Aliansi Tiga LSM Desak Bapenda Lampung Bongkar Dugaan Pengemplangan Pajak SGC: “Jangan Ada Main Bawah Meja”

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Tiga LSM Desak Bapenda Lampung Bongkar Dugaan Pengemplangan Pajak SGC: “Jangan Ada Main Bawah Meja”


Kompastuntas.com
— Jakarta, langkah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung mendatangi langsung kantor PT Sugar Group Companies (SGC) pada Kamis, 12 Juni 2025, memantik respons keras dari masyarakat sipil. Tiga organisasi yang tergabung dalam aliansi LSM, yakni DPP Akar Lampung, LSM Kramat, dan DPP Pematank, mendesak agar pemerintah daerah tak hanya berhenti pada penagihan, tapi melangkah lebih jauh: audit total dan pelibatan aparat penegak hukum.

Kunjungan tim Bapenda yang dipimpin langsung Kepala Bapenda Slamet Riadi ke kantor pusat SGC itu disebut sebagai tindak lanjut dari aksi unjuk rasa yang digelar ketiga LSM tersebut di Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu. Slamet menyebut pihaknya tengah menagih tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sekaligus menggali potensi pajak lainnya, seperti Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Alat Berat yang digunakan dalam operasional raksasa industri gula itu.

Namun bagi aliansi masyarakat sipil, langkah ini dianggap belum cukup. Ketua DPP Akar Lampung, Indra Musta’in, menyebut ada indikasi kuat pengemplangan pajak yang berlangsung sistematis dan berlangsung lama.

Baca Juga :  Polemik Pengadaan Jasa Konsultasi Pengawasan Gedung Labkesmas Way Kanan 2025: Diduga Sarat Benturan Kepentingan

“SGC diduga tidak membayar penuh pajak air permukaan, air bawah tanah, hingga pajak kendaraan alat berat. Ini bukan sekadar tunggakan, tapi indikasi pembangkangan terhadap kewajiban perpajakan daerah yang harus ditindak tegas,” kata Indra dalam konferensi pers, Jumat (13/6).

Menurut Indra, audit tidak boleh hanya dilakukan atas kinerja beberapa tahun terakhir, tetapi menyeluruh sejak awal berdirinya SGC di Lampung. Ia menyoroti potensi pajak dari hasil produksi gula dan etanol, yang selama ini tak pernah terbuka secara transparan ke publik.

“Produksi mereka bisa mencapai 500 ribu ton per musim panen. Coba hitung 10 persen pajaknya. Itu belum termasuk PPN dari produksi etanol. Sudah berapa triliun yang mestinya masuk PAD tapi menguap?” tandasnya.

Lebih jauh, ia menyebut ada dugaan pelanggaran lain di sisi penguasaan lahan. Indra meminta Bapenda berkoordinasi dengan Ditjen Pajak dan Kementerian ATR/BPN, karena penguasaan lahan SGC di lapangan ditengarai jauh melebihi data dalam kontrak resmi.

Ketua LSM Kramat, Sudirman, menyampaikan ultimatum keras. Ia mengingatkan Bapenda agar tidak bermain api dalam penanganan kasus ini.

Baca Juga :  “Kasus Chromebook: Permintaan Hotman Paris Dinilai Sesatkan Publik”

“Kalau sampai ada permainan di bawah meja, kami kepung kantor Bapenda. Kami sudah siapkan laporan untuk Kejagung dan KPK. Ini bukan gertakan,” ujarnya tajam.

Nada serupa disampaikan Ketua DPP LSM Pematank, Suadi Romli. Ia menegaskan bahwa kelompoknya akan terus mengawal proses ini, terlebih saat ini Lampung dipimpin Gubernur baru, Rahmat Mirzani Djausal, yang dinilai punya peluang menegakkan kembali wibawa negara di hadapan korporasi besar.

“Momentum ini harus digunakan untuk menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak tunduk pada kekuatan modal. Kami minta keseriusan, bukan sandiwara penagihan,” ucapnya.

Aliansi ini bahkan mengaku telah menyerahkan sejumlah data dan catatan lapangan kepada Bapenda, terutama menyangkut titik-titik penggunaan air bawah tanah yang diduga tak sesuai dengan izin. Fakta di lapangan, kata mereka, memperlihatkan ketimpangan besar antara data di atas kertas dan realitas operasional di lapangan.

Mereka menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini sampai tuntas, bahkan jika harus menempuh jalur hukum dan pengawasan independen dari lembaga nasional.

“SGC ini simbol. Jika negara kalah di sini, maka PAD Lampung selamanya akan dikerdilkan oleh keserakahan,” tutup Romli.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Penyidik Agendakan Pemeriksaan Kadis PSDA Lampung Levi
Pasal berlapis KHUP Baru dan UU Pers Jadi Ancaman Oknum Kadis
Polisi Terbitkan STTLP, Laporan Dugaan Ancaman terhadap Wartawan di Lampung Resmi Diproses
Jajal Mobil Baru, Plastik Belum Lepas Arinal Dibawa Kerutan
Mobil Tahanan Merapat, Publik Menanti Status Arinal Djunaidi
Brutal Ngancam Tembak Karena Miliki Pistol, Polisi Harus Segera Amankan Pelaku
Tukang Becak jadi Korban Tabrak Lari di Pasar Kangkung, Toyota Vios BE 1648 RQ Kabur
Usai Penyegelan Toko Mas, Polda Lampung Kejar Aktor Besar di Balik Tambang Emas Ilegal Way Kanan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:55 WIB

Penyidik Agendakan Pemeriksaan Kadis PSDA Lampung Levi

Kamis, 30 April 2026 - 22:09 WIB

Pasal berlapis KHUP Baru dan UU Pers Jadi Ancaman Oknum Kadis

Kamis, 30 April 2026 - 11:34 WIB

Polisi Terbitkan STTLP, Laporan Dugaan Ancaman terhadap Wartawan di Lampung Resmi Diproses

Selasa, 28 April 2026 - 21:46 WIB

Jajal Mobil Baru, Plastik Belum Lepas Arinal Dibawa Kerutan

Selasa, 28 April 2026 - 21:16 WIB

Mobil Tahanan Merapat, Publik Menanti Status Arinal Djunaidi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Taekwondo Gubernur Lampung Cup II Dimulai

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:59 WIB

Gambar ilustrasi

Kriminal

Penyidik Agendakan Pemeriksaan Kadis PSDA Lampung Levi

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:55 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com