Lawan Limbah Dapur, Mahasiswa Malahayati Ajarkan Warga Tejo Agung Racik Sabun Eco-Enzyme

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lawan Limbah Dapur, Mahasiswa Malahayati Ajarkan Warga Tejo Agung Racik Sabun Eco-Enzyme

Kompastuntas.com— Metro, limbah kulit buah dan sayuran dapur rumah tangga kerap berakhir begitu saja di tempat pembuangan sampah. Di tangan kelompok mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung, limbah organik tersebut disulap menjadi produk pembersih rumah tangga yang berdaya guna.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui program edukasi dan pelatihan pembuatan sabun pembersih lantai berbasis eco-enzyme yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan dan Pengabdian pada Masyarakat (KKL PPM) Kelompok 91 di Kelurahan Tejo Agung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Baca Juga :  Margono Tarmudji: Faisol Djausal Siap Maju Jadi Calon Ketum KONI Lampung

Kegiatan yang menyasar kelompok ibu-ibu Dasawisma RT 08 dan RT 09 RW 002 Tejo Agung ini dirancang untuk menekan volume sampah organik dari level domestik sekaligus mengenalkan prinsip pengelolaan limbah berkelanjutan.

Eco-enzyme merupakan cairan pembersih serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik seperti sisa kulit buah dan sayuran dengan campuran gula dan air. Proses fermentasi ini memicu pelepasan senyawa aktif yang efektif mengurai kotoran sekaligus memiliki sifat anti-bakteri.

Para mahasiswa mengawali sesi dengan pemaparan teoritis terkait konsep dasar, manfaat lingkungan, hingga kalkulasi takaran fermentasi. Setelah pemahaman dasar terbentuk, kegiatan dilanjutkan dengan alur praktik pembuatan sabun pembersih lantai secara mandiri.

Baca Juga :  Germasi Minta Pemkab Way Kanan Jangan Asal Bangun Gedung Kesehatan, Wajib Penuhi Standar Baku

Mahasiswa memandu peserta tahap demi tahap, mulai dari persiapan bahan baku, teknik pencampuran larutan eco-enzyme dengan formula pembersih, hingga proses pengemasan akhir. Di penghujung acara, setiap peserta membawa pulang sampel produk sabun eco-enzyme siap pakai sebagai rujukan mandiri.

Lewat pelatihan ini, warga diharapkan tak sekadar paham teori pengelolaan sampah, namun mampu memproduksi kebutuhan pembersih rumah tangga secara mandiri dari bahan-bahan yang sebelumnya dianggap tak bernilai.

Berita Terkait

Dari Air Cucian Beras Hingga Maggot, Jurus Baru Lampung Kejar Kemandirian Pupuk
Luka Mendalam Beruang Ina: Bayang-Bayang Kandang yang Tak Pernah Hilang Sebuah Kisah Trauma dan Harapan dari Rumania
Peringatan Dini, Populasi Lebah Menurun, Ketahanan Pangan Dunia Terancam
Siap-siap, Perubahan Iklim Picu Ledakan Populasi Hama Spodoptera frugiperda Di Lampung
Mengendalikan Mimpi dengan Teknologi: Inovasi Dormio dari MIT
Margono Tarmudji: Faisol Djausal Siap Maju Jadi Calon Ketum KONI Lampung
Ketika Tukang Gorengan Menggunakan Ilmu Fisika
Germasi Minta Pemkab Way Kanan Jangan Asal Bangun Gedung Kesehatan, Wajib Penuhi Standar Baku
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Lawan Limbah Dapur, Mahasiswa Malahayati Ajarkan Warga Tejo Agung Racik Sabun Eco-Enzyme

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:47 WIB

Dari Air Cucian Beras Hingga Maggot, Jurus Baru Lampung Kejar Kemandirian Pupuk

Rabu, 14 Mei 2025 - 15:22 WIB

Luka Mendalam Beruang Ina: Bayang-Bayang Kandang yang Tak Pernah Hilang Sebuah Kisah Trauma dan Harapan dari Rumania

Selasa, 6 Mei 2025 - 10:37 WIB

Peringatan Dini, Populasi Lebah Menurun, Ketahanan Pangan Dunia Terancam

Selasa, 6 Mei 2025 - 10:27 WIB

Siap-siap, Perubahan Iklim Picu Ledakan Populasi Hama Spodoptera frugiperda Di Lampung

Berita Terbaru

Opini

Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:44 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com