Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Avatar photo

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Kompastuntas.com, Bandar Lampung— Kepengurusan Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung periode 2026–2030 resmi dikukuhkan pada Ahad, 6 September 2026. Prosesi pengukuhan dilakukan Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, M.P., selaku pimpinan pusat perkumpulan tersebut.

Dr. Ir. Hj. Citra Persada, M.Sc. dipercaya memimpin kepengurusan baru. Pengukuhan berlangsung di Hotel Emersia Bandar Lampung dan dihadiri pengurus Bundokanduang dari sejumlah kabupaten/kota, tokoh Minangkabau, ninik mamak, serta perwakilan organisasi perempuan di Lampung.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Purnama Wulan Sari Mirza, S.E., M.M., yang akrab disapa Batin Wulan, selaku penasihat. Hadir pula Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., Rektor Institut Teknologi Sumatera, sebagai Dewan Pakar Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Batin Wulan mengapresiasi keberadaan Bundokanduang sebagai wadah perempuan Minangkabau untuk menjaga adat dan budaya sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Selama ini masyarakat Minangkabau salah satu yang memberikan kontribusi dalam mempererat persatuan dan kesatuan di Provinsi Lampung. Persatuan dan kesatuan adalah salah satu modal besar kita untuk bisa membangun daerah,” ujar Batin Wulan.

Baca Juga :  Anggaran ATK Rp1,5 Miliar, Dinas Cipta Karya Lampung Dipertanyakan

Ketua Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung Citra Persada mengatakan pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Menurut dia, momentum itu menjadi peneguhan komitmen untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Menurut Citra, posisi perempuan dalam adat Minangkabau memiliki peran strategis. Bundo Kanduang bukan hanya ditempatkan sebagai penjaga nilai-nilai keluarga dan adat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam kehidupan sosial dan pelestarian kebudayaan.

“Peran tersebut diharapkan terus berkembang sehingga perempuan Minangkabau tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak kemajuan dan peradaban,” kata Citra.

Menjaga Pusako, Merajut Peradaban

Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertajuk “Perempuan Minang Sepanjang Zaman: Menjaga Pusako, Merajut Peradaban.”

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Seminar tersebut menjadi ruang refleksi untuk melihat perjalanan dan perubahan peran perempuan Minangkabau dari masa ke masa. Pusako dimaknai tidak sebatas warisan benda, tetapi juga mencakup adat, budaya, nilai, serta kearifan lokal yang diwariskan antargenerasi.

Bundokanduang diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi dan kehidupan modern. Perempuan Minang dituntut tetap berakar pada adat dan budaya, sekaligus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semangat “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” menjadi salah satu pijakan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung dalam menjalankan perannya. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai semboyan, tetapi menjadi landasan dalam menjaga kebudayaan sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

“Pengukuhan hari ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi merupakan peneguhan kembali amanah untuk menjaga pusako dan merajut peradaban melalui peran perempuan Minangkabau,” ujar Citra.

Berita Terkait

Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung
Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel
Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di Way Kambas
Karang Taruna Lampung dan Ribuan Warga Meriahkan Ruwat Laut di Ketapang
500 Peserta akan Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung
Istri Kapolda dan Bupati Naik Jetski, Promosi Wisata Jangan Cuma Gimmick
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:14 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di Way Kambas

Berita Terbaru

Nasional

HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kolaboratif

Rabu, 2 Sep 2026 - 20:45 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com