Efisiensi Bukan Alasan Mati Gaya di Lampung Fest 2025

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Efisiensi Bukan Alasan Mati Gaya di Lampung Fest 2025

 

Kompastuntas.com— Teluk Betung, Gubernur Lampung berharap Lampung Fest 2025 menjadi panggung besar kreativitas, tempat ekonomi kreatif, kuliner, dan pariwisata daerah bertemu dalam satu kemeriahan.

Tapi hingga awal Oktober, dari 46 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, baru sembilan yang memastikan ikut serta.

Festival yang semestinya menjadi ajang unjuk inovasi malah diwarnai minimnya partisipasi. “Masih ada beberapa OPD yang dalam tahap konfirmasi,” kata seorang panitia penyelenggara.

Di antaranya Dinas Kehutanan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, yang disebut masih menyusun konsep keikutsertaan mereka.

Padahal, panitia sudah membuka jalan selebar-lebarnya. Setiap OPD diberi fasilitas area pameran berukuran 3×3 meter secara gratis. Satu-satunya kewajiban hanyalah membayar biaya listrik selama 14 hari penyelenggaraan. Kebijakan ini jauh lebih ringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika peserta harus menanggung biaya sewa stand hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga :  Menteri Tito Karnavian Semprot Pemda: Stop Pelesiran Berkedok Kunjungan Kerja, Pangkas Anggaran Dinas!

Namun, efisiensi itu tampaknya justru membuat sebagian OPD kehabisan ide. Tak sedikit yang berlindung di balik alasan “penghematan anggaran”, seolah efisiensi identik dengan berhenti berkreasi.

“Partisipasi aktif OPD bukan hanya soal memeriahkan acara, tapi bentuk komitmen membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujar seorang pejabat Dinas Pariwisata.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan, Lampung Fest 2025 bukan sekadar pesta tahunan, melainkan salah satu strategi memperluas sumber PAD nonpajak. Karena itu, setiap dinas didorong menampilkan inovasi, program unggulan, dan hasil karya masyarakat binaan mereka.

Baca Juga :  WLC Lampung Berbagi Sembako Dibulan Penuh Berkah

Tapi di lapangan, antusiasme itu belum sepenuhnya terlihat. Sebagian OPD lebih memilih menunggu ketimbang menjemput peluang.

Padahal, dengan fasilitas gratis dan konsep efisiensi yang diusung, tidak ada alasan bagi perangkat daerah untuk absen dari panggung kreativitas daerah.

Efisiensi seharusnya melahirkan inovasi, bukan apatisme. Jika alasan penghematan terus dijadikan tameng, Lampung Fest 2025 berisiko kehilangan rohnya: menjadi ruang hidup bagi ide-ide baru dan semangat kolaborasi lintas sektor.

Karena, seperti kata seorang panitia dengan nada getir, “Kalau sudah dikasih panggung gratis saja masih ragu tampil, apa jadinya ekonomi kreatif Lampung ke depan?”

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Selamat, Wahrul Silalahi Terpilih Pimpin Karang Taruna Lampung
Pemprov dan DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026: Pendapatan Dipangkas Rp19,67 Miliar
DPRD Lampung Buka Seluruh Postur APBD, Giri: Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran
Komisi IV DPRD Evaluasi Kinerja Dinkes Bandar Lampung, Serapan Anggaran 2026 Capai 50 Persen
Rycko Menoza dan Akademisi Soroti Batas Usia JPT Pratama, Sistem Merit Dinilai Harus Jadi Acuan Utama
Kadis Kominfo Paparkan Program Seribu Wajah kepada Sekjen Kemendagri di Bandar Lampung Expo 2026
Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot
Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Selamat, Wahrul Silalahi Terpilih Pimpin Karang Taruna Lampung

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Pemprov dan DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026: Pendapatan Dipangkas Rp19,67 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:03 WIB

DPRD Lampung Buka Seluruh Postur APBD, Giri: Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran

Senin, 27 Juli 2026 - 19:39 WIB

Komisi IV DPRD Evaluasi Kinerja Dinkes Bandar Lampung, Serapan Anggaran 2026 Capai 50 Persen

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:19 WIB

Rycko Menoza dan Akademisi Soroti Batas Usia JPT Pratama, Sistem Merit Dinilai Harus Jadi Acuan Utama

Berita Terbaru

Pers

Ahmad Muzani Dukung HPN-Porwanas 2027 di Lampung

Selasa, 18 Agu 2026 - 20:50 WIB

Militer

Amanat Kemerdekaan: Mengubah Nilai Sejarah Jadi Karya Nyata

Senin, 17 Agu 2026 - 22:34 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com