Arinal Djunaidi Diperiksa, Kejati Lampung Sita Aset Rp38,5 Miliar Lebih

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arinal Djunaidi Diperiksa, Kejati Lampung Sita Aset Rp38,5 Miliar Lebih

 

Kompastuntas.com— Teluk Betung, kasus dugaan korupsi PT Lampung Energi Berjaya (LEB) menyeret nama besar mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. Kejaksaan Tinggi Lampung menggeledah rumah pribadi Arinal di Jalan Sultan Agung, Sepang Jaya, Kedaton, Bandar Lampung, Rabu, 3 September 2025.

Hasilnya mencengangkan. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita tujuh mobil mewah senilai Rp3,5 miliar, logam mulia 645 gram dengan nilai lebih dari Rp1,29 miliar, serta uang tunai dalam rupiah dan valuta asing senilai Rp1,35 miliar. Selain itu, tim juga menemukan deposito atas nama pihak terkait dengan nilai Rp4,4 miliar, serta 29 sertifikat tanah dan bangunan yang ditaksir Rp28,04 miliar.

Jika dijumlahkan, total aset yang diangkut dari kediaman mantan Ketua DPD Golkar Lampung itu mencapai Rp38.588.545.675.
“Ini baru temuan awal, penyelidikan masih berjalan,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung, Armen Wijaya, dalam keterangan pers Kamis malam, 4 September 2025.

Tak berhenti di penyitaan, Arinal juga menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi sejak Kamis siang. Hingga konferensi pers digelar, ia masih diperiksa terkait dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan PT LEB. “Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini dengan transparan, sesuai fakta hukum,” ujar Armen.

Baca Juga :  GERMASI Desak APH Sikat Mafia Hutan Register 43 B

Pengungkapan aset fantastis ini menjadi buah bibir publik. Wajar saja, mengingat Arinal adalah gubernur Lampung periode 2019–2024, sekaligus tokoh Golkar berpengaruh di provinsi ini. Kasus yang menjeratnya diperkirakan akan menjadi salah satu perkara korupsi terbesar yang ditangani Kejati Lampung tahun ini.

Kasus bermula dari pengelolaan dana participating interest (PI) 10 persen di wilayah kerja Offshore South East Sumatera (WK OSES). Dana yang mencapai USD 17,28 juta atau sekitar Rp271,5 miliar itu diterima Pemerintah Provinsi Lampung dari Pertamina Hulu Energi. Dana kemudian dialirkan ke PT LEB, anak usaha PT Lampung Jasa Utama (LJU) yang ditugaskan mengelola PI sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016.

Kejati Lampung telah menetapkan perkara ini ke tahap penyidikan. Sejak 29 Oktober 2024, penggeledahan dilakukan di kantor PT LEB dan enam titik lokasi lain di Bandar Lampung dan Lampung Timur. Sedikitnya sembilan saksi sudah diperiksa, mulai dari pejabat BUMD, birokrat Pemprov, hingga direksi PDAM.

Deretan nama yang diperiksa antara lain Direktur Utama LJU berinisial ASI, Plt Dirut LJU TH, Kepala Biro Perekonomian Rnv, Dirut PDAM Mrt, serta beberapa pihak lain berinisial RYN, AB, CBS, AHC, dan HE.

Baca Juga :  Kejati Lampung, Dilaporkan LSM PEMATANG KE Kejagung RI Terkait Kinerja Pemberantasan Korupsi

Masih terlalu dini menyimpulkan arah perkara. Namun, dengan jumlah aset yang disita dan jejak aliran dana PI ratusan miliar, kasus PT LEB jelas bukan perkara kecil. Publik Lampung kini menunggu: apakah Kejati benar-benar berani menuntaskan kasus ini sampai ke ujung, atau berhenti di tengah jalan seperti perkara besar lainnya di daerah.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Setelah Ardito di Tangkap KPK, Kini Adik Ipar Welly Adiwantra Ditetapkan Tersangka oleh Polda Lampung
Ini Profil Tiga Hakim yang Vonis Lepas Tiga Terdakwa Tipikor Tanah Kemenang Ro 54,4 M
Dari Premanisme ke Narkoba: Jejak Rekam HIPMI di Lampung Kembali Terkuak
Pengadilan Tinggi Tipikor Tanjung Karang Vonis Mantan Kepala BPN Lampung Selatan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum
Lampung Police Watch (LPW) menyoroti keras tindakan penembakan terhadap terduga pelaku begal
Jerat Manis “Kuota Polda” Berujung Bui tiga Tahun
LBH Bandar Lampung Kecam Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum oleh Oknum Polisi
Skandal BPJS di PT CPB Terkuak, Ratusan Pekerja Diduga Dibiarkan Tanpa Jaminan Sosial
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:18 WIB

Ini Profil Tiga Hakim yang Vonis Lepas Tiga Terdakwa Tipikor Tanah Kemenang Ro 54,4 M

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:19 WIB

Dari Premanisme ke Narkoba: Jejak Rekam HIPMI di Lampung Kembali Terkuak

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengadilan Tinggi Tipikor Tanjung Karang Vonis Mantan Kepala BPN Lampung Selatan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:30 WIB

Lampung Police Watch (LPW) menyoroti keras tindakan penembakan terhadap terduga pelaku begal

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:40 WIB

Jerat Manis “Kuota Polda” Berujung Bui tiga Tahun

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com