Sinergi Lintas Sektor, Pemprov Lampung Jaga Pasokan dan Harga Bahan Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com, Bandar Lampung— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperketat pengawasan distribusi bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ia menekankan agar inflasi dapat terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah lonjakan konsumsi tahunan.

 

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Selasa (10/2/2026). Rapat ini dihadiri jajaran Forkopimda, bupati/wali kota, serta pimpinan instansi vertikal terkait.

 

Gubernur Mirza menyoroti pola berulang setiap tahun, di mana semangat ibadah masyarakat di bulan Ramadan selalu dibarengi dengan peningkatan konsumsi. Kenaikan permintaan ini kerap memicu lonjakan harga jika tidak diantisipasi dengan pasokan yang tepat.

 

“Kelihatannya cuma naik Rp 5.000 atau Rp 10.000. Tapi kalau cabai naik Rp 10.000 dikali 9,5 juta penduduk yang makan, itu nilainya puluhan hingga ratusan miliar rupiah yang diambil dari kantong masyarakat,” ujar Gubernur.

Gubernur mencontohkan komoditas daging ayam yang konsumsinya mencapai 3-4 juta ekor per bulan di Lampung. Jika harga naik sedikit saja, akumulasi biaya yang harus dikeluarkan masyarakat menjadi sangat besar dan mengurangi alokasi untuk kebutuhan lain seperti pendidikan.

 

Sebagai daerah penghasil pangan, Gubernur menegaskan bahwa stabilitas harga di Lampung harus diprioritaskan menggunakan pasokan lokal. Ia meminta dinas terkait memastikan produksi beras, cabai, bawang, daging, dan telur aman hingga pasca-Lebaran.

 

“Prioritasnya adalah komoditas yang ada di Lampung. Strategi kita adalah menjaga pasokan stabil dengan memprioritaskan pasokan dari dalam daerah, baru kita bawa dari luar jika kurang,” tegasnya.

 

Gubernur juga mengingatkan agar TPID tidak hanya bekerja reaktif seperti pemadam kebakaran. Menurutnya, intervensi pasar yang dilakukan terus-menerus tanpa memperbaiki tata niaga dan distribusi hanya akan membuat pemerintah kelelahan.

Baca Juga :  Tidak Transparan di BKD Lampung ada 17 Pejabat Dilantik Diam-Diam

 

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol Heri Rusyaman, menyatakan telah membentuk Satgas Saber Pangan. Satgas ini fokus pada penindakan pelanggaran harga, keamanan pangan, dan jaminan mutu.

 

“Kami menyebutnya Saber atau Sapu Bersih. Tidak ada pengecualian lagi. Kami akan tindak tegas penimbunan, spekulasi, dan kartel yang memainkan harga,” kata Kombes Pol Heri.

 

Kombes Pol Heri menambahkan, Polda Lampung akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah produsen dan distributor besar mulai Selasa siang. Ia memberi toleransi kewajaran kenaikan harga maksimal 5 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

 

Dari sisi analisis ekonomi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengungkapkan bahwa secara tahunan (year on year) inflasi Lampung relatif terkendali. Namun, ia memberi catatan khusus pada inflasi bahan pangan bergejolak (volatile food) seperti cabai dan bawang.

Advertisement
“Ada fenomena surplus produksi secara tahunan, tetapi terjadi defisit di bulan-bulan tertentu. Ini tantangan distribusi dan waktu tanam yang harus diselesaikan,” jelas Bimo.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, memaparkan data konkret neraca pangan daerah. Menurutnya, stok beras, jagung, daging ayam, dan telur berada dalam kondisi sangat aman dan surplus.

 

“Yang menjadi perhatian adalah bawang merah dengan ketahanan stok 18 hari dan bawang putih 16 hari. Cabai rawit juga perlu diwaspadai karena tren harganya mulai naik signifikan jelang Ramadan,” ungkap Mulyadi.

 

Untuk menjaga ketersediaan stok, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog sangat mencukupi, yakni mencapai 170.825 ton.

Baca Juga :  Lukman Pura Pimpin RSUDAM, Gadriyanto Abung Jadi Kasatpol PP Lampung

 

“Stok ini sangat cukup, bahkan bisa sampai akhir tahun. Kami juga siap menggelontorkan beras SPHP dan melakukan operasi pasar secara masif untuk menstabilkan harga,” ujar Rindo.

 

Di sektor transportasi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, memprediksi lonjakan pemudik tahun ini akan sangat signifikan. Pihaknya telah menyiapkan skenario padat hingga sangat padat di Pelabuhan Bakauheni.

 

“Kapasitas penyeberangan kita meningkat dengan adanya dermaga eksekutif 2 dan kapal-kapal baru. Selain itu, Bandara Radin Inten II juga sudah kembali berstatus internasional dengan penerbangan langsung ke Kuala Lumpur,” kata Bambang.

 

Bambang juga menyampaikan kabar baik mengenai kehadiran taksi listrik dan penyediaan 300 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Lampung untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan saat Lebaran.

 

Sementara itu, dari sisi energi, Sales Branch Manager Lampung II PT. Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontong, menjamin stok BBM dan LPG aman. Pertamina memproyeksikan kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline sebesar 36 persen selama masa mudik.

 

“Kami menyiagakan 96 SPBU yang beroperasi 24 jam dan layanan motoris untuk menembus kemacetan di jalur tol maupun arteri. Stok LPG 3 kg juga akan kami tambah fakultatifnya sebesar 11 persen,” jelas Reiner.

 

Menutup rapat tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meminta seluruh instansi membuang ego sektoral. Ia berharap kolaborasi ini membuahkan hasil nyata di lapangan, bukan sekadar angka di atas kertas.

 

“Tujuan kita satu, memastikan masyarakat Lampung bisa beribadah dengan tenang, harga terkendali, pasokan terjamin, dan kantong pun aman,” pungkas Gubernur. (susi).

sumber : pikiran lampung

Berita Terkait

Noverisman Subing Sayangkan Polemik Dina dan Aza, Persoalan Dinilai Cukup Diselesaikan di Kominfo
Lukman Pura Pimpin RSUDAM, Gadriyanto Abung Jadi Kasatpol PP Lampung
Wartawan Garuda TV Mengaku Dilarang Liput Agenda Gubernur, Sehari Kemudian Dipecat
Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Jelang Porprov, DPRD Bandar Lampung Desak Polemik Biliar Segera Tuntas
Prabowo Ganti Purbaya, Suahasil Nazara Kembali ke Kursi Menteri Keuangan
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Noverisman Subing Sayangkan Polemik Dina dan Aza, Persoalan Dinilai Cukup Diselesaikan di Kominfo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Lukman Pura Pimpin RSUDAM, Gadriyanto Abung Jadi Kasatpol PP Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Wartawan Garuda TV Mengaku Dilarang Liput Agenda Gubernur, Sehari Kemudian Dipecat

Sabtu, 19 September 2026 - 08:19 WIB

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 18:14 WIB

Jelang Porprov, DPRD Bandar Lampung Desak Polemik Biliar Segera Tuntas

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com