Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel

Kompastuntas.com— Lamtim, helikopter water bombing dikerahkan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Selasa (25/8/2026).

Helikopter yang didatangkan dari Sumatera Selatan itu menyasar salah satu titik kebakaran di Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah.

Lokasi tersebut merupakan area yang sebelumnya dilaporkan mengalami kebakaran baru dengan luasan terdampak sekitar 100,7 hektare.

Pengerahan water bombing dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta titik kebakaran tersebut segera ditangani dalam video conference bersama Forkopimda Provinsi Lampung, Senin (24/8/2026).

Dari udara, helikopter mengambil air dari sungai yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Air kemudian dijatuhkan ke kawasan yang menjadi sasaran pemadaman.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, water bombing digunakan untuk menurunkan suhu kawasan yang masih berpotensi menyimpan bara.

“Water bombing kita laksanakan untuk menyirami titik-titik hotspot sehingga suhu tanah bisa turun dan mencegah bara kembali menjadi api,” ujar Kristomei.Selasa (25/8/2026).

Baca Juga :  Unila Rekomendasikan dr. Yulita Tricia Pimpin RSPTN 2026

*Hotspot Dipetakan Sebelum Disiram dari Udara*

Pemadaman dari udara dilakukan setelah tim lebih dulu memetakan lokasi yang masih memiliki potensi panas menggunakan drone surveillance.

Drone tersebut digunakan untuk mendeteksi perbedaan suhu di permukaan tanah. Area yang menunjukkan suhu lebih tinggi menjadi perhatian karena dapat menjadi indikasi adanya bara yang masih bertahan.

“Masih ada titik-titik yang memungkinkan karena suhunya berbeda dengan suhu tanah sebenarnya, dia masih kuning atau merah. Nah, itu yang harus kita waspadai,” kata Kristomei.

Setelah lokasi teridentifikasi, pemadaman dilakukan dengan mengombinasikan water bombing dari udara dan penanganan langsung oleh personel di darat.

*Tim Alfa Turun ke Lokasi Sulit*

Selain helikopter, TNI juga menerjunkan Tim Alfa dari Mabes TNI ke kawasan TNWK. Sebanyak 40 personel dari tiga matra diterjunkan untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat.

Baca Juga :  Istri Kapolda dan Bupati Naik Jetski, Promosi Wisata Jangan Cuma Gimmick

Para personel membawa perlengkapan pemadam dan bergerak menyisir kawasan berdasarkan titik yang sebelumnya dipetakan melalui drone surveillance.

“Dia terjun sambil membawa alat pemadam kebakaran. Begitu dia turun, langsung bergerak menyisir mana-mana kira-kira titik-titik api yang masih ada berapi untuk dipadamkan supaya tidak berkembang menjadi api lagi,” ujar Kristomei.

Penanganan dari darat juga diperkuat dengan drone penyemprot yang dapat membawa air dalam beberapa kapasitas. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau lokasi yang sulit didatangi petugas dengan berjalan kaki.

Menurut Kristomei, seluruh metode tersebut diarahkan untuk mencegah hotspot kembali berkembang menjadi kebakaran.

“Harapannya jangan ada lagi tambahan-tambahan atau timbul lagi hotspot atau titik-titik api baru,” katanya.

Pengerahan water bombing dan Tim Alfa menjadi bagian dari upaya percepatan pemadaman karhutla TNWK setelah Presiden Prabowo meminta penanganan dilakukan secepat mungkin.

Operasi dilakukan dari udara dan darat untuk memastikan titik panas yang tersisa dapat segera didinginkan.

Berita Terkait

Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung
Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di Way Kambas
Karang Taruna Lampung dan Ribuan Warga Meriahkan Ruwat Laut di Ketapang
500 Peserta akan Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung
Istri Kapolda dan Bupati Naik Jetski, Promosi Wisata Jangan Cuma Gimmick
Peringati HUT Ke-81 RI, Warga Perumahan Mata Air Residence Gelar Lomba Adzan Bapak-bapak
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di Way Kambas

Berita Terbaru

Nasional

HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kolaboratif

Rabu, 2 Sep 2026 - 20:45 WIB

Kesehatan

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:20 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com