Mendagri Apresiasi Kinerja Daerah, Lampung Masuk Zona Hijau Realisasi Anggaran

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com,Bandar Lampung—- Pemerintah Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi positif dalam tata kelola keuangan daerah. Provinsi ini berhasil masuk zona hijau nasional dalam hal realisasi pendapatan dan belanja daerah tahun 2025.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Daerah Lampung dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas inflasi.

Dikutip akarsari.com dari laman Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara virtual dari Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (20/10/2025).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan fokus pembahasan pada upaya pengendalian inflasi dan percepatan realisasi belanja daerah.

*“Mesin pertumbuhan ekonomi nasional akan bergerak optimal apabila dua motor utamanya berfungsi dengan baik, yaitu sektor swasta dan pemerintah,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya percepatan realisasi APBD sebagai faktor utama menjaga laju ekonomi nasional.

Total APBD seluruh Indonesia tahun 2025 mencapai lebih dari Rp1.300 triliun, dan pemerintah terus mendorong agar anggaran tersebut segera direalisasikan untuk mempercepat peredaran uang di masyarakat.

Baca Juga :  Kunjungi Balai Wartawan, Polda Lampung Sampaikan Permohonan Maaf ke PWI

Ia juga mengingatkan, dana pemerintah daerah yang masih mengendap di perbankan mencapai Rp233 triliun, perlu segera dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. “Kalau dana itu tersimpan terlalu lama, ekonomi daerah bisa terhambat. Uang publik harus bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Berdasarkan data realisasi per September 2025, Provinsi Lampung mencatatkan realisasi pendapatan sebesar 62,11 persen dan realisasi belanja 61,69 persen.

Capaian ini menempatkan Lampung di peringkat ke-8 nasional dalam kategori zona hijau realisasi APBD, setelah Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Papua, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, tingkat inflasi Lampung tercatat hanya 1,2 persen, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 2,65 persen.

Angka tersebut menunjukkan efektivitas pengendalian harga bahan pokok serta kestabilan ekonomi daerah yang semakin baik.

“Kinerja keuangan daerah yang cepat dan transparan akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Mendagri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa percepatan belanja pemerintah memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Ia menyebut, hingga September 2025, realisasi belanja APBD nasional baru mencapai 51,3 persen, menunjukkan perlunya akselerasi di tingkat daerah.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Larang Konvoi dan Petasan Saat Malam Takbiran

“Kalau uang daerah mengendap di pusat, pelaku usaha akan kesulitan mengakses modal, dan ekonomi lokal bisa melambat. Dana publik harus digunakan untuk kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Purbaya juga menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang bersih dan berintegritas.

Berdasarkan data KPK tahun 2024, skor Survei Penilaian Integritas nasional baru mencapai 71,53, di bawah target 74.

Ia mendorong daerah memperbaiki transparansi anggaran agar ke depan bisa mendapatkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Dengan capaian positif di bidang pengelolaan anggaran dan pengendalian inflasi, Lampung dinilai mampu menjadi contoh bagi provinsi lain dalam membangun ekonomi yang stabil dan efisien.

Keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah menjadi indikator penting keberhasilan tata kelola fiskal di wilayah tersebut.

“Daerah yang mampu menjaga keseimbangan keuangan dan menekan inflasi seperti Lampung akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menkeu.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal pun menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Lampung.

sumber : Akarsari.com

Berita Terkait

Ketua Kwarda Lampung Lantik Rektor UIN Raden Intan Jadi Kamabigus
Keluarga Pengurus PWI Lampung Mengaku Diancam Tetangga, Terpaksa Mengungsi Dini Hari
Truk Muatan Paving Block Terperosok di Raden Intan, Lalu Lintas Bandar Lampung Lumpuh
Ketua Kwarda Lampung Buka KPDK 2026, Resmikan Program “Garis Depan”
PWI Lampung Rampungkan Seleksi Tenis Meja, Bidik Tujuh Emas Porwanas
Resepsi Putri Aprozi Alam Dihadiri Banyak Pejabat
Aroma Penggusuran dan Sengketa Lahan di Talang Padang: Saat Pedagang Lawan Satpol PP
Atlet Pakour Junior Asal Metro Sabet Medali Emas di Indonesia Open Parkour 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Ketua Kwarda Lampung Lantik Rektor UIN Raden Intan Jadi Kamabigus

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Keluarga Pengurus PWI Lampung Mengaku Diancam Tetangga, Terpaksa Mengungsi Dini Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Truk Muatan Paving Block Terperosok di Raden Intan, Lalu Lintas Bandar Lampung Lumpuh

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:49 WIB

Ketua Kwarda Lampung Buka KPDK 2026, Resmikan Program “Garis Depan”

Senin, 27 Juli 2026 - 14:49 WIB

PWI Lampung Rampungkan Seleksi Tenis Meja, Bidik Tujuh Emas Porwanas

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com