Dicecar Hakim Soal SK Ganda PI, Arinal: Saya Tidak Tahu
Kompastuntas.com— Bandar Lampung, mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, akhirnya hadir memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi dana Participating Interest (PI) 10 persen PT Lampung Energy Berjaya di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 13 Mei 2026. Kehadiran Arinal terjadi setelah dua kali sebelumnya ia tidak memenuhi panggilan persidangan.
Dalam persidangan, majelis hakim menyoroti kebijakan pemerintah daerah terkait penunjukan pengelola dana PI yang disebut-sebut menyisakan persoalan administrasi dan tata kelola. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan Surat Keputusan (SK) gubernur sebelumnya yang menunjuk PT Wahana Raharja sebagai pengelola dana PI.
Namun, Arinal mengaku tidak mengetahui secara pasti keberadaan SK tersebut sehingga selama masa kepemimpinannya tidak pernah dilakukan pencabutan. Jawaban itu langsung memancing respons kritis dari hakim anggota.
“Secara logika, masa seorang gubernur tidak mengetahui adanya SK gubernur sebelumnya,” ujar hakim dalam persidangan.
Majelis menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dualisme kebijakan dalam pengelolaan dana PI, yang kini menjadi salah satu titik krusial dalam perkara korupsi PT LEB.
Tak hanya soal SK, Arinal juga membantah keterlibatannya dalam proses seleksi direksi PT LEB. Ia menyatakan tidak pernah mengikuti tahapan wawancara calon direksi perusahaan tersebut.
Pernyataan itu berbeda dengan kesaksian sejumlah saksi sebelumnya yang menyebut Arinal terlibat dalam proses akhir seleksi, termasuk wawancara terhadap calon direksi. Perbedaan keterangan tersebut kemudian menjadi perhatian majelis hakim karena dinilai berkaitan langsung dengan proses pengambilan keputusan di tubuh perusahaan daerah itu.
Sidang perkara dugaan korupsi dana PI 10 persen PT LEB hingga Rabu sore masih berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi dan pendalaman keterangan terkait tata kelola dana participating interest migas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.









