Selamat, Unila Datang Bersama APH Untuk Kendalikan HPT

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Unila Tantang Ketergantungan Petani pada Pestisida, Kenalkan APH sebagai “Senjata”

 

Kompastuntas.com— Pringsewu, ketergantungan petani terhadap pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman mulai ditantang. Di lahan pertanian Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) memperkenalkan agensia pengendali hayati (APH) sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Para dosen tidak datang sekadar membawa teori tapi membawa “senjata” alternatif bagi petani. Mereka turun langsung ke lahan, berdiskusi dengan petani, dan memperagakan cara memanfaatkan organisme hayati untuk menekan serangan hama serta penyakit tanaman (HPT).

Kegiatan yang berlangsung pada 12 September 2026 itu diikuti lebih dari 35 petani. Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan Universitas Lampung yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila melalui skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan.

Tim pengabdi dipimpin Dr. Puji Lestari, bersama Ir. Lestari Wibowo, M.P., Selvi Helina, S.P., M.Sc., Prof. Dr. Radix Suharjo, Prof. Dr. Yuyun Fitriana, dan Ni Kadek Emi Sintha Dewi, S.P., M.P.

Dalam kegiatan tersebut, tim membahas pengelolaan dan mitigasi hama serta penyakit tanaman. Petani didorong untuk tidak terus-menerus menjadikan bahan kimia sebagai satu-satunya andalan dalam melindungi tanaman.

Baca Juga :  Selamat, 149 Sarjana Baru Fakultas Pertanian Unila Siap Berkontribusi Untuk Negri

Salah satu praktik yang diperkenalkan ialah perbanyakan APH menggunakan kompos sebagai media hidup. Melalui praktik ini, petani mempelajari cara mengembangkan agensia hayati yang dapat membantu menekan penyakit tanaman.

Tim turut mendistribusikan APH berbasis Trichoderma sp. dan konsorsium bakteri yang diformulasikan Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Unila.

APH tersebut telah melalui pengujian dan menunjukkan kemampuan mendukung pertumbuhan serta meningkatkan ketahanan tanaman atau plant growth promoting.

Bagi petani, teknologi baru tidak cukup hanya dijelaskan dari balik meja. Karena itu, kegiatan dikemas dalam bentuk diskusi, praktik, dan evaluasi.

Pengetahuan peserta diukur melalui pretest dan post-test, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan serta kemampuan setelah kegiatan berlangsung.

Pendekatan ini sekaligus menguji cara lama dalam pengendalian hama. Jika selama ini pestisida kerap menjadi pilihan pertama, APH ditawarkan sebagai pilihan lain yang dapat dikembangkan dari bahan dan organisme yang lebih bersahabat dengan lingkungan.

Baca Juga :  Budiyono, Intelektual Organik dari Lampung

Hubungan antara kampus dan petani pun dibangun bukan dalam pola satu arah. Pengetahuan dibawa ke lahan, dipraktikkan bersama, dan diuji untuk menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi petani sehari-hari.

Tim pengabdi berharap APH dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pengendalian berbasis bahan kimia.

Sebab, pertanian berkelanjutan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen. Tanah, air, lingkungan, dan kesehatan juga menjadi taruhan ketika pengendalian hama dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.

Dari Adiluwih, dosen Pertanian Unila menyampaikan pesan tegas: hama tidak harus dilawan dengan pestisida, dan petani tidak harus menghadapi persoalan itu sendirian. Kampus hadir untuk berkawan, menguji cara baru, dan mencari solusi bersama.(***)

Penulis : DR. PUJI

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting
Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung
Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini
Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur
Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:28 WIB

Selamat, Unila Datang Bersama APH Untuk Kendalikan HPT

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:55 WIB

Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini

Berita Terbaru

Pendidikan

Selamat, Unila Datang Bersama APH Untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:28 WIB

Kriminal

Tiga Kali Mangkir, Welly Abaikan Panggilan Polda Lampung

Senin, 14 Sep 2026 - 15:13 WIB

Politik

Anas Urbaningrum Sodorkan Enam Gagasan untuk UU Politik 2029

Senin, 14 Sep 2026 - 14:36 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com