Kompastuntas.com, Bandar Lampung—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan komoditas subsektor hortikultura yakni cabai terutama pada musim penghujan.
“Untuk beberapa bulan terakhir cabai memang jadi salah satu komoditi penyumbang inflasi, dan ini sedang musim penghujan. Sehingga kami sudah berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan cabai sebagai salah satu komoditas utama konsumsi masyarakat Lampung, sekaligus mengantisipasi kekurangan pasokan karena gagal panen,” ujar Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bani Ispriyanto di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga pasokan serta harga cabai tetap stabil yakni melalui penguatan koordinasi antardaerah, terutama dengan daerah penghasil komoditas cabai seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat.
“Melalui kerja sama antar daerah ini, jadi kami mendapatkan off taker dan distributor besar cabai. Kami juga sudah berkoordinasi dengan off taker serta distributor besar agar menyiapkan pasokan cabai ke Lampung apabila memang itu sangat diperlukan, ketika di Lampung terjadi kekurangan pasokan,” katanya.
Ia menjelaskan langkah antisipasi tersebut dilakukan karena saat musim penghujan biasanya para petani cabai tidak melakukan panen, untuk mencegah hasil panen rusak.
“Jadi mengatasi ketika tidak ada panen karena musim hujan ini, pasokan dari daerah luar Lampung yang kita kerja samakan akan datang, tapi dengan jumlah yang telah sesuai perhitungan. Sebab jangan sampai membuat petani lokal kita merugi karena panen tidak terserap,” ucap dia.
Menurut dia, meski sebagian besar wilayah di Provinsi Lampung mengalami intensitas hujan yang cukup tinggi, namun masih ada sejumlah kabupaten penghasil komoditas cabai yang intensitas hujan tidak cukup banyak, sehingga masih bisa dilakukan panen untuk memenuhi konsumsi masyarakat.
“Untungnya hujan ini tidak merata ke semua kabupaten, terutama yang merupakan sentra cabai sehingga masih bisa panen. Nanti hasil panen kami mobilisasi ke daerah yang tidak panen sambil menunggu cuaca membaik,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya andil inflasi komoditas cabai terhadap inflasi tahunan di Lampung selama tiga bulan terakhir yakni pada inflasi tahunan di Desember 2025 dengan tingkat inflasi 1,25 persen, cabai merah memberi andil inflasi sebesar 0,36 persen, dan cabai rawit 0,16 persen.
Pada inflasi tahunan di November 2025 dengan besaran 1,14 persen, komoditas cabai merah memberi andil inflasi 0,45 persen. Dan inflasi tahunan di September 2025 sebesar 1,17 persen, cabai merah memberi andil inflasi sebesar 0,26 persen.









