Lawan Limbah Dapur, Mahasiswa Malahayati Ajarkan Warga Tejo Agung Racik Sabun Eco-Enzyme
Kompastuntas.com— Metro, limbah kulit buah dan sayuran dapur rumah tangga kerap berakhir begitu saja di tempat pembuangan sampah. Di tangan kelompok mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung, limbah organik tersebut disulap menjadi produk pembersih rumah tangga yang berdaya guna.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui program edukasi dan pelatihan pembuatan sabun pembersih lantai berbasis eco-enzyme yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan dan Pengabdian pada Masyarakat (KKL PPM) Kelompok 91 di Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan yang menyasar kelompok ibu-ibu Dasawisma RT 08 dan RT 09 RW 002 Tejo Agung ini dirancang untuk menekan volume sampah organik dari level domestik sekaligus mengenalkan prinsip pengelolaan limbah berkelanjutan.
Eco-enzyme merupakan cairan pembersih serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik seperti sisa kulit buah dan sayuran dengan campuran gula dan air. Proses fermentasi ini memicu pelepasan senyawa aktif yang efektif mengurai kotoran sekaligus memiliki sifat anti-bakteri.
Para mahasiswa mengawali sesi dengan pemaparan teoritis terkait konsep dasar, manfaat lingkungan, hingga kalkulasi takaran fermentasi. Setelah pemahaman dasar terbentuk, kegiatan dilanjutkan dengan alur praktik pembuatan sabun pembersih lantai secara mandiri.
Mahasiswa memandu peserta tahap demi tahap, mulai dari persiapan bahan baku, teknik pencampuran larutan eco-enzyme dengan formula pembersih, hingga proses pengemasan akhir. Di penghujung acara, setiap peserta membawa pulang sampel produk sabun eco-enzyme siap pakai sebagai rujukan mandiri.
Lewat pelatihan ini, warga diharapkan tak sekadar paham teori pengelolaan sampah, namun mampu memproduksi kebutuhan pembersih rumah tangga secara mandiri dari bahan-bahan yang sebelumnya dianggap tak bernilai.









