Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mbah Suminem Potret Kemiskinan Ekstrim di Lampung Utara

Kompastuntas.com, Lampung utara – Ditengah gencarnya upaya pemerintah dalam mengentas kemiskinan melaui berbagai program bantuan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ternyata hal itu tidak dirasakan oleh Mbah Suminem warga desa Bindu, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara.

Nenek berusia 70 tahun yang hidup sebatang kara itu, harus menjalani kehidupan sangat memprihatinkan. Selain kondisi rumah yang tidak layak huni, hingga kini mbah Suminem belum memiliki Jamban (Toilet).

Menurut keterangan Kasubsektor Abung Kunang Aiptu. Husni Tamrin, setahun yang lalu pihaknya bersama Tim Lokmin Kecamatan Abung kunang sudah membantu membelikan Kloset, Semen, Pasir, Besi dan Pipa. Saat penyerahan bantuan tersebut Kepala Desa Bindu menyanggupi untuk menyelesaikan pemasangan pembuatan jamban (WC) Mbah Suminem.

” Tahun lalu kita sudah upaya membantu memberikan kebutuhan untuk membuat jamban mbah Suminem, dana nya hasil dari open donasi, sumbangan itu kita serahkan pada 27 september 2025. Saat itu Kepala Desa Bindu berjanji akan membantu pembuatan jamban nya, ternyata sampai sekarang akhirnya semen mengering jamban tidak dibuat. Dimanna letak rasa empatinya seorang kades, sudah berjanji tapi tidak ada pelaksanaannya” ungkap Aiptu Husni, Rabu (29/7/26).

Baca Juga :  Feri Kurniawan, S.H.
Wakil Bendahara Umum PB HMI dan Praktisi Hukum

Husni juga menjelaskan bahwa beberapa hari lalu, dirinya dihubungi pihak Dinas Sosial Lampung Utara melalui WhatsApp meminta dirinya untuk mendampingi Kepala Dinas Sosial berkunjung kekediaman Mbah Suminem, namun setelah ditunggu-tunggu dirinya tidak dihubungi sesuai janji, ternyata kepala dinas sosia Imam Hanafi bersama rombongan mendatangi mbah suminem untuk memberikan paket sembako dan uang santunan.

” Beberapa hari lalu saya dihubungi pihak Dinas Sosial melalui WhatsApp, untuk mendampingi pak Kadis mengunjungi mbah Suminem, ternyata saya tidak dihubungi dan mereka jalan sendiri kesana memberikan paket sembako dan uang santunan. Saya merasa dibohongi, mengapa mereka menghubungi saya kalau memang mau jalan sendiri, saya sudah nunggu seharian ternyata mereka tidak menepati janji” keluh Husni.

Baca Juga :  Dr. Budiyono, Negara Tak Boleh Dikalahkan Teror Jalanan! Polisi Harus Bertindak Sekarang Juga

Kondisi kehidupan Mbah Suminem ini merupakan bukti nyata, salah satu potret kemiskinan yang ada di Kabupaten Lampung Utara. Ternyata program pengentasan kemiskinan yang selalu digaungkan oleh pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten hanya sebatas slogan dan kegiatan seremonial belaka.

Viralnya kasus Mbah Suminem di media sosial, membuktikan bahwa masih banyak masyarakat bawah yang hidup dibawah garis kemiskinan dan membutuhkan uluran tangan para pemangku kebijakan. Seharusnya pemerintah desa Bindu harus sigap menangani persoalan warganya, jangan terkesan lepas tangan.

Ironisnya pihak dinas Sosial juga baru bergerak beberapa hari lalu, sementara kasus ini sudah terjadi setahun yang lalu itupun yang bergerak awal membantu mbah Suminem adalah Kasubsektor Abung Kunang, Aiptu Husni Tamrin. Ia bersama warga menggalang dana swadaya, dan telah menyerahakan secara langsung bantuan matrial kepada mbah Suminem stahun yang lalu. (Zani/Red)

Berita Terkait

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  
Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama
Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung
Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru
Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Abdul Wachid: Aturan Batas Usia Promosi Jabatan ASN Perlu Fleksibel dan Selaras dengan Sistem Merit
Menyuarakan Keadilan di Tengah Praktik “Under Voicing”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Demokrasi Produktif di Tengah Gejolak Politik  

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Tobat Ekologis Indonesia Diminta Dimulai dari Lampung

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Di Balik Ledakan AI: Profesi Kerah Biru Justru Jadi Bintang Baru

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati

Berita Terbaru

Pemerintahan

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Sabtu, 19 Sep 2026 - 08:19 WIB

Uncategorized

Welly Diborgol, Keluar dari Ruang Ditreskrimsus Polda Lampung

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:54 WIB

Nasional

36 Tahun Berpencar, Aktivis HUMANIKA Kembali Bertemu

Jumat, 18 Sep 2026 - 13:51 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com