Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik

 

Kompastuntas.com— Jakarta, pernyataan mantan Menteri Komunikasi dan Digital Budi Arie Setiadi di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo soal dinamika politik pra-2029 memicu riak di ruang publik. Namun bagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum, gaduh wacana itu tak lebih dari silat kata yang tak substansial.

Daripada terjebak dalam perdebatan klise dan saling tuding, Anas mendesak pemerintah fokus pada satu hal: perbaikan kinerja nyata.

Anas menilai Indonesia membutuhkan “modifikasi cuaca politik” yang signifikan.

Langkah ini hanya bisa dicapai jika Kabinet Presiden Prabowo Subianto bertindak cepat memperbaiki performa tata kelola pemerintahan, alih-alih sibuk berselancar di atas polemik.

Fokus Kinerja dan Koreksi Kebijakan

Dalam pandangannya, kunci utama menjaga kepercayaan publik ada pada eksekusi kebijakan yang optimal. Kebijakan yang sudah baik harus direalisasikan secara presisi, sementara kebijakan yang menuai kritik publik tidak boleh dipertahankan secara tegar tengkuk.

Baca Juga :  Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2026

• Revaluasi Kebijakan: Keberanian melakukan koreksi teknis maupun substansial terhadap program yang bermasalah adalah bentuk kepemimpinan yang sehat.
• ⁠Juga Komunikasi Elegan: Narasi pemerintah kerap memicu residu politik karena penyampaian yang serampangan. Kebijakan publik yang baik harus dipresentasikan secara lugas dan elegan tanpa nada defensif.

Menyapu Laporan “Asal Bapak Senang”

Kritik paling tajam Anas tertuju pada kultur birokrasi yang gemar menyetor laporan pemanis. Ia mengingatkan Presiden untuk menajamkan power of scrutiny atau daya periksa terhadap jajaran pembantunya guna mengikis habis praktik Asal Bapak Senang (ABS).

“Presiden membutuhkan informasi yang objektif untuk mengambil langkah yang tepat, bukan polesan kosmetik. Para pembantu Presiden di bidang pengawasan harus bekerja berbasis data autentik, bukan sekadar memberikan laporan manis.”

Menuju Demokrasi yang Stabil dan Produktif

Bagi mantan Ketua Umum HMI ini, indikator demokrasi yang berhasil bukan sekadar tiadanya konflik, melainkan hadirnya kemanfaatan konkret bagi masyarakat. Jika tingkat kepuasan publik terjaga lewat kerja nyata, cuaca politik secara otomatis akan teduh dan stabil.

Baca Juga :  Bonatua Silalahi Klaim Tak Temukan Verifikasi Ijazah Jokowi, Dibukukan dalam Karya Terbaru

Demokrasi Indonesia tidak boleh terus berjalan di tempat apalagi terancam mengalami retakan sosial. Energi bangsa harus digeser dari pertikaian elit menuju pembentukan Demokrasi Produktif yang memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan rakyat.(***)

Penulis : Anas Urbaningrum

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama
Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung
Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru
Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara
Abdul Wachid: Aturan Batas Usia Promosi Jabatan ASN Perlu Fleksibel dan Selaras dengan Sistem Merit
Menyuarakan Keadilan di Tengah Praktik “Under Voicing”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:03 WIB

Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ

Berita Terbaru

Opini

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:33 WIB

Militer

LAMPUNG: Mengenal Tim Alfa TNI yang Terjun ke Way Kambas

Rabu, 26 Agu 2026 - 14:06 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com