Abdul Wachid: Aturan Batas Usia Promosi Jabatan ASN Perlu Fleksibel dan Selaras dengan Sistem Merit

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Wachid: Aturan Batas Usia Promosi Jabatan ASN Perlu Fleksibel dan Selaras dengan Sistem Merit

Kompastuntas.com— Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menilai ketentuan mengenai pembatasan usia dalam promosi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk di lingkungan Kementerian Agama, perlu diterapkan secara bijaksana agar tetap sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang mengedepankan profesionalisme, kompetensi, integritas, dan sistem merit.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Wachid saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai pandangannya terhadap pembatasan usia dalam pengembangan karier ASN, di sela kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Lampung, Sabtu (25/7/2026).
Menurut politisi Partai

Gerindra dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II itu, keberadaan batas usia memang memiliki fungsi dalam menjaga regenerasi birokrasi. Namun, regulasi juga harus memberikan ruang bagi ASN yang masih memiliki kompetensi, pengalaman, dan kapasitas untuk terus berkontribusi.

Baca Juga :  Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru

“Memang pembatasan usia itu penting, tapi kalau memang itu masih dibutuhkan tenaga dan pikirannya, ini juga sangat penting. Jadi Undang-Undang itu harusnya bersifat tidak kaku, itu adalah aspiratif dan juga termasuk yang fleksibel. Jangan Undang-Undang itu membuat kaku sehingga menjadikan peraturan itu tidak sesuai dengan kehendak daripada masyarakat,” ujar Abdul Wachid.

Ia menegaskan bahwa semangat reformasi birokrasi adalah menciptakan sistem kepegawaian yang profesional dan berbasis merit, sehingga kebijakan mengenai promosi jabatan harus tetap mempertimbangkan kebutuhan organisasi tanpa mengabaikan prinsip keadilan bagi ASN.

Dalam konteks Kementerian Agama, ketentuan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) juga mengacu pada regulasi nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pola Karier PNS, usia paling tinggi untuk menduduki JPT Pratama adalah 56 tahun, sedangkan JPT Madya dan JPT Utama paling tinggi 58 tahun. Ketentuan tersebut juga menjadi acuan dalam pelaksanaan seleksi terbuka di berbagai kementerian, termasuk Kementerian Agama.

Baca Juga :  Pergub Literasi: Hadiah Terindah Gubernur Lampung di Hari Buku Nasional 2026

Pada sejumlah pengumuman seleksi terbuka JPT Pratama di lingkungan Kementerian Agama, persyaratan usia juga ditegaskan, yakni berusia paling tinggi 55 tahun 10 bulan saat mendaftar dan paling tinggi 56 tahun pada saat ditetapkan atau dilantik, sehingga batas usia tersebut menjadi salah satu syarat administratif dalam proses promosi jabatan.

Abdul Wachid berpandangan bahwa regulasi tersebut perlu terus dievaluasi agar tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga mampu mengakomodasi kebutuhan organisasi terhadap ASN yang masih produktif dan memiliki kompetensi tinggi. Menurutnya, regulasi yang adaptif akan lebih mencerminkan semangat UU ASN yang mengedepankan profesionalisme, kompetensi, dan pelayanan publik yang optimal.

Berita Terkait

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  
Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama
Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung
Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru
Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara
Menyuarakan Keadilan di Tengah Praktik “Under Voicing”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati

Berita Terbaru

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Sabtu, 19 Sep 2026 - 08:19 WIB

Uncategorized

Welly Diborgol, Keluar dari Ruang Ditreskrimsus Polda Lampung

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:54 WIB

Nasional

36 Tahun Berpencar, Aktivis HUMANIKA Kembali Bertemu

Jumat, 18 Sep 2026 - 13:51 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com