Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Kompastuntas.com— Lampung Timur, langkah konkret untuk memutus jerat kemiskinan struktural kini mulai terpancar dari Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah meresmikan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru pada Kamis (13/8/2026).

Kehadiran fasilitas pendidikan ini menjadi tonggak strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, mulai dari Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Gubernur Lampung, hingga jajaran Forkopimda Lampung Timur.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia di tingkat akar rumput.

*Sinergi Memutus Kemiskinan*

Dalam pandangan Bupati Ela, pembangunan gedung ini melampaui makna fisik sebuah bangunan sekolah. Ia menegaskan bahwa institusi ini merupakan simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Mahasiswa Diuji Tekanan, Webinar Ungkap Cara Mengelola Stres Akademik

“Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan,” ujar Ela dalam sambutannya.

Ia meyakini bahwa keberadaan sekolah ini memberikan kesempatan luas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk mengejar ketertinggalan dan mempersiapkan masa depan.

Secara sosiologis, pendidikan memang merupakan instrumen mobilitas vertikal yang paling efektif untuk mengangkat derajat ekonomi keluarga.

Dengan memfasilitasi anak-anak dari kelompok rentan, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa kemiskinan tidak lagi menjadi warisan yang harus diterima secara turun-temurun.

*Membentuk Karakter dan Keterampilan*

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memberikan dukungan penuh agar penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak terjebak pada pengajaran akademik semata.

Bupati Ela menginginkan lembaga ini menjadi ruang inkubasi bagi pembentukan karakter dan keterampilan praktis peserta didik.

“Sekolah ini harus menjadi tempat untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, kepedulian sosial, sekaligus karakter peserta didik,” tegas Ela.

Visi ini sejalan dengan konsep pendidikan holistik yang mengedepankan aspek afektif dan psikomotorik, sehingga lulusannya tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga tangguh di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Sambutan Hanya Formalitas, “Presma Unila Pilih Bersinergi, Siapa yang Mengawasi Kekuasaan?”

*Menanamkan Kepercayaan Diri*

Momentum MPLS dimanfaatkan oleh Bupati untuk berdialog langsung dan membakar semangat para siswa baru.

Ia mengajak mereka mengenal lingkungan sekolah dengan penuh antusiasme sebagai langkah awal transformasi diri.

Secara khusus, Ela menyentuh aspek psikologis siswa agar tidak merasa inferior karena latar belakang ekonomi keluarga.

“MPLS merupakan awal perjalanan baru. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” pesan Ela dengan nada memotivasi.

Ungkapan ini menjadi penegasan bahwa di dalam ruang kelas Sekolah Rakyat, semua anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi besar tanpa dibayangi oleh keterbatasan biaya.

Melalui inisiatif ini, Lampung Timur tengah mencoba menulis narasi baru: bahwa dari desa terpencil dan dari keluarga yang paling sederhana sekalipun, bisa lahir generasi pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan bagi daerahnya. (*)

Berita Terkait

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting
Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung
Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini
Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur
Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Tulang Bawang Ukir Sejarah, Hibahkan Lahan 19,17 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:55 WIB

Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com