36 Tahun Berpencar, Aktivis HUMANIKA Kembali Bertemu
Kompastuntas.com— Jakarta, Pengurus dan aktivis Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) Lampung menemui salah satu pendiri HUMANIKA, Bursah Zarnubi, di Jakarta, Kamis malam, 17 September 2026. Rombongan dipimpin oleh senior pengurus HUMANIKA, Ahmad Jahri.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari persiapan Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun HUMANIKA yang digelar pada Jumat malam, 18 September 2026, di Jakarta. Agenda itu mempertemukan kembali aktivis HUMANIKA yang kini tersebar di berbagai daerah dan profesi.
Bursah mengatakan reuni tidak seharusnya berhenti pada kegiatan nostalgia. Menurut dia, nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas yang menjadi dasar HUMANIKA perlu diterapkan dalam bentuk pengabdian yang relevan dengan persoalan masyarakat saat ini.
“HUMANIKA lahir dari semangat kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas. Setelah 36 tahun, jangan hanya melihatnya sebagai perjalanan masa lalu. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai itu tetap hidup dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Bursah.
Ia menilai perbedaan daerah dan profesi tidak memutus hubungan antaraktivis. Silaturahmi, kata dia, dapat memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama.
“Para aktivis boleh berpencar, berada di daerah dan profesi yang berbeda. Namun, kita tetap memiliki akar yang sama. Silaturahmi penting untuk menjaga persaudaraan dan membuka ruang bagi hal-hal baik yang bisa kita lakukan bersama,” katanya.
Ahmad Jahri mengatakan reuni tersebut dirancang untuk menyambung kembali komunikasi dan memperkuat jejaring aktivis HUMANIKA.
“Reuni ini bukan sekadar nostalgia. Ini kesempatan untuk mempertemukan kembali para aktivis yang selama ini berpencar, menyambung komunikasi, dan memperkuat persaudaraan. Kita ingin 36 tahun HUMANIKA menjadi momentum untuk melihat ke depan,” ujar Ahmad.
Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun HUMANIKA mengusung tema “Solidaritas, Sinergi, Kolaborasi” dengan tagline “Aktivis Sepanjang Masa.”
Menurut Ahmad, solidaritas menjadi dasar hubungan antaraktivis, sedangkan sinergi dan kolaborasi diharapkan mendorong kegiatan bersama yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Solidaritas adalah fondasi yang menyatukan kita. Sinergi membuat kita mampu bergerak bersama, sedangkan kolaborasi membuka ruang untuk menghasilkan sesuatu yang lebih luas dan bermanfaat. Itulah semangat yang ingin kita bawa,” kata Ahmad.
Para aktivis HUMANIKA kini berkiprah di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, organisasi sosial, dan profesi lainnya. Reuni tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan serta mengembangkan kerja sama lintas daerah dan bidang.
Acara pada Jumat malam itu akan dihadiri oleh pengurus dan aktivis HUMANIKA dari sejumlah provinsi serta sejumlah tokoh nasional.(***)
Editor : Hengki Utama









