunjukkan peningkatan signifikan,” katanya.

Baca Juga :  Pencopotan Putra Try Sutrisno Dikaitkan dengan Purnawirawan TNI yang Giring Pemakzulan Gibran, Pengamat Sentil Keras Jokowi

Namun demikian, Wakil Gubernur juga menyoroti beberapa daerah yang mengalami penurunan kategori, yakni Kabupaten Lampung Barat, Lampung Utara, Tanggamus, dan Pringsewu, yang turun dari kategori Madya menjadi Pratama. la meminta pemerintah daerah terkait segera melakukan evaluasi terhadap instrumen penilaian yang belum terpenuhi.

“Kita perlu melihat kembali aspek mana yang belum maksimal. Apakah pada data, partisipasi anak, atau kelembagaan. Evaluasi ini harus menjadi momentum perbaikan bersama agar tidak ada lagi daerah yang turun peringkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jihan menyoroti meningkatnya kompleksitas masalah sosial yang berdampak terhadap anak, termasuk kasus kekerasan dan penculikan yang belakangan marak di tingkat nasional.

“Kasus seperti penculikan anak Balqis menjadi pengingat bahwa kita semua harus lebih serius menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, dan berekspresi,” ujarnya.

Wakil Gubernur kemudian memaparkan sejumlah strategi yang dapat dilakukan untuk memperkuat implementasi KLA, di antaranya melalui integrasi program dan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan program yang sudah berjalan seperti Posyandu, sekolah, dan Karang Taruna, serta penambahan perspektif ramah anak dan ramah lingkungan dalam setiap kegiatan.

la juga menekankan pentingnya penguatan data dan partisipasi anak sebagai instrumen penting dalam penilaian KLA.

“Tanpa data yang akurat, perencanaan dan pembangunan tidak akan tepat sasaran. Karena itu, penguatan sistem data dan pelibatan anak dalam forum anak daerah harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Baca Juga :  8 Pendamping Gubernur Obral Jabatan, Kemasan Baru, Masalah Lama Benarkah Begitu?

Di akhir sambutan, Jihan berharap hasil evaluasi tahun ini menjadi pijakan bagi peningkatan kategori seluruh kabupaten/kota di Lampung pada penilaian tahun 2026.

“Harapan kita semua, tidak ada lagi kabupaten/kota yang turun peringkat. Mari bersama memperkuat komitmen agar Lampung benar-benar menjadi provinsi yang layak dan ramah bagi anak,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Hanita Farial Firsada, dalam laporannya menyampaikan bahwa hasil verifikasi lapangan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) tahun 2025 menunjukkan peningkatan capaian signifikan.

Sebanyak & kabupaten/kota di Lampung kini meraih predikat Kategori Nindya, yakni Kabupaten Pesawaran, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Lampung Timur, Way Kanan, Kota Metro, dan Kota Bandar Lampung.

Dua kabupaten meraih kategori Madya, yaitu Lampung Tengah dan Pesisir Barat, sedangkan empat kabupaten masih berada di kategori Pratama, yakni Mesuji, Lampung Barat, Pringsewu, Lampung Utara, dan Tanggamus.

“Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan nyata dibanding tahun sebelumnya, meski masih diperlukan kerja keras dalam aspek partisipasi anak, kelembagaan, dan perlindungan khusus anak,” ujarnya.

la berharap rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan memastikan seluruh program daerah terintegrasi dalam kerangka Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Melalui forum ini, kita harapkan setiap kebijakan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak dan menjadi fondasi bagi Lampung yang lebih ramah anak di masa depan,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Berita Terkait

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo
Ketua DPRD Provinsi Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Strategis Bank Lampung
Mengejutkan, Camat Sukarame Akui Tak Pernah Tahu Fasum Griya Sukarame Dijual
Sekda Kota Bandar Lampung, Bantah Restui Penjualan Fasum Griya Sukarame
Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung memulai langkah strategis dalam Reformasi Birokrasi dengan melaksanakan program prioritas Badan
Kepala BKD Lampung, Bantah Isu Jual Beli Jabatan di Pemprov Lampung
Perkuat Ekosistem Budaya, Pemprov Lampung Siap Kolaborasi Pendirian Balai Pelestarian Kebudayaan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:35 WIB

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo

Senin, 12 Januari 2026 - 23:04 WIB

Ketua DPRD Provinsi Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Strategis Bank Lampung

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:35 WIB

Mengejutkan, Camat Sukarame Akui Tak Pernah Tahu Fasum Griya Sukarame Dijual

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:55 WIB

Sekda Kota Bandar Lampung, Bantah Restui Penjualan Fasum Griya Sukarame

Senin, 5 Januari 2026 - 13:35 WIB

Refleksi Awal 2026: Ujian Fiskal dan Konsistensi Kepemimpinan Gubernur Lampung

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemprov Lampung Buka Peluang Kerjasama dengan Sucofindo

Rabu, 14 Jan 2026 - 22:35 WIB